Lifestyle
6 Bahaya Anemia yang Mungkin Mengintai Anda | Hello Sehat

Anemia adalah kondisi kurangnya darah merah dalam tubuh. Gejala anemia yang Anda rasakan bisa jadi mudah lelah atau lemah, sesak napas, dan pusing. Penyebab anemia bisa terjadi karena berbagai macam hal dari tingkat ringan sampai berat. Jika dibiarkan tanpa pengobatan, anemia bisa menyebabkan komplikasi dan bahaya kesehatan lainnya. Apa saja?
Apa saja bahaya yang mungkin muncul jika anemia tidak diobati?
Jika tidak diobati, anemia bisa menimbulkan bahaya berupa banyak masalah kesehatan, yaitu:
1. Gangguan pendengaran

Penelitian JAMA Otolaryngology-Head Neck Surgery menunjukkan bahwa anemia mungkin saja berhubungan dengan gangguan pendengaran. Pada penelitian tersebut, peneliti mengamati 305.339 pria dan wanita berusia 21-90 tahun. Sekitar 4 ribu di antaranya diketahui kehilangan pendengaran, dan 2 ribu lainnya memiliki anemia defisiensi besi.
Mereka menemukan bahwa pada orang dewasa yang memiliki anemia defisiensi zat besi, berpeluang lebih besar mengalami gangguan pendengaran hingga 2,5 kali lipat lebih besar dibandingkan mereka yang tidak.
Salah satu bahaya anemia yang mengganggu pendengaran adalah sensorineural. Hilang pendengaran sensorineural umumnya dianggap permanen.
Kekurangan zat besi juga dapat mengganggu bahkan membunuh sel telinga sehat. Hal ini meningkatkan risiko gangguan pendengaran terutama jika kematian sel terjadi pada sel-sel rambut di telinga bagian dalam.
2. Gangguan kehamilan


Volume darah pada ibu hamil dapat meningkat sekitar 20-30, sehingga pasokan zat besi (iron) dan vitamin untuk memproduksi hemoglobin pun ikut bertambah. Hemoglobin yang merupakan protein pada sel darah merah ini berfungsi untuk membawa oksigen ke sel lain dalam tubuh.
Kekurangan zat besi sejak sebelum kehamilan dapat menimbulkan bahaya. Jika tidak diatasi, kekurangan zat besi dapat mengakibatkan ibu didiagnosis anemia saat hamil.
Anemia merupakan salah satu risiko kematian ibu, bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR), infeksi terhadap ibu dan janin, keguguran dan kelahiran prematur.
Mengapa Ibu Hamil Sangat Perlu Zat Besi
Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui risiko terjadinya anemia saat hamil. Pastikan untuk mendapatkan tes saat pertama kali melakukan kunjungan pada dokter kandungan sebelum memasuki masa-masa kehamilan
3. Penyakit jantung


Jika tidak diobati, jenis penyakit anemia tertentu, seperti kekurangan zat besi dapat membawa bahaya pada masalah jantung.
Anemia membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk menebus kekurangan sel darah merah. Dikutip dari Mayo Clinic, kondisi itu dapat menyebabkan detak jantung yang cepat atau tidak teratur (aritmia). Akibatnya, Anda dapat terkena pembesaran jantung atau gagal jantung.
4. Depresi


Kerusakan saraf pada beberapa jenis anemia, seperti anemia pernisiosa, dapat mengakibatkan depresi jika tidak segera diobati.
Sebuah jurnal yang dipublikasikan Journal of Psychosomatic Obstetrics and Gynecology menemukan bahwa anemia defisiensi besi dapat meningkatkan risiko depresi pasca-melahirkan. Namun, penelitian lanjutan dibutuhkan untuk mengkonfirmasi hasil studi tersebut secara lebih rinci.
5. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak


Anemia kronis bisa berdampak dan membawa bahaya tersendiri pada setiap tahap pertumbuhan anak (bayi, masa kanak-kanak, dan remaja). Selain itu, sebuah penelitian yang dipublikasikan The American Journal of Clinical Nutrition menyatakan bahwa anemia defisiensi zat besi yang parah dapat mengakibatkan perkembangan anak secara mental, kognitif, dan motorik melambat. Diketahui, zat besi merupakan nutrisi penting untuk perkembangan otak.
6. Kematian


Bahaya penyakit anemia yang paling parah adalah kematian. Beberapa jenis anemia yang diturunkan (genetik), seperti anemia sel sabit, dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Kehilangan banyak darah dengan cepat dapat menyebabkan anemia akut dan parah, hingga berakibat fatal.
Bahaya penyakit anemia mungkin dapat Anda cegah dengan melakukan pengobatan anemia yang tepat dan cepat. Anda juga dapat melakukan upaya pencegahan anemia dengan langkah sederhana, seperti mengonsumsi makanan kaya nutrisi dan olahraga teratur.
Banten1 minggu agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Sport4 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional4 hari ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional4 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional4 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional2 minggu agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf











































