Connect with us

Lifestyle

Vaksin COVID-19 Oxford Berhasil Memicu Respons Kekebalan

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh University of Oxford, Inggris berhasil memicu terbentuknya antibodi dan sel-T pada peserta uji klinis. Antibodi dan sel-T adalah bala tentara dalam tubuh yang mampu mendeteksi dan melawan virus jahat yang akan menginfeksi organ tubuh.

Penelitian ini masih belum selesai dan harus dilanjutkan ke tahap uji klinis selanjutnya, tapi pemerintah Inggris percaya vaksin ini akan berhasil melewati 2 tahapan uji klinis selanjutnya. Mereka bahkan telah memesan 100 juta dosis vaksin. 

Perkembangan vaksin COVID-19 dari Oxford

Advertisement

Vaksin covid-19 oxford

Peneliti University of Oxford berkolaborasi dengan perusahaan “Astrazeneca” telah merilis hasil uji klinis vaksin COVID-19 fase 1/2 di The Lancet pada Senin (20/7). 

Hasilnya, vaksin Oxford ini merespons sel-T dalam waktu 14 hari dan merespons antibodi dalam waktu 28 hari. Antibodi dan sel-T ini terbentuk pada sebagian besar peserta setelah disuntikkan vaksin satu kali dan pada semua peserta setelah suntikan kedua.

Antibodi adalah protein kecil yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh dan menempel pada permukaan virus. Antibodi ini dapat menetralisir atau menonaktifkan virus yang membahayakan tubuh. Sedangkan sel-T adalah sejenis darah putih yang bisa mengidentifikasi sel tubuh yang telah terinfeksi virus dan menghancurkannya.

“Sistem kekebalan tubuh mempunyai dua cara untuk menemukan dan menyerang patogen (virus) yakni respons antibodi dan sel-T. Vaksin ini dimaksudkan untuk membentuk keduanya, sehingga dapat menyerang virus yang beredar di dalam tubuh, serta menyerang sel yang telah terinfeksi,” ujar ketua peneliti Dr. Andrew Pollard.

Advertisement

Dari penelitian ini, diharapkan sistem kekebalan dapat “mengingat” virus, sehingga vaksin Oxford tersebut akan melindungi orang untuk jangka waktu yang lama.

“Namun, kami perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan bahwa vaksin melindungi secara efektif terhadap infeksi SARS-CoV-2, dan untuk berapa lama perlindungan berlangsung,” lanjutnya.

Update Jumlah Sebaran COVID-19

Negara: Indonesia

Advertisement

Langkah uji klinis selanjutnya sampai vaksin siap diproduksi

Vaksin untuk kanker covid-19 oxford

Vaksin untuk kanker covid-19 oxford

Sejauh ini hasil uji klinis terbilang menjanjikan. Tapi masih dibutuhkan uji klinis lanjutan untuk memastikan vaksin ini cukup aman untuk diberikan kepada semua orang. 

“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk dapat memastikan apakah vaksin kami akan membantu penanganan pandemi COVID-19,” Profesor Sarah Gilbert, peneliti dari University of Oxford.

Saat ini belum jelas seberapa efektif kinerja vaksin pada orang yang lebih tua dan orang dengan penyakit penyerta. 

Uji vaksin yang disebut “ChAdOx1 nCoV-19” ini melibatkan 1.077 peserta berusia 18 hingga 55 tahun. Pengujian dilakukan di lima rumah sakit di Inggris sejak April hingga akhir Mei 2020.

Advertisement

Studi ini juga belum dapat menunjukkan apakah vaksin Oxford dapat mencegah orang menjadi sakit atau mengurangi gejala infeksi COVID-19. 

Menurut Pusat Pengendalian Penyakit Amerika (CDC), uji klinis pada vaksin diwajibkan melalui 3 fase uji. Fase 1 biasanya mempelajari sejumlah kecil orang untuk mengetahui apakah vaksin tersebut aman dan memunculkan respons antibodi.

Jalan Panjang Indonesia dalam Membuat Vaksin COVID-19

Pada fase 2, studi diperluas dan vaksin diberikan kepada orang-orang yang memiliki karakteristik seperti usia dan kesehatan fisik mirip dengan orang yang menjadi sasaran infeksi. Fase ketiga dilakukan kepada sejumlah besar orang untuk diuji ulang kemanjuran, keamanan, dan keselamatan peserta uji.

Selanjutnya, peneliti akan melakukan uji klinis tahap selanjutnya pada lebih dari 10.000 orang peserta di Inggris. Penelitian juga akan diperluas ke negara lain di luar Inggris, karena di Inggris tidak memiliki cukup banyak kasus penularan COVID-19. 

Advertisement

Cara paling efektif dalam uji klinis lanjutan adalah dengan mengujinya di zona merah atau wilayah dengan angka penularan yang tinggi.

Rencananya uji klinis pada vaksin ini akan dilakukan besar-besaran, melibatkan 30.000 orang di Amerika Serikat, 2.000 orang di Afrika Selatan, dan 5.000 orang di Brasil.

Peneliti Oxford juga akan melakukan uji tantang, yakni peserta yang telah disuntikkan vaksin dengan sengaja ditularkan SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Namun masih ada masalah etik karena kurangnya penanganan medis pada pasien COVID-19. 

Kapan vaksin akan siap digunakan?

vaksin pneumonia

vaksin pneumonia

Peneliti mengatakan jika lolos semua uji klinis, vaksin COVID-19 Oxford ini paling cepat akan siap diproduksi pada awal September 2020. Perusahaan AstraZeneca mematok target siap memproduksi vaksin secara masal pada akhir 2020. 

Advertisement

Perusahaan juga telah meneken perjanjian kerjasama dengan berbagai negara untuk memastikan mereka mendapatkan vaksin dengan dosis yang cukup. 

Selain Astrazeneca, ada beberapa perusahaan lain yang juga sedang bekerjasama dengan lembaga yang sedang mengembangkan vaksin. Mayoritas dari mereka juga mematok target menyelesaikan dan lolos uji pada akhir tahun dan selesai produksi di awal tahun 2021. 

Menurut data organisasi kesehatan dunia (WHO), setidaknya ada calon vaksin COVID-19 yang saat ini dalam proses uji klinis di seluruh dunia.  Di antaranya vaksin COVID-19 Moderna (Amerika Serikat) dan Sinovac Biotech (China) yang berencana bekerjasama dengan Bio Farma Indonesia dalam uji klinis fase 3.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tangerang Selatan6 menit ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan23 menit ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional4 jam ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional4 jam ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional19 jam ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional23 jam ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Pemerintahan1 hari ago

Gantikan Mukroni, H Ika Resmi Jadi Plt Kepala Dispora Tangsel

Pemerintahan1 hari ago

Alasan Mukroni Mundur dari Jabatan Kadispora Tangsel

Pemerintahan1 hari ago

Kadispora Tangsel Mengundurkan Diri, Pemkot Tangsel Pastikan Pelayanan Dispora dan Persiapan Porprov Banten 2026 Tetap Berjalan

Pemerintahan1 hari ago

Ular Sanca Masuk Permukiman Warga di Rempoa, Damkar Tangsel Lakukan Evakuasi

Pemberitahuan1 hari ago

Perizinan Tangsel Makin Mudah, SIMPONIE V3 Hadir dengan Fitur Ramah Difabel dan Real-Time

Tangsel ONE: Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel
Pemerintahan1 hari ago

Tangsel One Tambah Fitur Baru, Warga Tangsel Bisa Cari Loker hingga Cek Harga Pasar

Sport1 hari ago

FAM Tuntut Penjelasan FIFA soal Perubahan Waktu Tambahan Indonesia vs Bangladesh

Sport1 hari ago

Tamatlah Sudah Alkisah Kami: Malaysia Cetak 6 Gol ke Gawang Singapura, tapi Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 hari ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Sport1 hari ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Otomotif1 hari ago

iCAR V27, SUV Listrik Bergaya Offroad untuk Perjalanan Kota dan Luar Kota

Opini2 hari ago

Anak Remaja Makin Jarang Bercerita? Jangan-Jangan yang Dibutuhkan Bukan Nasihat, tetapi Kehadiran

Nasional2 hari ago

Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo

Otomotif2 hari ago

Motor Suzuki Access 125, Matic Klasik dengan Gaya Elegan dan Nyaman

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional3 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional3 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Banten2 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Nasional3 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Nasional3 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Nasional2 hari ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Populer