Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Heri Istu Hariono mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah gencar mengungkap peredaran narkotika di kalangan remaja termasuk mencegah peredaran Benzil piperazin, jenis narkoba yang kembali marak.
“Di Jakarta kini kembali marak. Zat tersebut sudah dikenal sejak 2009 lalu. Kita waspadai supaya tidak menyebar di Tangsel. zat tersebut banyak ditemukan di tempat hiburan malam. Sebab itu dikhawatirkan, juga bisa masuk ke remaja dan pemuda di Tangsel,” kata Heri dalam seminar NAPZA yang digelar Dinas Kesehatan Kota Tangsel di Gedung Graha Widya Bhakti Puspiptek, Setu, Kota Tangsel pada Rabu, (3/8/2016).
Benzyl piperazin ini berasal dari Belgia yang berjenis seperti ekstasi. Efeknya bagi pengguna narkoba itu beragam dan yang pasti berbahaya bagi kesehatan dan ancaman bagi generasi muda. Benzil piperazine semakin populer sebagai pengganti ekstasi ataupun shabu dalam kehidupan malam. Sedangkan di Indonesia sejak 2007 zat tersebut telah dilarang. Termasuk dalam suplemen makanan impor. Zat tersebut diklaim bisa membantu metabolisme tubuh.
Sebab itu, kata Heri wilayah Tangsel sebagai kawasan kota penyangga Jakarta sangat rentan akan peredaran Narkoba. Disebutkan Heri, wilayah Ciputat, Pamulang dan Pondok Aren termasuk zona rawan peredaran narkoba di Tangsel.
“Selain padat dengan pemukiman. Tiga wilayah tersebut juga padat dengan sejumlah kampus dan kos-kosan mahasiswa. Sehingga dimanfaatkan para bandar menjual narkoba. Itu harus diwaspadai,” tegasnya. BNN sebagai lembaga pemerintah lebih banyak melakukan pencegahan dan penyelamatan kepada masyarakat, tambah Heri.
Masih di lokasi yang sama, Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Tangsel Vinna Taurina mengatakan selama 2016 tengah mengamankan 48 orang. Mereka rata-rata berusia remaja yang menggunakan ganja. “Penyebarkan narkoba menyasar usia produktik dari 16 hingga 30 tahun. Buktinya anak remaja sudah mengenal narkotik jenis ganja,” jelasnya.
Masuknya narkoba di kalangan remaja, umumnya melalui pergaulan teman serta perilaku dan pola asuh di keluarga. Oleh karena itu, keluarga dan pergaulan sangat penting untuk dijaga keharmonisannya.
Sementara Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Agung Nugroho mengatakan selama Polres Tangsel berdiri sejak tahun 2015 lalu pihaknya berhasil mencatatkan 134 kasus narkoba. Menurutnya selain jenis baru yang mulai muncul, yang menjadi kendala dalam pemberantasan narkoba saat ini kelihaian pengedar dalam memasok barang haram tersebut kepada pemakainya.
“Modus saat ini pembeli tidak mengetahui identitas pengedarnya karena modusnya sekarang barang bisa ditaruh di suatu tempat sesuai dengan perjanjian,” ujarnya. Untuk itu saat ini pihaknya terus melakukan giat operasi di seluruh wilayah Tangsel termasuk tempat hiburan dalam rangka pemberantasan Narkoba.
“Kami terus cari dan tangkap, terlebih bila ada laporan dari masyarakat sangat membantu,” pungkasnya. (rls/fid)
Bisnis6 hari ago75 Persen Kelas Menengah Indonesia Tertekan secara Finansial
Bisnis6 hari agoIndofood Sponsori Film Animasi Garuda di Dadaku
Banten6 hari agoKomisi V DPRD Banten Siap Awasi Ketat Pelaksanaan SPMB 2026
Nasional6 hari agoJelang Hari Kartini, Selvi Gibran Rakabuming Dorong Penguatan Peran Perempuan dan Kesetaraan Gender dengan Kolaborasi Lintas Sektoral
Bisnis6 hari agoFujifilm Indonesia Bawa Kebahagiaan ke Panti Asuhan Lewat Program ‘First Family Photo’
Bisnis6 hari agoIsoplus Run Series 2026 Targetkan 17.000 Pelari
Bisnis6 hari agoPINTU Perkuat Edukasi dan Literasi Crypto bagi Generasi Muda
Nasional5 hari agoJaringan Muslim Madani: Langkah Menteri IMIPAS Cegah Haji Non Prosedural Sejalan dengan Visi Prabowo Benahi Tatakelola Haji














