Lifestyle
5 Obat Pemicu Psoriasis yang Perlu Anda Waspadai

Psoriasis merupakan penyakit autoimun yang tidak dapat disembuhkan. Penyakit kulit ini bisa hilang dalam waktu lama, kemudian muncul kembali. Akan tetapi, kambuhnya psoriasis bukan tanpa penyebab, selalu ada faktor pemicu tertentu. Penggunaan obat-obatan tertentu dapat menjadi salah satu pemicu kambuhnya psoriasis.
Obat-obatan pemicu psoriasis yang perlu dihindari

Psoriasis merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel kulit baru yang terlalu cepat. Ruam, sensasi terbakar, kulit bersisik, dan rasa gatal yang kuat merupakan gejala psoriasis yang utama.
Tak hanya obat lain, orang yang sedang mengalami gejala psoriasis juga bisa memburuk keadaannya akibat dipicu oleh obat psoriasis itu sendiri. Akibatnya, ruam dan peradangan kulit semakin sulit diatasi.
Belum diketahui secara pasti mengapa obat-obatan ini bisa memicu psoriasis. Hal ini lantaran sulitnya mendeteksi obat yang jadi pemicu dengan penyebab psoriasis itu sendiri.
Dalam studi berjudul Drug-induced Psoriasis: Clinical Perspectives disebutkan bahwa obat pemicu psoriasis memperlihatkan peradangan kulit yang khas. Obat itu menyebabkan penipisan di lapisan kulit terluar (epidermis). Secara umum, obat-obatan ini merangsang respons autoimun yang kemudian bereaksi menimbulkan psoriasis.
Berikut ini adalah obat-obatan yang perlu dihindari penggunaannya karena menjadi pemicu psoriasis:
1. Litium
Obat ini kerap digunakan dalam pengobatan depresi dan penyakit mental lainnya, seperti bipolar dan mania. Litium setidaknya memicu kambuhnya psoriasis pada 50 persen penderita.
Beberapa jenis psoriasis yang bisa terpengaruh dengan konsumsi obat ini adalah psoriasis plak, psoriasis pustular, dan psorisasi arthritis. Selain menyebabkan peradangan pada kulit tangan, kaki, dan badan, obat ini juga menjadi pemicu gejala psoriasis di kulit kepala dan kuku.
Peran pengobatan litium sangat penting dalam pengendalian bipolar. Oleh sebab itu, biasanya konsumsinya tidak dihentikan sekalipun memicu kambuhnya psoriasis, kecuali jika gejalanya makin sulit diatasi. Salah satu obat bernama inositol dapat digunakan untuk mengatasi psoriasis yang dipicu oleh konsumsi litium. Namun, penggunaan obat tersebut perlu dilakukan di bawah pengawasan dokter.
2. Antimalaria
Jika Anda berniat berpergian ke daerah wabah malaria, Anda diharuskan mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk ini. Akan tetapi, obat antimalaria seperti klorokuin dapat memicu peradangan di kulit.
Gejala psoriasis biasanya muncul setelah 2-3 minggu dari pertama kali mengonsumsi obat antimalaria. Efek samping peradangan kulit dari obat antimalaria ini khususnya berdampak pada jenis psorasis plak dan pustular.
Meskipun penggunaan obat malaria sudah dihentikan, gejala psoriasis baru dapat mereda setelah beberapa bulan. Maka dari itu, Anda perlu mendapatkan pengobatan medis untuk mengatasi psoriasis yang diakibatkan obat malaria.
3. NSAID
Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) merupakan obat-obatan yang berguna untuk mengurangi rasa sakit, seperti ibuprofen dan aspirin. Namun, salah satu jenisnya bisa menjadi obat pemicu psoriasis, yaitu indometachin yang biasa digunakan untuk mengobati arthritis.
Jika memang gejala psoriasis Anda kambuh atau bertambah parah akibat penggunaan obat ini, hendaknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Dokter mungkin akan mengganti dengan obat pereda nyeri lain.
4. ACE Inhibitor
ACE inhibitor merupakan golongan obat yang berfungsi menurunkan tekanan darah. beberapa contoh obatnya, antara lain benazepril dan enalapril. Namun, obat ini tidak berkaitan secara pasti jenis psoriasis tertentu.
Pada pengobatan psoriasis, obat ini justru digunakan untuk membantu mengatasi peradangan. Namun, efek penyembuhannya sangat terbatas.
Obat golongan ACE inhibitor malah bisa memperparah gejala psoriasis bagi orang yang memiliki keturunan atau riwayat genetik psoriasis secara langsung.
5. Beta-blockers
Salah satu jenis obat penurun tekanan darah lainnya yang juga dapat menjadi pemicu psoriasis adalah inderal. Obat ini termasuk ke dalam golongan beta-blocker.
Sebanyak 25-30% penderita psoriasis yang mengonsumsi obat ini mengalami gejala yang bertambah parah.
Obat beta blocker minum bentuk pil atau tablet dapat memperparah kondisi psoriasis plak dan psoriasis pustular. Sementara jenis obat olesnya berdampak pada psoriasis kuku.
Namun, tidak seperti obat pemicu psoriasis lainnya, efek samping dari penggunaan obat ini biasanya baru muncul setelah berbulan-bulan dari pertama kali mengonsumsi obat beta-blocker.
Pastikan Anda menginformasikan segala jenis obat dan penyakit yang Anda miliki ketika berkonsultasi ke dokter. Hal ini bisa membantu Anda untuk terhindar dari interaksi obat yang berpotensi meningkatkan efek samping yang mungkin terjadi.
Kabartangsel.com
Sport2 hari agoVeda Ega Pratama Crash di Moto3 GP Amerika 2026
Techno6 hari agoTrafik Data Indosat Melonjak 20 Persen Selama Mudik Lebaran 2026
Techno6 hari agoAplikasi WhatsApp Resmi Hadir di Smartwatch Garmin
Hukum6 hari agoRespons Layanan 110, Polres Tangsel Evakuasi Pohon Tumbang dan Atur Lalin di Pamulang
Bisnis5 hari agoAmartha Financial Rilis Amartha Empower
Bisnis5 hari agoLink Group Rilis Film Horor “Aku Harus Mati”
Bisnis5 hari agoParagon Corp Luncurkan Bright Now by Wardah
Sport2 hari agoGagal Finish, Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 GP Amerika 2026






















