Lifestyle
Kemenag Luncurkan filmIslami.kemenag.go.id, Platform Streaming Film Islami Gratis

Kementerian Agama (Kemenag) resmi meluncurkan filmIslami.kemenag.go.id, sebuah platform video on-demand gratis yang menyajikan konten keislaman relevan bagi generasi muda. Kehadiran situs streaming film islami ini merupakan langkah strategis Kemenag dalam menghadirkan dakwah kultural yang sesuai dengan tren budaya populer saat ini. Sebagai etalase terkurasi, platform ini memungkinkan publik mengakses berbagai koleksi film pendek islami berkualitas kapan saja dan di mana saja.
FilmIslami.kemenag.go.id merupakan platform resmi yang dikembangkan Kementerian Agama RI melalui Subdit Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam sebagai ruang digital bagi karya-karya terbaik sineas muda dari seluruh Nusantara. Platform ini menghimpun film-film yang dihasilkan dari Kompetisi Film Islami (KFI).
Peluncuran platform ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam Kemenag) di UIN Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan, pada Rabu (17/12/2025). Langkah inovatif ini diambil untuk merespons riset pasar yang menunjukkan bahwa Generasi Z dan Alpha menjadikan film, musik, serta media digital sebagai rujukan utama dalam mengonsumsi informasi. Melalui wadah ini, Kemenag berkomitmen menyediakan konten religi yang edukatif namun tetap menghibur bagi masyarakat luas.
Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad mengatakan, pendekatan bimbingan keagamaan perlu menyesuaikan diri dengan ekosistem konsumsi generasi muda.
“Anak-anak seusia kalian ini hidup dengan pop culture—film, musik, olahraga, dan media sosial. Karena itu, bimbingan keagamaan harus hadir di ruang yang mereka akses setiap hari,” ujar Abu.
Menurut Abu, FilmIslami.Kemenag.go.id bukan sekadar kanal pemutaran film, melainkan bagian dari strategi membangun ekosistem kreatif. Kemenag membuka ruang kolaborasi dengan komunitas film dan sinematografi melalui berbagai skema, seperti lomba dan hibah prestasi, untuk mendorong lahirnya karya yang bermanfaat dan relevan dengan nilai-nilai keislaman.
“Kalau ekosistemnya dibentuk, kreativitas akan hidup. Pemerintah memberi dukungan meski kecil, tapi itu bisa mendorong teman-teman mencoba berkarya,” tambahnya.
Platform ini menyediakan akses gratis bagi publik untuk menonton film-film bernuansa islami. Kehadirannya menjadi strategi Kemenag dalam memperluas jangkauan dakwah kultural, tidak semata melalui ceramah, tetapi melalui medium film yang dekat dengan keseharian generasi digital.
Abu berharap, konten keislaman yang dihadirkan mampu bersaing di tengah arus hiburan digital sekaligus menjadi alternatif tontonan yang mendidik tanpa mengabaikan selera generasi muda.
Sementara itu, Plt. Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, menekankan kekuatan film sebagai medium dakwah yang menyatukan berbagai cabang seni sekaligus mampu menyentuh sisi emosional penonton.
“Film itu adalah akumulasi dari semua seni, di sana ada seni aktingnya, ada seni musiknya, ada syairnya, dan sebagainya. Selain itu, melalui menonton film kita bisa mendapatkan kesan yang sangat mendalam, sebagai contoh kita bisa tiba-tiba nangis. Kita bisa memanfaatkan situasi dan kondisi psikologis seperti itu menjadi saluran dakwah dengan cara-cara yang tidak konvensional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam, Wida Sukmawati, menjelaskan, platform tersebut memuat kumpulan film pendek hasil seleksi yang ditampilkan secara utuh dalam satu wadah.
“Dengan adanya platform ini, publik tidak lagi harus mencari film islami yang berserakan di YouTube. Di sini tersedia film dokumenter, fiksi, dan animasi yang memudahkan masyarakat menikmati film-film islami berkualitas,” kata Wida.
Wida mengungkapkan, FilmIslami.Kemenag.go.id menayangkan lebih dari 100 film karya lebih dari 300 sineas muda dari seluruh provinsi di Indonesia yang telah melalui proses kurasi. Selain menjadi ruang pemutaran, platform ini juga berfungsi sebagai dokumentasi karya dan sumber inspirasi bagi komunitas kreatif.
Film-film tersebut mengangkat beragam pesan, mulai dari toleransi, kepedulian lingkungan, hingga nilai-nilai sosial yang dikemas secara kreatif dan mudah diterima.
“Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan dan sinergi antara pemerintah dan komunitas kreatif, sekaligus menjadikan film islami sebagai salah satu pilihan tontonan berkualitas di tengah arus hiburan digital,” pungkas Wida.
Serba-Serbi4 hari agoKalender Februari 2026 Lengkap
Serba-Serbi4 hari agoKalender 2026 Pdf Free Download
Nasional5 hari agoBandara Internasional Banyuwangi Perkuat Peran sebagai Bandara Ramah Anak dan Ramah Lingkungan
Serba-Serbi4 hari agoAwal Puasa Ramadhan 1447 H Muhammadiyah Jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026
Pendidikan7 hari agoDaftar Homeschooling Kini Semakin Mudah di Pride Homeschooling Ciputat
Banten4 hari agoJajaran Pengurus Bank Banten RUPS Luar Biasa Tahun 2026
Banten4 hari agoKomisi V DPRD Banten dan Dindik Bahas Program Sekolah Gratis di APBD 2026
Jabodetabek6 hari agoJakarta Madrasah Award 2026, MI dan MA Pembangunan UIN Jakarta Raih Penghargaan Bergengsi




















