Banten
3.624 Pelamar Tes Berebut 180 Kuota CPNS Banten

Tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan sistem computer assisted test (CAT) yang dilakukan pada 10–17 November 2014 di Pemprov Banten akan diikuti 3.624 pelamar. Mereka ini sebelumnya sudah dinyatakan lulus verifikasi. Ribuan peserta akan memperebutkan 180 kuota CPNS di lingkungan Pemprov Banten.
Dari 180 kuota tersebut, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendapatkan 122 orang, Kota Tangerang (116 orang), Kota Cilegon (82 orang), dan Kabupaten Serang (62 orang). Untuk Kabupaten Lebak yang memiliki kuota sebanyak 58 orang tidak diambil. Sementara, tiga kabupaten/kota lainnya yakni Kabupaten Pandeglang, Kota Serang, dan Kabupaten Tangerang kali ini tidak mendapatkan kuota formasi CPNS.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten Kurdi Matin mengatakan, pelamar yang masuk melalui sistem online awalnya sebanyak 5.105 orang. Dari jumlah tersebut yang mengirimkan berkas ke BKD hanya 4.376 pelamar.”Dari hasil verifikasi sesuai dengan kualifikasi hanya 3.624 berkas lamaran yang memenuhi sarat,” kata Kurdi Matin usai acara simulasi tes CPNS menggunakan sistem CAT di Pendapa Gubernur Banten kemarin.
Para peserta selanjutnya diberi nomor tes. Untuk tempat tes rencananya digelar di Pendapa Lama Gubernur Banten, di Kota Serang.”Dari jumlah pelamar itu akan dibagi tiga gelombang,” terangnya.
Untuk menghindari joki tes CPNS, BKD Banten akan melakukan pengawasan dengan cara mencocokkan foto peserta yang ada diabsensi dan nomor tes saat mengisi absensi pertama. Tidak hanya itu, BKD Banten juga melibatkan pengamanan dari Polda Banten. ”Kalau kami lihat, potensi kecurangannya sangat ketat,” terangnya.
Kabid Pengelolaan Teknologi Informasi Seleksi Badan Kepegawaian Negara (BKN) Yudhantoro Bayu Wiratmoko mengatakan, pada saat tes CPNS di luar ruangan ada layar yang menunjukkan nilai peserta secara otomatis.
”Misalnya saat tes peserta diantar orang tuanya, orang tua dapat menonton langsung berapa nilai anaknya, sementara anaknya yang sedang ikut tes tidak tahu. Nanti selesai tes dia tahu nilainya dan lulus tidaknya,” jelasnya.
Layar di luar ruang memperlihatkan hasil ujian wawasan kebangsaan, karakteristik pribadi, dan inteligensia umum dari masing-masing peserta.”Sistem ini tidak bisa diintervensi untuk mengubah nilai,” ujarnya.
Kebutuhan pegawai di Pemprov Banten dan pemerintah kabupaten/kota se-Banten memang cukup tinggi. Khususnya pegawai dengan spesifikasi bidang teknis seperti keuangan, planologi, arsiparis, transkripter hingga penerjemah bahasa asing di luar bahasa Inggris. (si/kt)
Nasional7 hari agoLamiPak Indonesia Raih Penghargaan Ajang Global CSR & ESG Summit & Awards 2026™ ke-18 di Bangkok
Jabodetabek7 hari agoTari Kreasi Tradisional Indonesia 2026 Sukses Digelar Meriah di Kebayoran Park Mall
Techno3 hari agoTangsel ONE: Tangerang Selatan One System
Pemerintahan3 hari agoPemerintah Kota Tangerang Selatan Luncurkan Tangsel One dan Asisten Virtual Helita
Opini7 hari agoFigur Pemecah Kebuntuan di Muktamar NU
Pemerintahan6 hari agoTangsel Raih Peringkat 3 Nasional Kota Berkinerja Tinggi, Benyamin Davnie: Momentum Perkuat Pelayanan Publik
Kampus4 hari agoGelar Pertemuan dengan Duta Besar Türkiye, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Buka Peluang MoU Perkuat Kerja Sama Internasional Antar Kedua Negara
Pemerintahan3 hari agoPemkot Tangsel Matangkan SPMB 2026/2027, Deden Deni: Persiapan Sudah Kami Lakukan Menyeluruh
























