Sebanyak 80 persen dari 2.700 perusahaan yang ada di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Kepala Dinsosnakertrans Kota Tangsel, Purnama Wijaya mengatakan, masih banyak perusahaan di Tangsel yang belum mendaftarkan kepesertaan mereka di BPJS Ketenagakerjaan dan kesehatan.
“Masih ada perusahaan yang belum menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan,” ungkapnya saat sosialisasi di Rumah Makan Telaga Seafood pada Kamis, (22/09/2016) lalu.
Purnama mengatakan, berdasarkan peraturan seluruh perusahaan yang memenuhi kriteria, harus mengikutsertakan karyawannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan maupun Kesehatan. Mereka yang tidak ikut serta bisa dilaporkan secara perdata dan tata usaha negara.
Dia berharap perusahaan yang belum mendaftarkan karyawannya untuk segera mendaftar. “Harapan kami, perusahaan di Tangsel mengikut sertakan semua karyawannya menjadi peserta BPJS baik Ketenagakerjaan dan Kesehatan, karena banyak keuntungan yang didapat bagi perusahaan jika mendaftarkan karyawannya terlebih jika terjadi kecelakaan kerja,” ucapnya.
Sementara Kepala Bidang pelayanan BPJS ketenagakerjaan Tangerang – BSD, Herlina Siboro mengatakan, mereka yang belum mendaftarkan pekerjanya pada program BPJS Ketenagakerjaan, antara lain karena kurang kesadaran akan jaminan sosial, belum mendapat informasi yang cukup, dan karena kondisi internal perusahaan.
“Namun, karena ini sifatnya wajib maka perusahaan harus mendaftarkan pekerjanya,” ujarnya. Ia meminta pada pemerintah daerah untuk mengimbau perusahaan-perusahaan di daerahnya untuk mendaftarkan pekerjanya pada BPJS Ketenagakerjaan.
Lanjutnya, jaminan sosial merupakan hak pekerja, kalau pekerja tidak didaftarkan pada BPJS Ketenagakerjaan maka dia akan kehilangan 7,8 persen gajinya setiap bulan.”Jaminan sosial adalah hak pekerja dan berdasarkan undang-undang wajib sifatnya,” katanya.
Dikatakannya, ketentuan kewajiban itu diatur dalam Peraturan Presiden No 109 /2013 tentang Tahapan Kepesertaan Program Jaminan Sosial. Perpres ini merupakan amanat dari UU Nomor 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU No24/2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Di mana pendaftaran untuk usaha besar dan usaha menengah wajib mengikuti program jaminan kecelakaan kerja, program jaminan hari tua, program jaminan pensiun, dan program jaminan kematian. (rls/ts/fid)
Bisnis3 minggu agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan3 minggu agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Bisnis4 minggu agoSharp Indonesia Ajak Masyarakat Berpartisipasi di “Run for the Future” tanggal 21 Juni 2026
Tangerang4 minggu agoPN Tangerang Kabulkan Gugatan Developer atas Sengketa Lahan di Kadu Jaya Curug
Bisnis4 minggu agoAQUVIVA Berangkatkan Umrah 3 Marbot Masjid dan 6 Pemenang Kejutan Tutup Botol Ramadan ke Tanah Suci
Bisnis4 minggu agoLay’s Jadi Sponsor Resmi FIFA World Cup 2026
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Bisnis4 minggu agoKebijakan Bebas Pajak EV Dinilai Percepat Pertumbuhan SPKLU Swasta














