Lifestyle
Sebuah Lagu Terus Terngiang di Kepala? Mungkin Ini Penyebabnya

Hampir setiap hari, Anda menyempatkan diri untuk mendengarkan musik. Contohnya, menyalakan radio selama perjalanan menuju ke kantor. Namun, pernahkah Anda merasakan ada lagu yang terus terngiang di kepala padahal Anda sedang tidak mendengarkannya? Meski sering terjadi, tak banyak yang tahu bahwa ada penjelasan ilmiah mengenai alasan mengapa hal ini bisa terjadi. Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.
Penyebab kenapa sebuah lagu terus terngiang di kepala Anda
Tahukah Anda apa yang terjadi pada tubuh ketika sedang mendengarkan sebuah lagu? Bukan hanya telinga yang menerima sinyal suara, otak Anda juga turut bekerja dan menerjemahkan lagu tersebut.
Salah satu kerja otak yang bisa dilihat saat Anda mendengarkan lagu adalah adanya perubahan suasana hati.
Jenis lagu yang Anda dengar memengaruhi suasana hati dan perilaku. Contohnya, saat mendengarkan lagu sedih, perasaan Anda menjadi lebih sendu.
Sebaliknya, saat mendengar lagu riang, suasana hati menjadi lebih baik. Anda bahkan bisa terhanyut dengan alunan musik sambil mengentakkan kaki, kepala, atau jari Anda. Tak hanya itu, beberapa lagu tertentu juga bisa terngiang di kepala terus-menerus.
Rupanya, lagu yang terus terputar di otak ini bisa disebabkan oleh 2 kondisi, yakni:
1. Earworm

Earworm bukan menandakan adanya parasit yang terjebak di dalam telinga. Akan tetapi, earworm adalah istilah yang digunakan ketika sebuah lagu terputar dengan sendirinya di otak.
Saat fenomena ini terjadi, ada yang meresponsnya dengan bersenandung. Namun, ada pula yang merasa terganggu dengan munculnya lagu tersebut. Earworm umumnya muncul setelah Anda mendengarkan lagu yang ear–catchy. Akan tetapi, dapat juga muncul ketika seseorang sedang stres dan melamun.
Lagu yang terngiang di kepala secara tiba-tiba ini terjadi ketika otak Anda menangkap sebuah lagu. Semakin sering didengar, alunan lagu bisa terjebak di area otak, yakni auditory cortex (korteks pendengaran).
Munculnya fenomena earworm tidak berbahaya dan tidak dianggap mengganggu oleh sebagian besar orang. Earworm memberikan keuntungan pada otak sebagai hiburan agar tidak jenuh, membuat pikiran lebih jernih, dan kreatif.
Meski begitu, earworm juga dapat mengganggu. Menurut Harvard Health Publishing, orang dengan gangguan obsesif kompulsif (OCD), epilepsi, dan migrain sering kali terngiang lagu di kepala mereka.
Bila lagu yang terngiang di kepala berlangsung lebih dari 24 jam, segeralah periksa ke dokter. Kemungkinan besar kondisi ini terjadi akibat adanya masalah medis lain.
Earworm dapat dihentikan. Namun, caranya bukanlah memaksa otak untuk menghentikan lagu tersebut. Melakukannya hanya membuat otak melakukan perintah sebaliknya, yakni memutar lagu tersebut berulang kali.
Kondisi ini bisa diatasi dengan mengalihkan konsentrasi otak pada hal yang lain. Bila tidak berhasil, kemungkinan dokter akan merekomendasikan terapi kognitif dan memberi obat sesuai dengan kondisi yang mendasarinya.
2. Musical ear syndrome


Selain earworm, lagu yang terputar tiba-tiba di otak ternyata juga bisa disebabkan oleh masalah medis, yakni music ear syndrome. Kondisi ini menyebabkan seseorang seperti mendengar alunan lagu, namun orang lain tidak mendengar suara tersebut.
Ear music syndrome sangat rentan terjadi pada orang yang memiliki gangguan pendengaran. Termasuk orang tua yang pendengarannya sudah tidak tajam, sering cemas, dan merasa tertekan.
Orang dengan kondisi ini melaporkan bahwa tak hanya lagu saja yang terdengar. Kadang suara yang muncul bisa berupa suara nyanyian atau musik instrumentalnya saja. Munculnya lagu yang terngiang di kepala tiba-tiba ini, kadang sangat mengganggu hingga membuat penderitanya tidak bisa tidur nyenyak.
Penyebab music ear syndrome tidak diketahui secara pasti. Namun, peneliti percaya bahwa kondisi ini terjadi akibat auditory cortex yang menjadi hipersensitif karena telinga kehilangan kemampuan untuk mendengar dengan baik.
Untuk mengatasinya, dokter akan memberikan alat bantu dengar dan mendorong pasien melakukan latihan pendengaran. Dengan begitu, area otak yang menerima sinyal pendengaran tidak lagi memberi celah dan memunculkan halusinasi suara.
Kabartangsel.com
Pemerintahan2 minggu agoPenataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi
Serba-Serbi4 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku
Sport4 minggu agoJadwal Bola Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Sport2 minggu agoJadwal Timnas Indonesia Piala AFF 2026
Otomotif2 minggu ago6 Mobil yang Wajib Dilihat di GIIAS 2026, ICAR V23 Jadi Pilihan Mobil Listrik Keren untuk Perkotaan
Sport2 minggu agoJadwal Lengkap Piala AFF 2026
Sport4 minggu agoJadwal Bola Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
Tips4 minggu agoReview Sepatu Padel Asics Sonic Smash Padel, Nyaman Dipakai Main Berjam-jam?
























