Banten
Veri Muhlis Arifuzzaman, Saatnya yang Muda Membangun

Veri Muhlis Arifuzzaman dikenal sebagai sosok muda yang cerdas, berwawasan dan berkomitmen pada pembangunan yang pro rakyat. Hal itu dapat dilihat dari pandangannya terhadap berbagai persoalan pembangunan, tertama di Provinsi Banten.
Lewat kiprahnya di berbagai organisasi, perannya di lintas provesi, serta tulisannya di pelbagai media, alumni Pondok Pesantren Daar El-Qolaam, Gintung, Jayanti ini kerap kali menyampaikan catatan kritis serta pemikiran konstruktif bagi kemajuan pembangunan.
Ambil contoh, ketika terjadi kesenjangan pembangunan ekonomi antara wilayah selatan dan utara Banten. Wilayah Selatan meliputi Kabupaten Lebak, Pandeglang dan Serang relatif lebih tertinggal daripada wilayah utara yang meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Cilegon.
Sebagai solusi tawaran kesenjangan tersebut, alumni UIN Syarif Hidayatullah yang aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini memberikan perhatian khusus pada pemberdayaan wilayah tertinggal yang dikemas dalam skema besar pembangunan, yakni integrasi pengembangan potensi daerah. Misalnya, dengan pengembangan kawasan agropolitan di wilayah selatan Banten (wilayah pertanian). Strategi itu, dinilai Veri sangat jitu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat tani. Demikian juga pengembangan kawasan minapolitan di wilayah perikanan.
Menurut Veri, agropolitan adalah sistem manajemen tatanan suatu kawasan yang menjadi pusat pertumbuhan bagi ekonomi berbasis pertanian (agribisnis/agroindustri). Kawasan ini juga nantinya mampu melayani, mendorong dan menarik kegiatan pembangunan pertanian di wilayah sekitar.
Secara luas, lanjut Veri. Pengembangan agropolitan berarti mengembangkan pedesaan dengan cara memperkenalkan fasilitas-fasilitas kota/modern yang disesuaikan dengan lingkungan perdesaan. Nantinya, agropolitan ini menjadi kawasan pemasok hasil pertanian (sentra produksi pertanian) yang member kontribusi terhadap pencaharian dan kesejahteraan masyarakat.
“Agropolitan tidak bisa dilakukan secara sepotong-sepotong dan setengah hati. Semua unsure penunjang perlu difasilitasi dan dikembangkan. Ini adalah soal strategi pengembangan potensi daerah yang berkaitan dengan daerah lain dalam satu wilayah,” kata Veri.
Demikian juga dengan pengembangan kawasan minapolitan di wilayah perikanan. Menurutnya, kebijakan pengembangan kawasan minapolitan sangat signifikan sebagai sebuah strategi pemerataan pembangunan. Melalui kawasan minapolitan, percepatan pembangunan di wilayah bagian selatan Baten akan terwujud. Dengan demikian, diharapkan potensi kekayaan laut di wilayah selatan dapat dikembangkan dan dieksploitasi secara optimal, sehingga berdampak positif bagi masyarakat.
Veri menekankan, pengembangan potensi ekonomi Banten secara integral harus tetap dilakukan dan terus diupayakan demi terwujudnya kemajuan Banten. Orientasi pembangunan harus diarahkan tidak semata pada tercapainya pertumbuhan ekonomi tapi harus juga memperhatikan pemerataan.
“Percuma tumbuh dan muncul orang-orang kaya, kalau orang miskin semakin banyak,” ujar Ketua Umum GEMA ORMAS MKGR Provinsi Banten 2012-2017 ini. (ombud/red/kt).
Tangerang Selatan3 hari agoIndah Kiat Tangerang Santuni Anak Yatim di Pondok Aren dan Kelapa Dua
Lifestyle5 hari ago7 Alasan Kenapa Kamu Harus Mengunjungi Songkran Festival
Otomotif5 hari agoMotor Suzuki Nex II, Pilihan Matic 115cc Terbaik yang Awet dan Nyaman untuk Aktivitas Harian
Bisnis7 hari agoPresdir Siemens Indonesia Raih Penghargaan Indonesia Best CEO Awards
Bisnis2 hari agoPromo Sunscreen Biore Selama Diskon Ramadhan di Blibli
Pemerintahan3 hari agoRamadan, Pilar Saga Ichsan: Pelayanan Publik Tak Boleh Kendor
Pemerintahan2 hari agoPemkot Tangsel Gelar Bazar Ramadan 1447 Hijriah Serentak di 7 Kecamatan pada 5 Maret 2026
Pemerintahan22 jam agoPilar Saga Ichsan Lepas Ekspor Perdana Bumbu Masak PT Niaga Citra Mandiri ke Arab Saudi

















