Tingkat partisipasi masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk mengikuti program keluarga berencana (KB) semakin meningkat. Kepala Bidang Keluarga Berencana pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPPKB) Kota Tangsel Ellen Hutabarat menyebutkan pencapaian Perkiraan Permintaan Masyarakat (PPM) Peserta KB baru (PB) per Oktober 2016 mencapai 38.492 atau 76,64 persen. Hasil Pencapaian PPM PB untuk Kota Tangsel dibandingkan dengan kota/kabupaten lainnya di Provinsi Banten ini merupakan yang tertinggi atau berkategori sangat baik. Pencapaian tersebut akan terus meningkat karena data bulan November dan Desember belum masuk di pelaporan.
“Tahun ini kita targetnya sebanyak 50.223, mudah-mudahan bisa tercapai. Untuk kesadaran masyarakat Tangsel ber KB sudah baik, contohnya belum lama ini kita mengadakan acara pelayanan KB keliling di Serpong itu banyak masyarakat yang datang,” kata Ellen Hutabarat, Jum’at, (9/12/2016).
Ellen merinci, untuk pengguna kontrasepsi dengan Intra Uterine Device (IUD) di Kota Tangsel sebanyak 1.963 pengguna, Medis Operatif Wanita (MOW) mencapai 215, Metoda Operasi Pria (MOP) 7, kondom 3.154, Implant 1.298, suntikan 20.213, dan pil mencapai 11.642 pengguna.

“Data ini tidak dibuat-buat, setiap bulan dilaporkan. Karena laporannya juga dari bawah dengan melibatkan jejaring seperti Pos KB, kelompok KB, klinik, bidan, puskesmas, maupun praktek mandiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, untuk program yang sudah dilakukan BPMPPKB Kota Tangsel, Ellen menjelaskan sudah banyak program yang dijalankan.
“Diantaranya, sosialisasi kesehatan reproduksi, penyuluhan di KUA untuk orang yang akan menikah, kampung KB, dan masih banyak lagi yang lainnya,” jelasnya.

Ellen mengimbau, bagi masyarakat yang sudah menggunakan alat kontrasepsi untuk terus meningkatkan kualitasnya mengikuti metode KB Jangka Panjang (MKJP).
“Jadi jangan putus tidak menggunakan alat kontrasepsi, misalnya digunakan metode kontrasepsi jangka panjang,” imbaunya.
Kaitannya dengan jumlah penduduk Kota Tangsel yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, Ellen mengungkapkan bahwa laju pertumbuhan penduduk di kota yang saat ini berpenduduk 1.5 juta jiwa itu disebabkan karena arus urbanisasi yang tinggi.

“Setelah kita evaluasi, kesimpulannya bukan dari kelahiran, tapi dari urbanisasi. Meskipun demikian, kita tetap berusaha untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk melalui program Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) di masyarakat,” tutupnya.
Untuk diketahui, BKKBN pusat telah memberikan beberapa penghargaan kepada Pemerintah Kota Tangsel yang dipimpin walikota Airin Rachmi Diany, diantaranya penghargaan Manggala Karya Kencana pada tahun 2013 pada kegiatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XX di Manado dan penghargaan tanda penghormatan Satya Lencana Pembangunan tahun 2015 pada peringatan Harganas XXII di Tangsel sebagai tuan rumah.
Terpisah, Dewi Sari salah seorang warga Tangsel menilai program KB di Tangsel sudah cukup baik, apalagi sudah mendapatkan penghargaan-penghargaan nasional. Dia berharap kegiatan sosialisasi KB di Tangsel harus lebih ditingkatkan agar banyak diketahui oleh masyarakat.
“Sudah baik ya, bagusnya lebih ditingkatkan lagi,” singkatnya. (SR)
Pemerintahan2 minggu agoPenataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi
Sport2 minggu agoJadwal Timnas Indonesia Piala AFF 2026
Serba-Serbi4 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku
Otomotif2 minggu ago6 Mobil yang Wajib Dilihat di GIIAS 2026, ICAR V23 Jadi Pilihan Mobil Listrik Keren untuk Perkotaan
Sport2 minggu agoJadwal Lengkap Piala AFF 2026
Sport3 minggu agoPiala Presiden 2026: Peserta, Grup, Jadwal, Tiket, hingga Format Pertandingan
Sport2 minggu agoJadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Lawan Kamboja, Timor Leste, Vietnam, dan Singapura
Tips4 minggu agoReview Sepatu Padel Asics Sonic Smash Padel, Nyaman Dipakai Main Berjam-jam?













