Banten
Alvara Research Center: Kepuasan Masyarakat Terhadap Kinerja Polda Banten Meningkat

Lembaga survei Alvara Research Center melaksanakan penelitian khusus tentang kinerja Kepolisian Daerah Banten untuk persepsi kepuasan, permasalahan atau persoalan di masyarakat serta terkait dengan presisi dan transformasi digital yang saat ini berjalan di Kepolisian.
Hasanudin Ali, Founder Alvara Research Center mengatakan telah melaksanakan riset khusus kinerja Kepolisian Daerah banten beberapa waktu lalu.
“Tim peneliti Alvara Research telah melaksanakan penelitian yang fokus pada kinerja Kepolisian Daerah Banten, yaitu dilihat dari persepsi kepuasan masyarakat, permasalahan dan persoalan di masyarakat serta presisi dan transformasi digital. Persepsi kepuasan diukur dari berbagai aspek sarana dan personil seperti Bukti Langsung, Keandalan, Daya Tanggap, Jaminan layanan dan Kesesuaian layanan,” jelas Ali pada paparannya, Rabu (19/06).

Selanjutnya Ali menyatakan riset ini bertujuan untuk mengetahui citra kepolisian yang dinilai kurang baik sehingga perlu melihat sejauh mana persepsi kepuasan masyarakat terhadap Polda Banten.
“Diakhir tahun 2023 terjadi transformasi kepemimpinan dengan Kapolda baru di Polda Banten, dilanjutkan pada awal tahun 2024 dilaksanakan Pemilihan Presiden Dimana tahun 2024 ini merupakan tahun pemilu di Indonesia. Sering kali citra Kepolisian dinilai kurang baik, sehingga perlu melihat sejauhmana persepsi kepuasan masyarakat terhadap Polda Banten,” ujar Ali.
Ali menjelaskan Dari hasil riset yang kita lakukan tentang kepuasan masyarakat secara umum terhadap Polda Banten yaitu sebesar 83,59 % . Hasil survey dilaksanakan pada awal Juni di enam wilayah Polres dan Polresta Polda Banten dengan jumlah responden sebanyak 1016 responden berusia diatas 17 tahun dengan mempertimbangkan proporsional jumlah penduduk, mengunakan multistage random sampling dengan margin error ±3,1% diperoleh nilai sebesar 83,59%’ Jelas Ali.
Ali mengatakan, nilai atau indeks kepuasan masyarakat dapat terus berubah dari waktu ke waktu yang dipengaruhi oleh kepentingan masyarakat.
“Angka 83,59 % tersebut menunjukan persepsi kepuasan pelayanan Polda Banten sudah baik, namun demikian, indeks tersebut dapat terus berubah dari waktu ke waktu yang dipengaruhi oleh harapan kepentingan dari masyarakat, semakin tinggi harapan atau kepentingan masyarakat maka akan menuntut performa layanan yang lebih baik. Artinya performa positif Kepolisian di Polda dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, tetap diperlukan inovasi-inovasi dan perbaikan untuk meningkatkan performa saranan prasarana hingga kemampuan personal, sehingga dapat menjaga kepuasan masyarakat,” jelas Ali.
Kemudian Ali menjelaskan tentang persoalan dan permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian atau prioritas adalah Curanmor dan kecelakaan lalulintas.
“Hasil survei ini juga menggali berbagai Permasalah/Persoalan sehari-hari yang dirasakan masyarakat antara lain Pencurian Kendaraan (65,4%), Kecelakaan Lalu Lintas (52,5%), Ketertiban/ Kepatuhan Lalu Lintas (36,6%), Perjudian Online (29,0%), Narkoba (20,3%), Tawuran Pelajar (19,2%), Begal (17,2%), Penipuan/ Hipnotis (16,8%), Balapan Liar (16,7%), Geng Motor (16,2%), Bullying (15,7%). Penanganan terhadap persoalan yang banyak dirasakan masyarakat tentunya akan dapat memberikan rasa aman, dan ke depan tidak hanya meningkatkan kepuasan masyarakat namun juga kepercayaan terhadap Kepolisian juga akan semakin baik,” ungkap Ali.
Selain itu Founder Alvara Research Center ini menjelaskan tentang presisi dan transformasi di Polda Banten. Terkait dengan konsep dan slogan Presisi yang didengungkan oleh Kepolisian RI di polda Banten, sebesar 58,4% masyarakat Banten menilai dengan adanya Presisi, kinerja Polri dari waktu ke waktu Lebih Baik. Sedangkan untuk Transformasi Digital sebanyak 61,1% masyarakat Banten menilai sangat bermanfaat/ membantu.
“Selain itu mayoritas Masyarakat, yaitu sebesar 93,6% merasa ingin mengetahui kegiatan dan program kepolisian untuk dapat disosialisasikan dan dikomunikasikan dengan baik, melalui media Televisi serta media sosial yang saat ini banyak digunakan masyarakat seperti Youtube, Instagram, Tiktok, maupun Facebook. Tentunya gaya komunikasi di sosial media dapat disesuaikan dengan sasaran kegiatan atau program yang dimiliki tanpa mengurangi citra positif Polda Banten pada khususnya dan Kepolisian RI pada umumnya,” pungkasnya.
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Bisnis4 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis4 minggu agoEvolusi Mie Sedaap: Dari Brand Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas dan Pengalaman Generasi Muda
Pemerintahan4 minggu agoCegah Kekerasan Sejak Dini, Pemkot Tangsel Edukasi Masyarakat soal Kesehatan Mental
Tangsel2 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia























