Serba-Serbi
Roda Dua Layak Jadi Pionir Elektrifikasi Kendaraan di Indonesia


Kabartangsel.com, JAKARTA – Indonesia sudah mencanangkan pengembangan produksi kendaraan roda dua berbasis LCEV (low carbon emission vehicle) atau kendaraan rendah emisi. Sampai saat ini regulasi final dari pemerintah masih dinantikan oleh semua industri. Pengamat menilai bahwa platform yang feasible untuk dijadikan project pertama adalah kendaraan roda dua.
Pengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia Faisal Basri mengatakan, elektrifikasi adalah jalan menuju green economy dan mengurangi dampak lebih besar perubahan iklim dan pengurangan emisi gas buang.
“Ketika ditanya siapa yang mengkonsumsi bahan bakar fosil paling besar adalah sepeda motor. Oleh karena itu kalau ingin mengembangkan kendaraan listrik, lebih feasible jika mengembangkan sepeda motor. Selain teknologinya lebih sederhana, infrastruktur pendukungnya juga lebih mudah dibangun,” ujar Faisal, kemarin (21/2).
Menurut Faisal, produksi motor listrik tidak harus langsung menjadi 10 juta unit, melainkan produksi dilakukan secara bertahap. “Teknologi kuncinya adalah pada baterai. Untuk itu kita harus menguasai teknologi baterai,” tambahnya.
Faisal menyebutkan bahwa Indonesia butuh fasilitas recycling. Jika industri tersebut berjalan, Indonesia diharapkan tak hanya memenuhi kebutuhannya sendiri, tapi juga bisa memasok untuk negara lain. ”Karena kalau industri motor listrik berkembang, industri baterai berkembang, industri komponen (spare part), termasuk juga industri pengolah limbah. Maka supaya kita bisa cepat dalam hal ini, maka bisa bekerjasama dengan produsen baterai seperti Panasonic,” kata Faisal.
Pemerintah sudah menegaskan bahwa tahun 2025, populasi mobil listrik ditargetkan tembus 20 persen atau sekitar 400.000 unit dari 2 juta mobil yang diproduksi di dalam negeri. “Jadi, langkah strategis sudah disiapkan secara bertahap, sehingga kita bisa menuju produksi mobil atau sepeda motor listrik yang berdaya saing di pasar domestik maupun ekspor,” ujar Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Harjanto.
Secara terpisah, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan, pengembangan kendaraan listrik sebagai komitmen pemerintah dalam upaya menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (CO2) 29 persen di tahun 2030 sekaligus menjaga ketahanan energi, khususnya di sektor transportasi darat. “Selain itu dapat mengurangi ketergantungan kita pada impor BBM, yang berpotensi menghemat devisa kurang lebih Rp 798 triliun,” ujar Airlangga.
(JPC)
Sport2 minggu agoBali United vs PSS Sleman: Prediksi Skor dan Duel Sengit Pekan Pertama Super League 2026/27
Sport2 minggu agoHasil Bali United vs PSS Sleman 2-1 di Pekan Pertama BRI Super League 2026/2027
Sport2 minggu agoLaga Perdana BRI Super League 2026/27: Jadwal dan Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC
Sport2 minggu agoHasil Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Menang 4-0 di Pekan Perdana BRI Super League 2026/2027
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Jumat, 4 September: Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC, Bali United vs PSS Sleman
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta
Sport2 minggu agoPSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul
Banten6 hari ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang








































