Connect with us

Nasional

Update 18 Oktober: Kesembuhan COVID-19 Bertambah Mencapai 4.075.011 Orang

Published

on

Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 18 Oktober 2021 secara nasional, angka kesembuhan harian bertambah mencapai 1.593 orang sembuh per hari. Adanya penambahan hari ini meningkatkan angka kumulatif kesembuhan hingga menembus angka 4 juta orang sembuh atau tepatnya 4.075.011 orang (96,2%).

Sejalan dengan itu, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, berkurang lagi sebanyak 1.014 kasus dan totalnya menurun menjadi 17.374 kasus (0,4%). Sementara pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), hari ini bertambah sebanyak 626 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 4.235.384 kasus.

Disamping itu, pasien meninggal juga bertambah lagi sebanyak 47 kasus dan kumulatifnya mencapai 142.999 kasus (3,4%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 215.213 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 457.320 kasus.

Advertisement

Untuk perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 bertambah sebanyak 477.788 orang dengan totalnya sudah melebihi angka 107 juta orang atau 107.981.016 orang. Sedangkan penerima vaksinasi ke-2 bertambah 456.232 orang dan totalnya meningkat melebihi 63 juta orang atau angka tepatnya 63.188.800 orang. Serta penerima vaksin ke-3 bertambah 3.685 orang dan kumulatifnya melebihi 1 juta orang atau 1.073.746 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.

Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat lima provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi Jawa Tengah menambahkan 205 orang dan kumulatifnya 451.803 orang, diikuti Sulawesi Selatan menambahkan 154 orang dan kumulatifnya 106.147 orang, Jawa Barat menambahkan 150 orang dan kumulatifnya 688.231 orang, DKI Jakarta menambahkan 149 orang dan kumulatifnya 845.366 orang serta Jawa Timur menambahkan 92 orang dan kumulatifnya 367.166 orang.

Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni di DKI Jakarta menambahkan 107 kasus dan kumulatifnya 860.252 kasus, diikuti Jawa Barat menambahkan 67 kasus dan kumulatifnya 704.537 kasus, Jawa Tengah menambahkan 63 kasus dan kumulatifnya 484.011 kasus, Sulawesi Selatan menambahkan 48 kasus dan kumulatifnya 109.370 kasus serta Jawa Timur menambahkan 43 kasus dan kumulatifnya 397.386 kasus.

Untuk sebaran kasus aktif dengan angka tertinggi, berada di Jawa Tengah sebanyak 2.165 kasus, Papua sebanyak 1.719 kasus, Jawa Barat sebanyak 1.639 kasus, 1.314 kasus, DKI Jakarta sebanyak 1.314 kasus dan Lampung sebanyak 1.142 kasus.

Advertisement

Selain itu, terdapat 5 provinsi dengan angka kematian harian tertinggi diantaranya di Jawa Tengah menambahkan 9 kasus dan kumulatifnya 30.043 kasus, diikuti Jawa Timur menambahkan 8 kasus kasus dan kumulatifnya 29.555 kasus, Bali menambahkan 5 kasus dan kumulatifnya 4.010 kasus, Kalimantan Utara menambahkan 5 kasus dan kumulatifnya 794 kasus serta Kalimantan Timur menambahkan 4 kasus dan kumulatifnya 5.432 kasus.

Disamping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 43.602.816 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 7.856.055 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 34.048.270 spesimen. Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 0,50% dan positivity rate spesimen mingguan (10 – 16 Oktober 2021) di angka 0,69%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 19 spesimen.

Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 145.729 orang dan kumulatifnya 29.186.549 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 24.951.165 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 145.103 orang. Sementara positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 0,43% dan positivity rate orang mingguan (10 – 16 Oktober 2021) di angka 0,58%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.

Advertisement

Populer