Nasional
Menhan Prabowo Subianto di Kopasgat TNI AU: Presiden Bertekad Punya Pertahanan yang Kuat

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menegaskan bahwa Presiden RI Joko Widodo bertekad Indonesia harus memiliki pertahanan yang kuat.
Hal itu dikatakan Menhan Prabowo usai acara pengangkatan menjadi warga kehormatan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara, di Lapangan Jingga Markas Komando Kopasgat, Bandung, Selasa (14/3).
“Bapak Presiden bertekad kita punya pertahanan yang kuat”, ungkap Menhan Prabowo.
Menhan Prabowo menambahkan, Kopasgat merupakan pasukan khusus yang dikenal melaksanakan operasi lintas udara pertama di Indonesia, sewaktu perang melawan Belanda di Kota Waringin, Kalimantan Tengah.
Saat menyaksikan demonstrasi tempur pasukan Kopasgat, Menhan mengaku sangat bangga dan berbesar hati melihat keterampilan para prajurit yang sangat professional.

“Saya mantan komandan pasukan khusus di Kopassus. Saya mantan Komandan Jenderal, juga pernah ikut membentuk pasukan Anti Teror Satuan 81. Saya pernah latihan di beberapa negara. Melihat keterampilan profesionalisme para prajurit tadi, mereka sangat-sangat membanggakan. Kita tidak kalah dengan pasukan terbaik di dunia”, kata Menhan Prabowo.
Menhan Prabowo juga menjelaskan bahwa Indonesia butuh pasukan – pasukan yang kuat, untuk mempertahankan negara, menjaga kedaulatan negara dan menjaga kekayaan negara. Rakyat pun sangat mendambakan tentara yang kuat dan tentara yang hebat
Hal itu dapat tercapai apabila diberi leadership atau kepemimpinan yang baik, kemudian diberi perlengkapan yang baik dan hak-hak mereka diberikan dengan penuh. Niscaya mereka pasti berprestasi, pasti tidak kalah dengan tentara terbaik di dunia. Terlebih TNI memiliki semangat sangat tinggi, rela berkorban. Apalagi ditambah kepatuhan dan kesetiaan mereka kepada pimpinan.
“Sekali lagi apabila diberi leadership yang baik, perlengkapan yang baik, hak-hak mereka diberikan penuh, pasukan kita sangat sangat membanggakan”, tegas Menhan Prabowo.

Menhan Prabowo juga berjanji akan menginventarisir kebutuhan-kebutuhan pasukan untuk menyusun rencana ke depan. Dari segi kualitas sudah terpenuhi namun perlu penambahan pasukan mengingat wilayah udara yang harus dilindungi sangat luas, titik-titik yang harus dijaga juga sangat banyak.
“Kopasgat harus harus besar dan kuat. Kita ingin menambahkan skuadron-skuadron fighter kita dan kita ingin menambah pertahanan udara kita, baterai-baterai kita. Berarti radar-radar kita tambah, berarti mereka butuh dukungan”, ujarnya. (red/fid/rls)
Internasional6 hari agoCloudMile Borong Empat Penghargaan di Google Cloud Next 2026, Perkuat Ekspansi AI dan Cloud di Indonesia
Pemerintahan6 hari agoWali Kota Benyamin Davnie Lepas 393 Jemaah Haji Kloter Pertama Asal Tangsel
Bisnis6 hari agoKolaborasi WINGS for UNICEF–Hers Protex Gelar Edukasi Menstruasi Remaja Putri di Sekolah
Nasional6 hari agoKementerian UMKM–SIPPO Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa Organik ke Ghana Senilai Rp1,1 Miliar
Nasional6 hari agoMenaker Yassierli: Pelatihan Vokasi Jadi Langkah Nyata Siapkan Tenaga Kerja Kompeten
Pemerintahan6 hari agoGebyar Lansia Tangsel: Benyamin Davnie Dorong Lansia Tetap Sehat, Aktif, dan Produktif
Pemerintahan6 hari agoPemilih Pemula Diproyeksikan Dominasi Pemilu 2029, Pemkot dan KPU Tangsel Perkuat Demokrasi Lewat Sekolah Jawara
Nasional6 hari agoMenaker Yassierli Tekankan Pentingnya Perusahaan Sesuaikan Tugas Magang dengan Latar Pendidikan Peserta


























