Semrawutnya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Banten 2018 membuat masyarakat Banten kecewa. Pasalnya, untuk mengakses link PPDB Banten 2018 ppdb.bantenprov.go.id sangatlah sulit, bahkan sama sekali tidak bisa diakses alias error.
Melihat kondisi seperti ini, Pengamat Pemerintahan dan Politik Indonesia, Hasanudin BJ angkat bicara. Menurut Hasanudin BJ, seharusnya penerimaan siswa bisa berjalan lancar karena ini sudah menjadi agenda tahunan. Dan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten seharusnya sudah mempersiapkan sejak jauh-jauh hari. “Tahun lalu saja PPDB Banten error, masa tahun 2018 ini juga error,” kata Hasanudin BJ.
Pria yang akrab disapa BJ ini menegaskan, Pemprov Banten yang dipimpin Wahidin Banten nampaknya belum siap untuk membuka PPDB Banten secara online. “Sepertinya SDM dan aplikasinya belum mampu untuk membuka penerimaan secara online,” kata BJ seraya menambahkan, ini merupakan sebuah pengalaman yang harus dicarikan solusi, apalagi Wahidin Halim sangat konsen terhadap dunia pendidikan.
“Intinya harus dipersiapkan SDM maupun aplikasinya. Apabila belum siap, gunakanlah secara manual, sehingga masyarakat Banten terlayani dengan baik,” jelas BJ.
BJ juga mengimbau kepada Pemprov Banten agar memperpanjang pendaftaran calon didik.
“Diperpanjangnya pendaftaran ini sangat membantu masyarakat Banten yang mengalami kendala dalam pendaftaran online. Dan, Pemprov Banten harus mencarikan solusinya agar PPDB Banten tidak semrawut,” tegasnya. (ydh/plp)
Pemerintahan7 hari agoBenyamin Davnie: Target Kita, Tangsel Juara Umum Porprov Banten 2026
Sport5 hari agoHasil Persib Bandung vs Persita Tangerang 1-0
Pemberitahuan4 hari agoPendaftaran Calon Paskibraka Kota Tangsel Tahun 2026
Bisnis1 hari agoBRI Life Gelar “The Board’s Charity Engagement”
Nasional5 hari agoRevisi UU Penyiaran Dinilai Berpotensi Hambat Pertumbuhan Ekonomi Digital
Pemerintahan4 hari agoJam kerja ASN Kota Tangsel Selama Ramadan 1447 Hijriah/2026
Bisnis2 hari agoManfaat Utama Promo Ramadhan di Blibli
Bisnis3 hari agoInterSystems Sabet Empat Penghargaan Global Best in KLAS 2026 untuk Asia, Oseania, dan Eropa











