Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto M.D.S., Rabu (31/3) menjadi pembicara dalam seminar Internasional Air Power 2021 TNI AU, di Seskoau Lembang, Bandung. Seminar ini dlaksanakan sebagai rangkaian kegiatan menyambut hari ulang tahun TNI AU ke 75 9 April 2021. Sebagai salah satu pembicara, Sekjen Kemhan RI mengangkat tema “Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara : Transformasi Potensi Air Power dalam Meningkatkan Kemampuan dan Kekuatan TNI AU”. Dalam konteks sistem pertahanan negara Indonesia Angkatan Udara merupakan salah satu komponen dari air power, yaitu sebagai Komponen Utama, masih terdapat komponen yang lain yaitu Komponen Cadangan (KOMCAD) dan Komponen Pendukung (KOMDUK).
Dalam paparannya Sekjen Kemhan menjelaskan, mengingat fungsi dari KOMCAD dan KOMDUK adalah untuk memperbesar dan memperkuat kekuatan dan kemampuan Komponen Utama maka tugas dan kemampuan Komponen Utama yang terkait air power, yaitu TNI AU adalah memperbesar dan memperkuat kemampuan TNI AU. Salah satu kegiatan yang berkaitan erat dengan pembinaan sumber daya nasional matra udara adalah pembinaan potensi dirgantara yang termasuk didalamnya mengelola KOMCAD dan KOMDUK matra udara. Oleh karena itu perlu langkah pembinaan nyata.
“seyogyanya dicari bentuk terbaik terkait Komponen Cadangan dan Komponen Pendukung yang berkorelasi dengan pembangunan Air Power dalam pembinaan potensi dirgantara” ujar Sekjen Kemhan RI.
Sekjen Kemhan berharap paparan ini dapat memberi gambaran mengenai Kebijakan Kementerian Pertahanan RI tentang pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara, khususnya Transformasi Sumber Daya Nasional menjadi Kekuatan Udara untuk dapat mendukung tugas TNI AU. Selain itu, juga untuk membangkitkan kesadaran insan TNI AU untuk aktif mengelola Sumber Daya Nasional menjadi Kekuatan Udara yang siap digunakan untuk mendukung tugas TNI AU.
Terkait dengan pengadaan alutsista TNI AU, terlihat bahwa ada lonjakan yang sangat besar dari jumlah anggaran Renstra 2020-2024 dibandingkan Renstra 2015-2019. Secara agregat alokasi anggaran alutsista TNI AU jauh lebih besar dari dua matra yang lain yaitu TNI AD dan TNI AL. Data tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah terbukti memiliki komitmen yang kuat dalam upaya pembangunan kekuatan udara nasional, khususnya TNI AU sebagai komponen utama pertahanan negara matra udara. Untuk melakukan transformasi air power, khususnya dalam tubuh TNI AU sebagai Komponen Utama, maka perlu ada upaya nyata dan segera untuk membangun industri pertahanan nasional yang kuat. Tujuannya adalah untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan TNI, khususnya TNI AU, sehingga ketergantungan tersebut secara perlahan dapat dikurangi. Memang bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan tetapi dengan kemauan, kerja kerasa, dan sinergi diantara para stakeholder cita-cita tersebut akan dapat diwujudkan. (rls/fid)
Kampus7 hari agoIKA FISIP UIN Jakarta 2025–2029 Resmi Dilantik, Perkuat Peran Alumni sebagai Kekuatan Intelektual
Nasional2 hari agoWINGS Food Hadirkan ‘Pondok Rehat’ di Jalur Mudik 2026, Sediakan Fasilitas Lengkap untuk Pemudik
Pemerintahan7 hari agoDSDABMBK Tangsel Siap Hadapi Libur Lebaran 2026 dengan Infrastruktur Optimal
Bisnis2 hari agoTempo Scan Berangkatkan 3.000 Pemudik lewat Program “Mudik Sepenuh Hati 2026”
Bisnis6 hari agoQurban Asyik Luncurkan Aplikasi Versi Terbaru, Kurban Kini Lebih Mudah
Pemerintahan2 hari agoPemkot Tangsel Salurkan Rp405 Juta dalam Safari Ramadan 1447 H
Bisnis2 hari agoAriston Hadirkan Kehangatan Ramadan Lewat Program CSR “Caring Brings Comfort” di Yayasan Al Andalusia
Bisnis2 hari agoSarihusada Raih Penghargaan Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026 Kategori Manufaktur











