Ciputat
Stok Persediaan Beras di Tangsel Relatif Aman

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengimbau kepada seluruh masyarakat tak perlu cemas karena stok ketersediaan komoditi bahan pokok berupa beras relatif aman. Meski dalam beberapa pekan ini harga beras diberbagai daerah di Indonesia melonjak signifikan.
Kepastian amannya stok ketersediaan beras disampaikan langsung oleh Walikota Airin Rachmi Diany. Pada kesempatan kegiatan inspeksi mendadak ke Pasar Ciputat di Kecamatan Ciputat, informasi tersebut disampaikan langsung ke sejumlah warga selaku konsumen kebutuhan pokok.
“Insya Allah stok beras untuk wilayah kita aman. Jadi ibu-ibu tidak perlu khawatir,” ungkap Walikota Airin, didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Muhamad serta sejumlah aparatur pejabat Kota Tangerang Selatan, Rabu, 25 Februari 2015.
Berkaitan dengan lonjakan harga komoditi beras yang terjadi serentak, Walikota Airin meminta warganya untuk bersabar. Ia berharap kenaikan harga beras hanya berlangsung sesaat. Setelah itu harganya bisa cepat kembali normal.
Walikota Airin menduga kenaikan harga beras dipicu akibat musibah banjir. Akibat genangan air banjir yang terjadi diberbagai daerah tentunya menimbulkan dampak serius. Sistem distribusi jadi terhambat karena sarana transporasi angkutan beras kesulitan menerjang ketinggian air banjir.
“Lonjakan harga bahan pokok ini diduga imbas dari sejumlah musibah banjir di sejumlah wilayah tanah air beberapa waktu lalu,” terangnya.
Ditambahkannya, pekan kemarin sejumlah Kepala Daerah Kabupaten/Kota dan Propinsi di Indonesia telah melakukan rapat koordinasi dengan Kepala Negara yang berlangsung di Istana Bogor, Jawa Barat, itu
Apalagi lanjut Walikota Airin, Wapres Jusuf Kalla secara langsung telah menugaskan Perum Bulog untuk mendistribusikan raskin sebanyak 300 ribu ton pada bulan ini. Maka hal itu juga akan mempertegas keamanan pasokan beras.
Kendati begitu, Walikota Airin secara langsung juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan untuk menindak siapapun oknum penimbun beras yang juga dianggap sebagai salah satu penyebab harga tersebut mengalami lonjakan.
“Kalau ada yang menimbun beras tolong laporkan. Kami tidak mau masyarakat jadi susah karena ini. Kami tidak segan menindak,” tegasnya.(ts/kt)
Nasional5 hari agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport6 hari agoJadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final
Banten2 minggu agoSTAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”
Nasional6 hari agoG30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia
Sport6 hari agoJadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026
Bisnis6 hari agoIndustri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi
Sport4 hari agoHasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?
Bisnis2 minggu agoTransformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026





































