5 Cara Minum Obat yang Salah, Tapi Sering Anda Lakukan

By on Minggu, 12 Agustus 2018

Saat sakit Anda tidak dapat beraktivitas seperti biasanya dan juga harus minum obat yang pasti tidak Anda sukai rasanya. Walaupun bisa menyembuhkan Anda dari penyakit, cara minum obat yang salah justru bisa membuat kondisi kesehatan malah jadi bertambah buruk.

Apa saja cara minum obat yang salah?

1. Tidak baca aturan pakai pada obat tanpa resep

Saat sakit, beberapa orang mungkin cenderung lebih memilih menggunakan obat-obatan yang dijual bebas di apotek atau toko. Terutama pada penyakit yang tidak parah seperti diare, meriang, atau sembelit. Selain lebih praktis tanpa harus mengantri berobat ke dokter, menggunakan obat tanpa resep dokter juga dianggap lebih terjangkau.

Jangan salah, memakai obat tanpa resep juga bisa membuat kondisi Anda bertambah parah. Kenapa? Tidak teliti membaca aturan minum obat bisa menyebabkan Anda minum obat dengan dosis yang terlalu banyak, obat bereaksi dengan penyakit lain yang Anda miliki, kinerja obat terganggu karena obat lain yang Anda gunakan, atau bisa juga salah waktu minum obat.

Jadi, sebelum Anda menggunakan obat tanpa resep, pastikan dulu bahwa obat yang Anda gunakan sesuai dengan penyakit yang Anda miliki. Tanyakan pada apoteker atau cari tahu lebih dahulu mengenai obat yang ingin Anda gunakan. Jangan lupa untuk membaca aturan minum obat lebih dahulu dengan teliti.

2. Minum obat tertentu tanpa resep dalam jangka panjang

aturan minum obat

Punya penyakit yang gejalanya sering kambuh dan biasanya akan membaik dengan obat tertentu bisa membuat Anda bergantung pada obat tersebut. Saat gejala kambuh, Anda mungkin memilih membeli obat tersebut bahkan tanpa resep dari dokter.

Kebiasaan menggunakan obat tanpa resep dokter dan digunakan dalam jangka panjang bisa membawa efek samping yang buruk pada tubuh. Contohnya pereda nyeri seperti ibuprofen. Obat ini sangat mudah dicari tapi bukan digunakan untuk jangka panjang. Dilansir dari Reader’s Digest, jika terus digunakan, gagal ginjal dan perdarahan pada lapisan lambung bisa terjadi.

Jadi, apa pun obat yang Anda konsumsi apalagi jika gejala penyakit sering muncul dan mengganggu aktivitas Anda, segera berobat ke dokter. Konsultasikan penggunaan obat dan perkembangan kondisi Anda untuk menghindari keparahan penyakit dan penggunaan obat yang berlebihan.

3. Pakai antibiotik itu-itu saja

jenis obat

Jika Anda memiliki penyakit yang penyebabnya adalah jamur atau bakteri, biasanya obat yang harus Anda konsumsi adalah antibiotik. Sayangnya, obat ini tidak selalu ampuh untuk mengobati penyakit yang sama di lain waktu.

Menggunakan antibiotik yang sama atau salah minum obat antibiotik bisa membuat bakteri atau jamur menjadi kebal terhadap antibiotik itu. Akibatnya, penyakit akan jadi lebih sulit untuk diobati dan Anda harus minum antibiotik lain yang dosis atau potensi obatnya lebih kuat.

Jadi, selama pengobatan Anda harus memerhatikan dengan benar bagaimana efek antibiotik pada kesehatan Anda. Konsultasikan cara minum obat antibiotik yang tepat serta perkembangan kesehatan Anda ke dokter.

4. Berhenti atau tidak menghabiskan obat resep dokter

ibuprofen
Sumber: NBC News

Saat tubuh merasa lebih baik, rasa malas untuk menghabiskan obat sering kali muncul. Padahal ada obat-obat tertentu yang sebenarnya harus Anda minum hingga habis. Begitu juga dengan efek samping obat yang kadang membuat Anda tidak nyaman sehingga tidak mau menghabiskan obat.

Sikap malas minum obat ini bisa memperlambat proses pemulihan tubuh dari penyakit. Bahkan bisa menyebabkan penyakit jadi bertambah parah. Anda tentu tidak mau kan mengalami hal ini?

Nah, untuk itu Anda harus minum obat tepat waktu dan menghabiskannya sesuai perintah dokter. Anda bisa minta dokter untuk memberikan obat lain yang efek sampingnya lebih ringan sehingga tidak membuat Anda malas minum obat.

5. Pakai obat yang sudah kelamaan disimpan

acetaminophen paracetamol

Obat batuk, obat penurun panas, obat pencahar, atau obat diare pasti salah satunya ada di dalam kotak lemari obat Anda, bukan? Nah, menyimpan jenis obat-obatan tersebut memang memudahkan Anda saat sakit sehingga tidak perlu keluar rumah untuk membeli obat.

Namun, obat juga ada batas waktu pemakaiannya, sama seperti makanan. Tidak memerhatikan kapan batas kedaluwarsa obat dan tetap menggunakannya bisa memperparah infeksi atau gejala penyakit.

Sebaiknya perhatikan kapan tanggal kedaluwarsa obat. Tanggal tersebut biasanya tercantum pada wadah obat atau wadah kemasan luar obat. Agar tidak lupa, catat tanggal kedaluwarsa pada wadah obat dengan spidol atau label.

Kabartangsel.com

Source