Ciputat
Tangsel Targetkan Setiap Kecamatan Memiliki Hutan Kota

Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akhir tahun depan akan segera miliki hutan kota seluas 2.500 meter persegi di seluruh kecamatannya. Akhir tahun ini pemkot akan langsung melakukan studi kelayakan hutan kota di tiga lokasi.
Rencana hutan kota tersebut akan segera terealisasi. Sebab, di beberapa kecamatan sudah miliki hutan kota. Seperti Pamulang sudah miliki Hutan Kota Pamulang 2 dan Witanaharja. Sedangkan untuk kawasan Serpong Utara pemkot melalui Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Tangsel, akan fokus pada Situ Kutuk di dekat perumahan Alam Sutera yang sangat luas.
“Kita fokus pada revitalisasi atau pembangunan bantaran situ yang belum terjamah, nanti kita tanami pepohonan disana,” ujar Kepala BLHD Kota Tangsel, Rahmat Salam, Rabu (31/7/2013).
Untuk pelaksanaan revitalisasi tersebut, nantinya BLHD akan berkoordinasi dengan PU Bina Marga dan Balai Besar Sungai Cisadane.
Sedangkan untuk wilayah Serpong, Rahmat mengatakan tidak perlu dikhawatirkan, sebab sudah ada dua hutan kota yang luasnya sudah memenuhi syarat Kementerian Kehutanan yakni luasnya lebih dari 2.500 meter persegi. Yakni Taman Kota I dan Taman Kota II BSD Kota Tangsel.
Untuk wilayah Pondok Aren sudah ada Situ Perigi, Ciputat sudah miliki Hutan Kota Serua, Jombang, serta lahan yang rencananya yang akan dibangun untuk perkantoran Pemkot Tangsel, akan ditanami pepohonan.
“Ciputat Timur sudah diwakili oleh Situ Gintung, serta bantaran Sungai Pasanggrahan. Belum lagi bantaran Sungai Pasanggrahan yang masuk perumahan Cinere Mas sudah ditanami pepohonan, dan itu masuk ke fasos fasum Kota Tangsel,” jelas Rahmat.
Namun, dari tujuh kecamatan di Kota Tangsel, hanya Kecamatan Setu yang belum miliki lahan untuk dijadikan hutan kota. Walaupun wilayah Setu luas, tapi terkotak-kotak lahan kosongnya.
“Makanya kami akan memfokuskan pada pembebasan lahan TPA Cipeucang. Untuk lebih jelasnya akan berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP),” ujar Rahmat.
Sebagai langkah awal, akhir tahun ini atau pada anggaran perubahan, BLHD akan gelar studi kelayakan hutan kota. Dengan anggaran Rp 200 juta, rencananya akan ada tiga wilayah yang dijadikan studi.
“Kami pilih di lokasi yang memang belum memiliki hutan kota. Seperti di Setu, Serpong Utara, dan Pondom Aren,” pungkas Rahmat.(Bantenhits)
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Bisnis4 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis4 minggu agoEvolusi Mie Sedaap: Dari Brand Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas dan Pengalaman Generasi Muda
Pemerintahan4 minggu agoCegah Kekerasan Sejak Dini, Pemkot Tangsel Edukasi Masyarakat soal Kesehatan Mental
Tangsel2 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia





















