Keparahan gejala asma bisa sangat beragam pada setiap orang yang mengalaminya. Bahkan, beberapa orang bisa tidak menyadari mereka mengidap asma. Gejala asma pun bisa disalahartikan sebagai batuk-batuk biasa atau sesak napas akibat hal lainnya. Jangan salah. Asma tidak boleh disepelekan. Serangan asma adalah kondisi darurat. Gejala asma bisa terasa sangat parah dan sampai mengancam nyawa jika terlambat ditangani. Lantas, kapan Anda harus segera ke IGD ketika asma kambuh?
Serangan asma yang kambuh adalah kondisi darurat. Mendapatkan pengobatan secepatnya bisa menyelamatkan nyawa.
Jika Anda masih ragu untuk menentukan apakah benar-benar perlu ke IGD atau tidak saat asma kambuh, coba ikuti panduan ini:
- Tanyakan ke teman. Saat asma Anda kambuh, sebaiknya segera tanyakan ke orang sebelah Anda apa yang seharusnya Anda lakukan. Apakah perlu ke IGD atau tidak, karena orang lain bisa melihat seberapa parah gejala asma yang Anda alami.
- Terlalu sering menggunakan inhaler. Jika Anda merasa jadi lebih sering menggunakan inhaler dari biasanya atau dari yang diperintahkan oleh dokter, ini merupakan salah satu tanda Anda harus ke IGD begitu asma Anda kambuh.
- Anda mengabaikan gejala asma. Mengabaikan gejala asma yang ringan sekalipun juga merupakan tanda Anda harus ke IGD.
Jangan tunggu gejala asma kambuh semakin parah
Inhaler adalah pengobatan utama gejala asma yang kambuh. Sebaiknya begitu merasakan gejalanya, segera hirup inhaler Anda. Anda mungkin merasa tidak perlu ke rumah sakit hanya karena asma, toh kondisi ini akan hilang dan bisa diatasi sendiri di rumah.
Penelitian menunjukkan gejala asma sering makin terasa parah dua atau tiga hari sebelum serangan asma terjadi. Akan tetapi, jangan tunda pergi ke rumah sakit untuk menunggu sampai gejalanya semakin berat. Mendapatkan pengobatan secepat mungkin artinya Anda dapat mengurangi risiko serangan asma yang bisa mengancam nyawa.
Orang dewasa dan anak-anak harus segera ke IGD rumah sakit terdekat ketika mengalami serangan asma, jika pengobatan darurat pertama gagal dilakukan setelah 10-15 menit atau jika gejala seperti berikut ini muncul:
- Semakin sulit untuk bernapas; leher dan dada terasa sesak setiap bernapas.
- Perubahan warna pada bibir, wajah, atau kuku menjadi biru atau abu-abu.
- Kesulitan bicara.
- Batuk yang menyakitkan.
- Mengi semakin buruk.
- Dahak berwarna coklat gelap atau berdarah.
- Demam tinggi.
- Kesulitan berjalan.
- Merasa gelisah.
Anda tidak perlu takut untuk menghubungi dokter dan meminta sarannya. Anda juga tidak perlu takut untuk datang ke IGD dan mencari bantuan medis saat asma kambuh. Lebih baik Anda datang ke IGD dengan gejala asma ringan daripada setelah menunggu napas Anda sampai terengah-engah. Mengantisipasi dengan datang lebih awal akan memudahkan dokter menentukan pengobatan terbaik untuk Anda.
Sport7 hari agoVeda Ega Pratama Crash di Moto3 GP Amerika 2026
Sport7 hari agoGagal Finish, Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 GP Amerika 2026
Nasional6 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tekankan Pentingnya Kerukunan Umat
Sport7 hari agoHasil Moto3 Amerika 2026 Guido Pini Juara, Veda Ega Pratama Gagal Finis
Bisnis6 hari agoASICS Rilis Sepatu Canggih SONICSMASH™ FF
Otomotif6 hari agoMobil Listrik Terbaik di Indonesia 2026: Tesla Model 3, Hyundai Ioniq 5, Hingga ICAR V23
Bisnis5 hari agoLG Electronics Indonesia Rilis Mesin Cuci AI Kapasitas Besar, WashTower dan Top Loading Hingga 25 Kg
Bisnis5 hari agoHerbalife Family Foundation Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp585 Juta untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Sumatra














