Serba-Serbi
3 Standar Kunci Kualitas Ponsel Vivo


Kabartangsel.com, JAKARTA – Selain meningkatkan kapasitas produksi, pabrik PT Vivo Mobile Indonesia yang berada di Kawasan Industri dan Pergudangan Cikupa Mas, Tangerang, Vivo pun memastikan tiap ponsel yang keluar dari pabrik memenuhi standar keamanan dan penggunaan.
“Proses produksi smartphone Vivo di pabrik Cikupa dari hulu hingga hilir dilakukan melalui quality control yang ketat dengan line produksi yang terus beroperasi dengan prima demi menjaga kuantitas dan kualitas yang memenuhi standar mutu Vivo Global,” tutur General Manager for Brand and Activation PT Vivo Mobile Indonesia Edy Kusuma dalam keterangan tertulis, Rabu (19/12).
Edy menjelaskan, pabrik Vivo tersebut menyediakan beragam produk ponsel pintar berkualitas untuk memenuhi pasar Indonesia yang semua prosesnya dilakukan melalui pengawasan yang sangat ketat.
Perlu diketahui proses produksi yang dilakukan Vivo Mobile Indonesia ini menerapkan 3 poin penting yang dijadikan panduan standar. Apa saja?
Proses Produksi Ketat dengan Pengujian Multi-level
Setiap komponen yang dirakit selanjutnya diuji dengan mesin pengujian super canggih yang terintegrasi dengan jaringan intranet sehingga semua hasil pengujian dapat dilacak secara online.
Sistem juga memastikan bahwa hanya produk yang lolos dari pos pengujian sebelumnya yang dapat melanjutkan proses ke pos pengujian berikutnya.
Pada tahap pengujian, semua smartphone Vivo yang telah dirakit akan dilakukan pengujian seperti dijatuhkan sebanyak tiga kali untuk menguji kekompakan dan keutuhan komponen-komponen yang terpasang di dalamnya.
Pengujian lainnya berupa uji konsumsi arus, audio, MMI (SIM card/ infra merah/ sensitivitas/ tombol/ sensor gravitasi/ kompas), dilanjutkan dengan pengujian kamera, pengujian radio komunikasi atau jaringan (3G/4G) serta pengujian GPS dan Wi-Fi.
Quality Control Lab untuk Jaga Kualitas
Untuk uji produk lebih intensif dan spesifik, Vivo juga menambahkan laboratorium pengujian khusus (QC Lab). Sampel ponsel dari masing-masing line produksi diambil untuk melewati serangkaian pengujian lanjut, antara lain pengecekan daya saat performa berat, pengujian ketahanan suhu panas (50-75O Celcius) dan suhu dingin (hingga -20o Celcius), serta pengujian smartphone saat terekspos air.
Mesin ini akan diputar hingga ratusan kali untuk menguji ketahanan bodi ponsel. Drop test dalam tahap ini bersifat free fall atau tanpa diatur posisi dan letak jatuhnya.
Lanjut Ekspansi Basis Produksi untuk Dorong TKDN
Dalam waktu dua tahun sejak berdiri pada tahun 2016, pabrik independen Vivo telah melampaui standar Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan pemerintah sebesar 30 persen.
“Pengembangan pabrik bukan hanya untuk menambah kapasitas produksi untuk permintaan domestik, lebih lanjut kami juga memproyeksikan kontribusi TKDN dapat terus ditingkatkan seiring dengan eksistensi kami di pasar smartphone tanah air,” pungkas Edy. (mg9/jpnn)
Techno7 hari agoTangsel ONE: Tangerang Selatan One System
Pemerintahan7 hari agoPemerintah Kota Tangerang Selatan Luncurkan Tangsel One dan Asisten Virtual Helita
Pemerintahan7 hari agoTangsel ONE: Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel
Serba-Serbi6 hari agoKalender Mei 2026
Pemerintahan7 hari agoBenyamin Davnie: Lewat Tangsel One, Pemkot Tangsel Hadirkan Layanan Publik Berbasis AI Terintegrasi
Pemerintahan7 hari agoDiskominfo-BPS Tangsel Dorong Data Akurat Melalui Program Kelurahan Cinta Statistik
Pemerintahan7 hari agoMelalui Tangsel One, Helita Mudahkan Warga Tangerang Selatan Akses Berbagai Layanan Publik
Tangerang Selatan7 hari ago58 Cabor Siap Berlaga pada Porprov VII Banten 2026 di Tangsel

























