Kampus
SBY Berikan Kuliah Umum “Pengalaman Mengawal Reformasi” di UIN Syarif Hidayatullah

Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Rabu (10/12/2014) mengisi kuliah umum di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Kedatangan SBY ke lingkungan kampus langsung disambut meriah mahasiswa dan para dosen. Bahkan tampak hadir Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany.
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Komarudin Hidayat mengatakan sengaja mengundang mantan Presiden RI ke-6 ini untuk menularkan pengalamannya.
“Saya sengaja mengundang beliau sebelum saya turun sebagai Rektor pada Januari nanti, selama 10 tahun SBY menjabat sebagai Presiden, banyak pelajaran yang bisa dibagikan kepada kita di sini,” katanya.
“Jika diumpamakan dengan sistem belajar di kampus, SBY sudah menghabiskan SKS-nya dibidang kebangsaan dan kenegaraan, semoga saja kita dapat memetik hikmah dari pembelajaran yang dipaparkan beliau,” tegasnya.
Dalam kuliah umum bertajuk “Pengalaman Mengawal Reformasi” itu, SBY menyatakan proses reformasi menjadi agenda wajib bagi pemerintah. Sehingga, kata dia proses mengawal reformasi sudah dijalankan dia selama 10 tahun di pemerintahan.
“Saya tak mungkin cerita semua, karena bisa seminggu di ruangan ini. Saya akan pilih yang esensial dan fundamental,” kata dia yang disambut tawa peserta kuliah umum.
“Terus terang ini kuliah umum pertama saya, setelah 20 Oktober 2014,” tambah dia yang disambut tawa audiens.
Dalam kesempatan itu pula, Ketua Umum Partai Demokrat ini bercerita soal proses panjang Reformasi. Menurutnya, reformasi sebuah takdir sejarah yang niscaya dirasakan semua elemen masyarakat untuk mendapatkan hak demokrasinya.
“Karena waktu itu, aspirasi dan gerakan perubahan itu tersumbat. Tak ada jalan, tak ada ruang. Karena saat itu kita menganut sistem otoritarian dan Indonesia alami krisis yang dahsyat,” ujarnya.
Dalam pandangan SBY, reformasi tak seharusnya sama dengan revolusi. Sebab, revolusi kerap menjadikan demokrasi hanya menjebol dan mengganti (pemerintah). Sehingga, kebanyakan revolusi jika tak dimaknai dengan benar berujung pada aksi dan tindakan kekerasan.
“Reform its not revolution. Koreksi perubahan, perbaikan yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Bahkan reformasi itu hakikatnya kesinambungan dan perubahan, continuity and change. Karena itu, reformasi tak boleh mengganti dan menjebol, kerangka bernegara dari sebuah bangsa,” paparnya.
Dia menekankan, ada 10 hal yang menjadi catatan SBY kenapa reformasi perlu terjadi.
1. Kekuasaan yang relatif absolut, lama, dan bahkan eksesif.
2. Demokrasi yang lemah, dan kurang untuk menyampaikan kebebasan, dan ekspresi.
3. Konsentrasi kekuasaan yang terpusat. Terlalu sentralistik.
4. Eksekutif yang terlalu kuat, dan legislatif yang terlalu lemah. Sehingga tidak terjadi check and balances secara kokoh.
5. Peran militer di politik yang dirasakan berlebihan dan eksesif.
6. Dominasi parpol pemerintah, saat itu terlalu dominan dan tak adil untuk parpol lain.
7. Pemilu yang jauh dari free and fair election.
“Bahkan, banyak negara sahabat yang berseloroh, di Indonesia pemilu belum dilakukan, tapi hasilnya sudah tahu,” kata SBY menyelingi.
8. Lemahnya pemberatasan korupsi, dan membuat seolah-olah negara permisif.
9. Dominasi bisnis dari kalangan tertentu terutama yang dekat dengan kekuasaan.
10. Cara penegakan stabilitas dan keamanan yang represif dan eksesif.
(si/oz/kt)
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional2 minggu agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional2 minggu agoProfil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari
Sport2 minggu agoFerry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan 1 Lengkap
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4–6 September 2026































