Opini
Figur Pemecah Kebuntuan di Muktamar NU

Oleh: Sonny Majid
Residu polemik Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diterima oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diprediksi masih terasa hingga pelaksanaan Muktamar NU 2026, yang dijadwalkan Agustus atau Desember mendatang.
Selain persoalan IUP batu bara, kehadiran sejumlah tokoh luar negeri yang diduga pendukung zionis Israel sebagai narasumber dalam kaderisasi NU ikut menjadi masalah.
Dua hal tersebut yang akhirnya memicu perseteruan antara Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mencuat hingga memicu respon luas dari warga NU di daerah-daerah.
Tuntutannya adalah meminta agar PBNU mengembalikan IUP batu bara ke pemerintah dan keduanya dinonaktifkan.
Seiring berjalannya waktu, setelah melalui musyawarah para kyai sepuh di NU, bersepakat mengambil jalan tengah, yaitu tetap menggelar muktamar sebagai jalan tengah bijaksana guna tetap menjaga marwah NU.
Perhelatan Muktamar NU mendatang bisa jadi menjadi amat seru. Pertarungannya adalah siapa yang bisa kembali membawa NU pada nilai-nilai perjuangannya.
Sejumlah kandidat santer disebut, semisal ada nama KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin), KH Zulfa Mustofa, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Gus Faiz Syuron Ma’mun, KH Imam Jazuli, bahkan muncul nama Hery Haryanto Azumi.
Lainnya ada Prof Nasarudin Umar, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Nusron Wahid, KH Said Aqil Siroj, Mahfud MD, Andi Jamaro Dulung, bahkan Gus Yahya santer diisukan bakal mencalonkan lagi.
Peta siapa calon Ketua Umum PBNU selanjutnya masih abstrak, tapi tantangan NU ke depan telah menunggu.
Organisasi keagamaan terbesar di dunia ini setidaknya perlu merekayasa langkah strategis baru agar relevan di tengah perubahan dunia yang begitu cepat.
Jadi siapa figur pemecah kebuntuan?
Sport2 minggu ago38 Peserta League Cup 2026/27
Sport2 minggu agoHasil Drawing League Cup 2026/2027
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda
Sport1 minggu agoKlasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak
Sport2 minggu agoLeague Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final
Nasional6 hari agoGrand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik






































