Lifestyle
Risiko Penyakit Cerebral Palsy pada Anak, Apa Saja?

Cerebral palsy (CP) atau lumpuh otak merupakan sekelompok kondisi yang menimbulkan gangguan pada otot dan saraf. Penyakit cerebral palsy memiliki risiko yaitu menghambat perkembangan gerakan dan postur sehingga membuat penderitanya memiliki keterbatasan pada aktivitas fisik terutama pada anak.
Penderita cerebral palsy memiliki risiko terkena masalah kesehatan yang berhubungan dengan nutrisi. Kondisi anak dengan CP yang kerap mengalami kesusahan saat menelan juga membuat pemberian asupan nutrisi akan menjadi lebih sulit.
Masalah oro-motorik pada anak dengan cerebral palsy
Sebuah penelitian menunjukkan anak-anak yang tumbuh dengan cerebral palsy rentan mengalami kekurangan gizi karena masalah saat mengunyah dan menelan makanan akibat kesulitan dalam mengendalikan otot-otot tubuhnya, termasuk otot bibir, rahang, dan lidah.
Beberapa masalah yang dihadapi adalah pergerakan lidah yang tidak terkendali saat mengunyah makanan dan bibir yang susah terkatup sehingga menyebabkan makanan dan minuman keluar dari mulut. Hal ini membuat waktu makan menjadi jauh lebih lama dari biasanya.
Memenuhi kebutuhan nutrisi untuk menjaga kesehatan adalah perjuangan tersendiri untuk para penderita cerebral palsy. Dalam kasus yang parah, ketidakmampuan untuk menelan secara efektif dapat menyebabkan bahaya tersedak bahkan bisa berakibat pada makanan yang memasuki paru-paru dan berujung infeksi atau pneumonia.
Risiko penyakit anak dengan cerebral palsy

GERD
Salah satu faktor yang dapat menyebabkan GERD adalah masalah sulit menelan yang dialami oleh anak dengan cerebral palsy.
Pengendalian otot memiliki peranan penting dalam mengontrol asam lambung. Jika tidak ditangani dan gejalanya semakin parah, hal ini akan menyebabkan pemberian nutrisi pada anak jadi terganggu akibat rasa tak nyaman seperti panas di dada, mulas, dan perih di perut sehingga kerap membuat anak tidak mau makan.
Sembelit
Masalah sembelit atau konstipasi kerap menyerang anak dengan cerebral palsy. Beberapa faktor dapat menjadi penyebab, di antaranya adalah efek samping pengobatan dan kurangnya asupan cairan dan makanan yang mengandung serat.
Aktivitas fisik anak yang kurang juga dapat menjadi penyebab sembelit. Selain memberikan makanan dan minuman berserat, berdiam diri dalam satu posisi terlalu lama juga perlu dihindari.
Kelebihan berat badan
Pada beberapa kasus, anak dengan cerebral palsy juga dapat mengalami kelebihan berat badan. Masalah ini dapat muncul karena kurangnya aktivitas fisik.
Kelebihan berat badan berpengaruh pada kemampuan anak saat berlatih untuk bergerak dan meningkatkan risiko anak terluka.
Hal ini dapat dicegah dengan membatasi porsi pemberian makanan yang mengandung lemak dan gula.
Kerusakan gigi
Penderita cerebral palsy memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap kerusakan gigi. Akibat kemampuan mengendalikan otot wajah yang tidak memadai, pergerakan yang tidak selaras antara gigi atas dan gigi bawah menimbulkan pergesekan yang dapat menimbulkan kerusakan.
Penyakit GERD pun dapat menjadi penyebab kerusakan gigi pada anak dengan CP karena plak dan bakteri juga muncul dari asam lambung.
Selain itu, anak dengan cerebral palsy memerlukan waktu lebih lama untuk mengunyah makanannya, sehingga akan lebih banyak bekas makanan yang tertinggal di mulut yang berpotensi menjadi plak.
Osteoporosis
Cerebral palsy menyebabkan penderitanya kesulitan dalam mengendalikan otot-otot dan keseimbangan tubuhnya. Selain itu, pertumbuhan anak dengan CP yang lebih lambat dapat berpengaruh terhadap kepadatan mineral tulang sehingga lebih rentan untuk terkena osteoporosis atau osteopenia.
Untuk menghindari masalah tersebut, pemeriksaan rutin seperti cek darah atau tes kepadatan tulang harus dilakukan.
Beberapa makanan mengandung vitamin D seperti kuning telur, hati, susu, dan minyak ikan dapat menjadi menu makan anak. Paparan sinar matahari selama 15-20 menit juga dapat memenuhi kebutuhan vitamin D. Konsultasikan pemberian suplemen D jika perlu.
Kabartangsel.com
Bisnis6 hari agoPT Nusantara Infrastructure Group Gelar Program “She Drives Change” di Tol BSD
Nasional6 hari agoAnggaran Rapat Daring BGN Capai Rp5,7 Miliar Selama April–Desember 2026
Nasional6 hari agoKepala BGN Dadan Hindayana: 19.000 Ekor Sapi untuk Program MBG hanya Pengandaian
Nasional6 hari agoProgram MBG Diklaim Jangkau 61,9 Juta Penerima dan Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja
Nasional6 hari agoLamiPak Indonesia Raih Penghargaan Ajang Global CSR & ESG Summit & Awards 2026™ ke-18 di Bangkok
Jabodetabek6 hari agoTari Kreasi Tradisional Indonesia 2026 Sukses Digelar Meriah di Kebayoran Park Mall
Techno2 hari agoTangsel ONE: Tangerang Selatan One System
Banten6 hari agoMusrenbang RKPD 2027, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siap Dukung Penuh Arah Pembangunan Provinsi Banten























