2 Manfaat Tanaman Arugula untuk Kulit yang Sayang Dilewatkan

By on Selasa, 19 Februari 2019

Mungkin Anda merasa asing saat mendengar nama tanaman arugula. Memang tak sepopuler bayam, kangkung, dan sawi, tapi tanaman arugula sebenanya banyak digunakan dalam berbagai masakan, lho. Anda dapat dengan mudah menemukannya pada makanan-makanan barat, seperti salad atau topping pizza. Menurut studi, arugula mengandung banyak nutrisi yang baik bagi kesehatan, salah satunya kulit Anda. Jadi, apasih manfaat tanaman arugula untuk kulit? Yuk, cari jawabannya berikut ini.

Kandungan nutrisi tanaman arugula

Tanaman arugula memiliki nama latin Eruca sativa yang punya banyak sebutan. Mulai dari rucola, ruguli, rucoli, selada Italia, sampai rocket salad. Berdasarkan jenisnya, arugula termasuk dalam famili sayuran cruciferous yang disebut-sebut sebagai sayuran pencegah kanker, seperti kubis, kangkung, kembang kol, dan brokoli.

Jika dilihat-lihat, tanaman hijau ini tampak mirip kangkung atau bayam, tapi dengan daun menyirip. Tanaman ini tumbuh subur di tanah yang kaya humus dengan pH antara 6 dan 6,8. Biasanya akan tumbuh dengan baik jika ditanam bersamaan dengan kacang polong dan selada. Selain daunnya bisa dimakan, arugula juga dimanfaatkan bunga dan bijinya untuk diekstrak atau dijadikan minyak esensial.

Dalam 100 gram arugula mentah dan segar, mengandung berbagai nutrisi, seperti:

  • Kalori: 25 kalori
  • Lemak: 1 gram
  • Natrium: 27 miligram
  • Karbohidrat: 4 gram
  • Protein: 2,6 gram

Dilengkapi juga dengan asam folat, vitamin C, vitamin K, dan vitamin A.

Sumber: Yournews

Manfaat tanaman arugula untuk kesehatan kulit

Khusus untuk kesehatan kulit, tanaman aragula memiliki beberapa manfaat, seperti:

1. Mencegah dan mengobati peradangan pada kulit

Manfaat tanaman arugula yang cukup melimpah, mulai dari mencegah penyakit kanker, makanan sehat untuk diabetesi, dan dianggap efektif dalam mengobati gangguan kulit. Menurut sebuah studi tahun 2009, ekstrak biji arugula diketahui mengandung senyawa organosulfur yang bersifat antikanker dan antiradang.

Senyawa pada arugula yang bersifat antiradang ini dapat mencegah sekaligus mengobati eksim. Eksim adalah peradangan yang menyebabkan kulit gatal, merah, pecah-pecah dan terasa kasar jika disentuh. Kulit yang bermasalah ini bisa terjadi di mana saja, umumnya di sekitar tangan, leher, lipatan siku dan lutut, serta wajah. Jika digaruk, kulit bisa terluka dan berisiko dengan infeksi.

Selain itu, kandungan methylthiobutylisothiocyanate juga bisa menekan pertumbuhan keratinosit (zat penyusun rambut, kulit, dan kuku) sehingga dapat mengobati psoriasis.

Psoriasis merupakan gangguan autoimun yang menyebabkan sel-sel kulit bereproduksi sangat cepat, menumpuk, dan membentuk bercak keperakan. Itulah potensi tanaman arugula sehingga cukup populer digunakan pengobatan masalah kulit tradisional di Timur Tengah.

2. Mencegah penuaan dini

Selain kaya dengan vitamin, tanaman arugula juga mengandung banyak antioksidan, seperti carotenoid yang disebut dengan lutein dan zeaxanthin. Kombinasi vitamin dan antioksidan tersebut mampu memperlambat penuaan dengan mencegah terbentuknya kerutan dan bintik hitam.

Antioksidan dari arugula dapat menangkal radikal bebas dari polusi atau paparan sinar matahari. Kemudian, vitamin A dan vitamin C dapat merangsang pembentukan kolagen yang menjaga tetap sehat dan kenyal. Selain itu, kolagen juga sangat penting dalam proses penyembuhan luka. Itu artinya, luka di kulit akan lebih cepat pulih.

Kabartangsel.com

Source