Connect with us

Citizen Journalism

25 Januari 1946: Palagan Lengkong, Meninggalnya Daan Mogot di Serpong

Monumen Lengkong SerpongElias Daniel Mogot. Usianya baru 17 tahun pada 25 Januari 1946, ia harus gugur di Hutan Lengkong, Tangerang, ketika hendak melucuti tentara Jepang. Kala itu, pangkatnya baru ajeg di tingkat mayor.

Elias Daniel Mogot lebih kita kenal dengan nama panggilannya, yaitu Daan Mogot. Iya, serupa nama sebuah jalan di kawasan Jakarta Barat. Daan Mogot adalah tentara dan pelatih anggota PETA di Bali dan Jakarta pada 1942. Mayor Daan sudah masuk organisasi militer pribumi bentukan Jepang di Jawa, PETA, sejak masa kependudukan Jepang, sekitar tahun 1942. Sampai akhirnya, Mayor Daan ke PETA Bali untuk menjadi pelatih. Kemudian dipindahkan lagi ke Jakarta.

Lalu, Mayor Daan memimpin pasukan PETA ke Lengkong, berniat ingin melucuti senjata tentara Jepang karena mereka telah kalah dan Indonesia telah merdeka. Tapi, Mayor Daan malah gugur di sana.

***

Lengkong kini merupakan daerah yang modern. Ia tidak lagi berbentuk hutan rimba, seperti ketika dulu, pada 1946, para anggota PETA masuk hutan untuk melucuti tentara Jepang.

Advertisement

Lengkong berubah menjadi wilayah pemukiman mahal yang termasuk dalam kawasan yang kini kita kenal dengan nama Bumi Serpong Damai. Meski wujudnya telah berubah, sejarah tidak dilupakan. Di tengah-tengah pemukiman modern tersebut, masih berdiri sebuah rumah sederhana bercat putih, dengan kusen-kusen bercat biru. Dulu, rumah ini digunakan sebagai markas tentara Jepang. Tempat inilah yang menjadi tujuan para anggota PETA (yang telah berganti nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat) yang dipimpin oleh Mayor Daan Mogot di tahun 1946.

***

Pada 25 Januari 1946, pasukan TKR sebanyak 70 taruna MA Tangerang (MAT) dan 8 tentara Gurkha dipimpin Mayor Daan Mogot berangkat ke Lengkong. Misi pasukan ini adalah mendahului pihak KNIL-NICA Belanda agar senjata-senjata tentara Jepang yang saat itu sudah kalah oleh sekutu tidak jatuh ke tangan Belanda.

Pasukan TKR sampai di Lengkong, tepatnya di markas Jepang, sekitar pukul 16.00. Situasi sangat damai awalnya. Truk pasukan TKR diberhentikan, dan beberapa orang turun lalu masuk markas tentara Jepang. Mayor Daan Mogot, Mayor Wibowo, dan Taruna Alex Sajoeti-lah yang menemui Kapten Abe di dalam markas. Sementara, sisa pasukan MAT yang lain dipimpin Letnan Soebianto dan Letnan Soetopo menunggu di luar markas.

Advertisement

Mayor Daan Mogot menjelaskan maksud kedatangannya soal pelucutan senjata. Kapten Abe menghubungi atasan di Jakarta karena belum tahu soal lucut-melucuti ini. Di luar, Letnan Soebianto dan Letnan Soetopo sudah mulai melucuti senjata anak buah Kapten Abe. Sekitar 40 orang Jepang berkumpul di lapangan.

Tapi lalu ada suara tembakan. Dor dor dor. Keadaan jadi semrawut. Rentetan tembakan dari 3 pos penjagaan markas Jepang menyasar ke para pasukan MAT yang ada di luar markas. Tentara-tentara Jepang yang berkumpul di lapangan mengambil kembali senjata mereka dan menyerang.

Pihak Jepang memiliki senapan mesin, juga menggunakan granat. Sementara, tentara Indonesia menggunakan karaben Terni dan belum terbiasa dengan senjata yang sering macet itu. Ketersediaan peluru juga terbatas. Keadaan tidak berimbang.

Para pasukan Indonesia menyelamatkan diri ke pohon-pohon karet di hutan Lekong. Bersembunyi.

Advertisement

Mereka yang ada di dalam markas mencoba keluar dan membantu, tapi tidak terlalu berpengaruh banyak. Mayor Daan Mogot terkena peluru di paha kanan dan dada. Lalu, ketika melihat anak buahnya yang memegang senjata mesin mati tertembak, ia kemudian mengambil senapan mesin tersebut dan menembaki lawan sampai ia sendiri dihujani peluru tentara Jepang dari segala arah.

Di akhir hari, 33 taruna dan 3 perwira gugur; serta 10 taruna luka berat. Mayor Wibowo bersama 20 taruna ditawan, sedangkan 3 taruna, yaitu Soedarno, Menod, Oesman Sjarief berhasil meloloskan diri pada 26 Januari dan tiba di Markas Komando Resimen TKR Tangerang pada pagi hari.

***

Memandangi rumah kecil bercat putih dan beraksen biru tersebut, pikiran Anda akan membayangkan pertempuran di tahun 1946 ini. Masih dikelilingi pohon-pohon karet, suara tembakan yang menguar-nguar di udara, darah di mana-mana, Lengkong kala itu pasti tidak sama dengan Lengkong kini yang tenang dan sepi.

Advertisement

Monumen Lengkong berdiri tangguh di samping rumah bekas markas tentara Jepang. Kawasan Monumen Lengkong seluas 4.000 meter, terdiri dari monumen dengan tiang bendera di atasnya. Di bagian bawah, ada kata-kata yang tertulis di atas keramik hitam. Tulisan itu mengisahkan tentang Pertempuran Lengkong dan siapa saja yang gugur karena pertempuran tersebut.

Berita baiknya, meski sudah menjadi kawasan pemukiman yang mewah, BSD City memutuskan tetap memelihara situs bersejarah berbentuk rumah ini, malah ditambah dengan pembangunan monumen. Jangan lupakan sejarah, toh Soekarno sudah bilang begitu.

Judul Asli: Siapa Itu Daan Mogot?

Sumber: http://renjanatuju.wordpress.com/2012/10/20/siapa-itu-daan-mogot/#more-2573

Advertisement

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional3 jam ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional7 jam ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Pemerintahan11 jam ago

Gantikan Mukroni, H Ika Resmi Jadi Plt Kepala Dispora Tangsel

Pemerintahan11 jam ago

Alasan Mukroni Mundur dari Jabatan Kadispora Tangsel

Pemerintahan11 jam ago

Kadispora Tangsel Mengundurkan Diri, Pemkot Tangsel Pastikan Pelayanan Dispora dan Persiapan Porprov Banten 2026 Tetap Berjalan

Pemerintahan12 jam ago

Ular Sanca Masuk Permukiman Warga di Rempoa, Damkar Tangsel Lakukan Evakuasi

Pemberitahuan13 jam ago

Perizinan Tangsel Makin Mudah, SIMPONIE V3 Hadir dengan Fitur Ramah Difabel dan Real-Time

Tangsel ONE: Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel
Pemerintahan13 jam ago

Tangsel One Tambah Fitur Baru, Warga Tangsel Bisa Cari Loker hingga Cek Harga Pasar

Sport14 jam ago

FAM Tuntut Penjelasan FIFA soal Perubahan Waktu Tambahan Indonesia vs Bangladesh

Sport15 jam ago

Tamatlah Sudah Alkisah Kami: Malaysia Cetak 6 Gol ke Gawang Singapura, tapi Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Sport15 jam ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Sport15 jam ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Otomotif15 jam ago

iCAR V27, SUV Listrik Bergaya Offroad untuk Perjalanan Kota dan Luar Kota

Opini1 hari ago

Anak Remaja Makin Jarang Bercerita? Jangan-Jangan yang Dibutuhkan Bukan Nasihat, tetapi Kehadiran

Nasional1 hari ago

Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo

Otomotif1 hari ago

Motor Suzuki Access 125, Matic Klasik dengan Gaya Elegan dan Nyaman

Suzuki XL7, Mobil SUV Keluarga dengan Interior Nyaman, Fitur Lengkap, dan Desain Gagah
Otomotif1 hari ago

Suzuki XL7, Mobil SUV Keluarga dengan Desain Gagah dan Fitur Lengkap

Nasional1 hari ago

Listyo Sigit Prabowo Bakal Dilantik jadi KSP?

Nasional2 hari ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Nasional2 hari ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional3 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Politik3 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Banten2 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Nasional3 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Nasional3 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport2 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Populer