Upil Bukan Sekadar Kotoran, Ketahui 5 Fakta Uniknya

By on Rabu, 4 Desember 2019

Kotoran hidung atau upil biasanya dipandang sebagai hal yang menjijikkan. Justru, hari ini hingga kapanpun kita harus berterima kasih kepada upil. Kotoran yang umumnya berwarna hijau keabu-abuan ini ternyata memiliki peranan besar dalam sistem pertahanan tubuh.

Oleh karena itu, ketahui fakta unik seputar upil berikut ini.

Fakta unik seputar upil dan ingus

Upil atau kotoran hidung terbentuk karena ia memiliki manfaat dalam sistem pertahanan tubuh. Meski menjadi hal yang menjijikkan, ada banyak informasi yang perlu Anda ketahui seputar kotoran ini. 

Oleh karenanya, upil jangan lagi dipandang sepele. Saatnya mengulik apa saja fakta menarik di baliknya.

1. Ingus sebagai sistem pertahanan tubuh

Pernah bertanya-tanya, bagaimana upil bisa terbentuk? Dikutip dari laman Healthline, bahwa hidung dan tenggorokan menghasilkan 2 liter ingus setiap harinya. Tiga fungsi utama ingus ini dapat dilihat seperti di bawah ini.

  • Lubrikasi, untuk menjaga hidung dan saluran sinus tetap basah, serta mencegah keduanya dari iritasi.
  • Tameng pertahanan, untuk melindungi jaringan dan pembuluh darah pada lubang hidung dan sinus.
  • Saringan, untuk menyaring debu, benda asing yang kecil, dan bakteri maupun virus penyebab infeksi serta alergi.

2. Awalnya dari ingus, kemudian menjadi upil

Tubuh membiarkan peran ingus ini bekerja semestinya. Setelah ingus menangkap benda-benda asing di saluran pernapasan, maka rambut halus atau silia pada saluran pernapasan akan mendorong ingus ke hidung. Jika tidak dibersihkan secara cepat, ingus akan mengering dan menjadi upil.

Upil yang tadinya berbentuk lebih lembut dan lembab, akan keluar dengan warna yang bervariasi. Warna ingus bermacam-macam, mulai warna dari cokelat, kuning, ataupun hijau. 

3. Melawan batuk pilek

flu batuk pilek

Setelah mengetahui peran kotoran hidung dalam memproteksi tubuh, terutama dalam mencegah infeksi bakteri dan virus, ingus menjalankan perannya secara sederhana dan efektif. Sebelum virus dan bakteri berkembang menjadi lebih berbahaya.

Ketika Anda mengalami batuk pilek, tubuh memiliki reaksi otomatis dalam melawan virus batuk pilek. Biasanya tubuh akan memproduksi histamin lebih banyak. Senyawa tersebut memicu selaput hidung menjadi bengkak dan produksi ingus (mukus) juga lebih banyak. 

Oleh karenanya, mukus menjadi lebih tebal atau kental. Pertahanan ini dilakukan tubuh untuk mencegah penjalaran infeksi pada saluran napas bagian bawah. Jadi, tak heran, hidung selalu mengeluarkan banyak ingus dan upil ketika sedang batuk pilek.

4. Melawan alergi

Dalam melawan alergi, tubuh pun memiliki sistem pertahanan yang sama ketika ia melawan virus batuk pilek. Hal pemicu seperti debu, serbuk sari, atau alergen lain membuat selaput hidung membengkak dan meningkatkan produksi lendir. 

Pembengkakan tersebut biasanya dikenal dengan rhinitis alergi. Biasanya gejala tersebut disertai dengan batuk maupun bersin-bersin. Keduanya, bersamaan dengan sekresi lendir dan upil, merupakan sebuah pertahanan tubuh dalam mengeluarkan alergen.

5. Setiap hari kita menelan ingus

Siapa sangka bahwa Anda setiap hari menelan ingus.  Melansir Everyday Health, seorang dokter anak bernama Jonathan Auth, MD dari California mengatakan hal tersebut.

Silia, rambut-rambut halus pada sistem pernapasan, terus mendorong ingus ke belakang hingga ke tenggorokan. Secara otomatis, Anda mendapati diri menelan ingus sendiri. 

Terkadang seseorang juga berusaha mengeluarkan ingus atau lendir dari dalam paru-parunya dengan cara batuk, lalu menelan ingusnya. Secara alamiah, tubuh melakukan ini untuk mencegah penumpukan lendir pada saluran napas dan menghindarinya dari penyumbatan.

Meskipun upil memiliki peranan penting. Namun, jangan abai untuk tetap membersihkan hidung sehingga kesehatannya tetap terjaga dan mampu menjalankan perannya dalam menyaring kotoran.

Kabartangsel.com

Source