Veri Muhlis Berikan Motivasi Kemandirian Ekonomi di Majlis Taklim Al-Mughirah

By: Selasa, 17 September 2013

Ada yang beda di pengajian majlis taklim Al-Mughirah Ciputat Timur. Kali ini, anggota pengajian yang terdiri dari puluhan  ibu rumah tangga tak hanya mendapat siraman ruhani, melainkan juga motivasi tentang kemandirian ekonomi.

Ustadz Veri Muhlis selaku penceramah kala itu mengajak ibu-ibu ikut andil membangun kesejahteraan keluarga. Lewat kemampuan yang dimiliki, mereka didorong untuk membuka usaha dengan bertumpu pada kerajinan tangan.

“Misalnya, dengan memanfaatkan sampah plastik rumah tangga. Ibu-ibu dapat menyulam sampah itu menjadi produk yang bernilai ekonomis, menjadi tas kecil, dompet, dan semacamnya. Atau bisa juga ibu-ibu bikin kue dan snak yang dikemas dengan unik dan menarik,” kata Ustadz Veri di Masjid Al-Mughirah, Pisangan, Senin (16/9).

Selain menambah nilai ekonomis, lanjut Veri, usaha demikian juga menambah nilai ibadah. Apalagi dilakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, semata mengharap ridla Allah.

“Tuhan mencintai hamba-Nya yang bekerja keras dan bekerja ikhlas. Dan, bekerja menghidupi keluarga adalah ibadah yang dianjurkan oleh agama,” jelasnya.

Menurut Veri, kemampuan ibu rumah tangga dalam menunjang ekonomi keluarga cukup banyak dan beragam. Hanya saja, selama ini masih terpendam sehingga kerapkali mereka dipandang sebagai second class.

“Penyebabnya banyak. Bisa karena tidak ada wadah untuk menyalurkan keterampilan, minimnya modal, kurangnya perhatian pemerintah, termasuk kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar,” ujarnya.

Oleh karena itu, Veri berharap semua elemen khususnya pemerintah memberi perhatian pada ibu rumah tangga, terutama kelas menengah ke bawah. Perhatian yang dimaksud ialah dengan mendorong dan mengembangkan skill mereka serta memberi bantuan modal.

Calon DPRD Provinsi Banten nomor urut 2 asal Golkar ini meyakini, jika ibu rumah tangga mampu menjadi pelaku ekonomi kreatif, maka kesejahteraan sosial akan terwujud. “Karena kesejateraan masyarakat bermula dari kesejahteraan keluarga. Jika tiap keluarga sejahtera, maka masyarakat secara keseluruhan juga akan sejahtera,” terang Veri di ujung penyampaiannya. (kp/kt)