Lifestyle
Segudang Tanda Cacingan yang Sering Diabaikan

Masalah cacing di dalam perut tidak boleh dianggap sepele. Penyakit cacingan dapat menimbulkan masalah kesehatan serius. Kondisi ini pun tak hanya terjadi pada anak kecil, tetapi juga pada orang dewasa. Yuk, kenali lebih lanjut tentang penyebab cacingan, tanda yang sering diabaikan, dan cara mengatasinya di bawah ini.
Ragam jenis dan tanda cacingan
Penyakit yang disebabkan oleh cacing terdiri dari berbagai macam jenis. Berikut adalah penjelasan mengenai jenis dan tanda serta gejala apabila terkena infeksi cacing.
Cacing gelang

Askariasis merupakan jenis cacingan yang disebabkan oleh cacing gelang. Penyakit ini suka diabaikan karena tidak ada tanda atau gejala yang ditunjukkan sejumlah orang yang terkena askariasis. Adapun tanda-tanda seseorang mengalami askariasis adalah:
- Sakit perut, dari ringan hingga parah
- Demam
- Muntah
- Batuk
Jika dibiarkan, infeksi berat dari cacing gelang dapat menyebabkan saluran pencernaan tersumbat dan pertumbuhan anak terhambat.
Cacing tambang
Cacing tambang merupakan cacing parasit penyebab infeksi hookworm. Orang yang mengalami infeksi akibat cacing tambang dapat mengalami:
- Gatal dan ruam pada kulit yang terjadi karena cacing tambang berhasil masuk ke dalam tubuh melalui kulit
- Sakit perut
- Diare
- Demam
Infeksi hookworm juga dapat menyebabkan kulit menjadi pucat. Kemudian, saat cacing tambang yang masih kecil berhasil masuk melalui kulit dan masuk ke usus halus, mereka dapat hidup di dalam sana selama 1 tahun atau lebih. Parasit yang hidup di dalam usus halus ini dapat menimbulkan masalah kekurangan protein, anemia karena kekurangan zat besi, hingga mudah lelah.
Cacing cambuk


Cacing gelang, cacing tambang, dan cacing cambuk merupakan ketiga jenis penyebab infeksi cacing di dalam usus. Seseorang yang terinfeksi oleh parasit satu ini dapat menunjukkan tanda dan gejala:
- Buang air besar berdarah
- Diare
- Sakit perut
Pada kasus yang parah, cacingan karena cacing cambuk dapat memicu prolaps rektum. Sementara itu, anak-anak yang mengalami infeksi cacing cambuk yang berat memiliki risiko pertumbuhan yang terhambat bahkan mengalami gangguan perkembangan kognitif.
Cacing kremi
Infeksi cacing kremi merupakan infeksi cacing yang paling umum terjadi. Tanda seseorang mengalami infeksi cacing kremi adalah:
- Gatal pada area anus
- Perubahan perilaku, seperti mudah marah
- Nafsu makan menurun
Cacing pita


Infeksi cacing pita terjadi karena mengonsumsi hidangan atau minuman yang terkontaminasi oleh larva atau telur dari cacing pita. Cacing pita dapat menginfeksi saluran pencernaan dan jaringan tubuh sekitar di luar saluran pencernaan. Sejumlah hal yang mungkin terjadi dari cacingan jenis ini adalah:
- Mual
- Berat badan turun
- Kekurangan nutrisi karena cacing mengambil nutrisi dari makanan
- Kista apabila cacing pita menginfeksi jaringan tubuh di luar saluran pencernaan
Penyebab cacingan
Infeksi cacing bukan hanya sekadar masalah pada anak kecil atau di negara berkembang. Cacing parasit juga dapat menjadi masalah di kota-kota besar, menghantui usus orang dewasa, dan menular dengan mudah di dalam keluarga. Beberapa penyebab timbulnya infeksi cacing adalah:
- Kontak dengan permukaan yang tidak disadari merupakan tempat telur cacing
- Mengonsumsi sesuatu yang terkontaminasi telur cacing
- Cacing masuk melalui kulit ketika berjalan tanpa alas kaki di atas tanah
- Mengonsumsi daging setengah matang atau mentah yang terdapat bayi cacing di dalamnya
- Disebarkan oleh hewan peliharaan, tetapi ini amat jarang terjadi
Infeksi dan penularan cacing adalah hal yang mudah terjadi. Kondisi ini dapat mudah berkembang di lingkungan yang tidak bersih. Tambahan lagi, banyak cara cacing dapat masuk ke dalam tubuh. Dengan begitu, masalah ini tidak hanya sekadar penyakit anak kecil dan dapat menyebar di lingkungan keluarga. Saat infeksi cacing terjadi terhadap salah satu orang dalam keluarga, seluruh anggota keluarga di dalam 1 rumah juga disarankan untuk melakukan pengobatan infeksi cacing, bukan hanya yang menunjukkan gejala saja.
Cara mengobati dan mencegah cacingan
Jangan meremehkan infeksi cacing. Infeksi cacing membuat nutrisi yang dikonsumsi menjadi sia-sia, anemia, kekurangan zat besi dan protein, sehingga menyebabkan komplikasi yang membutuhkan tindakan medis. Untuk mengatasi, konsumsi obat cacing dapat membantu melumpuhkan cacing di dalam sistem pencernaan.
Menurut studi Treatment Options and Considerations for Intestinal Helminthic Infections, salah satu obat yang mampu mengatasi infeksi cacing adalah obat yang mengandung pirantel pamoat (pyrantel pamoate). Obat ini melumpuhkan cacing agar tidak terus-menerus berkembang.
Kemudian, konsumsi obat pirantel pamoat berikutnya bertujuan untuk mencegah infeksi terjadi kembali karena adanya cacing yang menetas dari telur yang tidak musnah dari pengobatan pertama. Obat pirantel pamoat merupakan obat bebas terbatas sehingga tidak perlu resep dokter. Tersedia dalam berbagai bentuk dan rasa untuk melindungi setiap anggota keluarga, baik yang masih kecil atau sudah dewasa dari infeksi cacing.
Singkat kata, ayo saling jaga sesama dari infeksi cacing supaya tidak mengganggu kesehatan. Parasit dapat mudah masuk ke dalam tubuh di lingkungan yang tidak bersih. Mari mencegah infeksi cacing dengan:
- Rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih mengalir
- Mencuci buah dan sayur sebelum diolah atau disantap
- Mendidik anak mengenai cara menjaga kebersihan
- Menjaga kesehatan hewan peliharaan
Dengan begitu, lingkungan dapat terbebas dari cacingan dan bahaya dari komplikasi yang dapat terjadi. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), obat cacing dapat dikonsumsi setiap 6 bulan sekali untuk mencegah cacingan.
Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.
Kabartangsel.com
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Bisnis4 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis4 minggu agoEvolusi Mie Sedaap: Dari Brand Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas dan Pengalaman Generasi Muda
Pemerintahan4 minggu agoCegah Kekerasan Sejak Dini, Pemkot Tangsel Edukasi Masyarakat soal Kesehatan Mental
Tangsel2 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia























