Serba-Serbi
Tiga Langkah Mencegah Aquaplaning Agar Tak Sampai Celaka


Kabartangsel.com, JAKARTA – Mengendarai mobil saat hujan membutuhkan fokus lebih tinggi. Jalanan yang basah dan licin menjadi salah satu faktor yang membuat kendaraan mengalami slip atau aquaplaning yang bisa menyebabkan kecelakaan.
Menghadapi aquaplaning yang bisa saja terjadi, beberapa langkah antisipasi perlu dilakukan untuk menghindari tingkat kefatalan.
Terkait hal ini Instruktur Indonesia Defensive and Driving Center (IDDC), Adrianto Sugiarto Wiyono membagi beberapa tips untuk mencegah hal tersebut.
Baginya kunci menghindari dampak aquaplaning adalah memastikan kondisi kendaraan khususnya kaki-kaki mobil dalam keadaan sehat. Berikut tiga langkah mencegah aquaplaning agar mobil tidak mengalami ketidaksatabilan saat mengalaminya.
Pertama, periksa ketebalan ban mobil. Ban, baik ban motor atau mobil, terdapat tanda segitiga kecil yang biasa terletak di dinding ban dekat dengan tapak ban. Tanda segitiga itu adalah Tread Wear Indicator (TWI).
Standarnya TWI itu 1,6 mm, tapi disarankan ketika ukurannya 2 mm sudah harus siap diganti. Karena saat kondisi hujan, ban dengan TWI 2 mm memang masih dipakai masih bisa untuk membuang air melalui tapaknya, jika kurang dari ketinggian itu, ban harus diganti baru karena kemampuan melintasi jalan basah dan cengkraman saat pengereman akan menurun.
“Pastikan ketebalan ban diatas TWI karena ban yang masih dalam kondisi itu masih baik untuk mencengkram permukaan jalan yang basah,” kata Rian pada JawaPos.com, Minggu (10/2).
Kedua, tekanan ban mobil harus sesuai dengan standar yang ditentukan pabrikan. Ban menjadi satu-satunya komponen yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan, karena itu ia harus sehat. Tekanan ban yang sesuai dengan standar akan membuat cengkraman ban akan menjadi lebih baik dan safety saat melintasi genangan air.
‘Pastikan tekanan angin sesuai anjuran pabrik kendaraan. Jangan pernah di bawah standar. Ban yang mengempes sedikit akan membuat kendaraan limbung saat manuver akan membuat alur ban tidak sempurna dan menurunkan kemampuannya menyibakkan air dan itu bisa menyebabkan aquaplaning,” terangnya.
Ketiga, pastikan berkendara dengan kecepatan yang standar. Artinya saat berkendara di jalan yang digenangi dengan air hujan kecepatan mobil harus diturunkan atau disesuikan agat saat melakukan pengereman mobil lebih aman.
“Turunkan kecepatan ketika melalui genangan air atau pada saat hujan. Hal ini akan sangat mendukung kestabilan mobil saat pengereman. Kecepatan yang dikontrol akan membuat mobil tidak mengalami aquaplaning,” tukasnya.
(JPC)
Bisnis3 minggu agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan3 minggu agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan3 minggu agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Bisnis4 minggu agoSepanjang 2025, Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun
Sport4 minggu agoPersita Tangerang Evaluasi Total Usai Musim Kompetisi 2025/26, Ahmed Zaki Iskandar Siapkan Pembenahan Besar
Pemerintahan4 minggu agoSelain Hewan Kurban, Pemkot Tangsel Salurkan 10 Ribu Wadah Ramah Lingkungan
Cek Fakta3 minggu agoAwas Hoaks! Pemkot Tangsel Siap Melegalkan Miras demi Meningkatkan PAD




























