Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Tangsel bakal siapkan anggaran insentif terhadap guru swasta sebesar Rp 250 ribu per bulan.
Sedikitnya ada, 6000 guru swasta yang akan menerima insentif ini. Regulasi ini dibuat untuk memberikan motivasi kepada guru swasta baik PAUD hingga MTS untuk memberikan informasi yang berkualitas terhadap siswa.
Walikota Airin Rachmi Diany menjelaskan bahwa usulan insentif itu sedang dikaji oleh DPRD. Sehingga dia berharap agar seluruh guru di Kota Tangsel bisa terus mendukung dirinya dan upaya pemerintah dalam meningkatkan apresiasi dari pemerintah kepada guru-guru yang ada di Kota Tangsel.
Dia menambahkan guru memiliki banyak tupoksi pekerjaan. Misalnya, guru sebagai fasilitator pelayanan pendidikan. Guru sebagai motivator bagi para siswa. Sampai dengan guru sebagai sahabat bagi para siswa di sekolah.
Saat ini, selain memastikan insentif terhadap guru swasta, Airin juga berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan melalui peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah. Dengan beberapa pelatihan, setiap guru dan kepala sekolah diberikan informasi mengenai proses pelayanan pendidikan yang berkualitas.
Salah satunya adalah pendidikan manajemen bagi kepala sekolah. Agar sebagai pemimpin bisa membuat pola pelayanan pendidikan yang memiliki unsur inovasi. ”Kalau bisa (jangan hanya kepala sekolah) seluruh guru pun harus diberi pelatihan manajemen pelayanan pendidikan,” kata Airin.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Taryono menjelaskan bukan hanya pemberian insentif terhadap guru swasta. Tapi, pemerintah juga memberikan fasilitas BPJS, yang diserahkan secara simbolis terhada guru honorer pada HUT PGRI ke-74 di UIN Jakarta Rabu (06/11).
Taryono menambahkan untuk gelombang pertama, ada 600 guru mendapatkan fasilitas ini. Sementara jumlahnya akan bertambah pada anggaran yang akan datang atau anggaran tahun 2020. ”Jadi kalau Januari nanti, semua guru honorer mendapatkan fasilitas ini,” kata Taryono.
Sementara, saat ini tercatat ada 1.800 guru honorer yang siap didata untuk mendapatkan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga di tahun yang akan datang, guru akan mendapatkan fasilitas insentif sekaligus iuran BPJS. (dkt/fid)
Banten4 hari agoKomisi V DPRD Banten Siap Awasi Ketat Pelaksanaan SPMB 2026
Bisnis4 hari agoIndofood Sponsori Film Animasi Garuda di Dadaku
Bisnis4 hari ago75 Persen Kelas Menengah Indonesia Tertekan secara Finansial
Bisnis4 hari agoFujifilm Indonesia Bawa Kebahagiaan ke Panti Asuhan Lewat Program ‘First Family Photo’
Nasional4 hari agoJelang Hari Kartini, Selvi Gibran Rakabuming Dorong Penguatan Peran Perempuan dan Kesetaraan Gender dengan Kolaborasi Lintas Sektoral
Bisnis4 hari agoIsoplus Run Series 2026 Targetkan 17.000 Pelari
Bisnis4 hari agoPINTU Perkuat Edukasi dan Literasi Crypto bagi Generasi Muda
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Ajak Industri Kreatif Perkuat Kolaborasi Strategis














