Serba-Serbi
Huawei Barambisi Kuasai Pasar Ponsel Dunia


Kabartangsel.com – Huawei Technologies percaya diri mereka bisa menjadi merk ponsel terlaris tahun ini meskipun mereka ditolak di Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya menunjukkan tanda-tanda negatif.
“Konsumen percaya dan yakin pada kami. Hanya orang-orang politik yang mencoba menekan kami,” kata Pimpinan Divisi Konsumen Huawei, Richard Yu, saat konferensi pers di China, seperti diberitakan Reuters, dikutip Jumat (25/1).
Pandangan Huawei bertolak belakang dengan kondisi para raksasa ponsel dunia, Samsung dan Apple, yang penjualannya melemah di China. Permintaan ponsel di pasar besar dunia melemah selama beberapa waktu belakangan.
Huawei bermula dari perangkat infrastruktur telekomunikasi dan beberapa tahun belakangan ini turut membuat ponsel pintar. Pendapatan Huawei untuk bisnis konsumen dikabarkan meroket 50 persen tahun lalu, melebihi 52 miliar dolar.
Divisi bisnis konsumen menyumbang 48 persen dari total pendapatan Huawei, artinya melebihi porsi bisnis jaringan telekomunikasi.
“Bahkan tanpa pasar AS kami akan jadi nomor satu di dunia. Saya yakin di awal tahun ini, atau paling lambat tahun depan,” kata Yu.
AS dan sejumlah negara lainnya melarang Huawei beroperasi di negara mereka karena perusahaan tersebut dicurigai digunakan pemerintah China sebagai mata-mata. Huawei menolak tuduhan tersebut
Huawei tahun lalu mengapalkan 208 juta ponsel.
IDC menyebutkan pengiriman ponsel global turun 3 persen tahun lalu, berada di digit tunggal tahun ini dan diperkirakan hingga 2022. Jaringan 5G diperkirakan akan membawa angin segar untuk industri ponsel.
Huawei memanfaatkan momentum ini untuk meluncurkan ponsel lipat yang ditenagai chipset yang sudah mendukung jaringan 5G bulan depan, saat Mobile World Congress. Perangkat akan dijual mulai April.
Huawei sudah menyiapkan chipset buatan sendiri Balong 5000, kompetitor Qualcomm Snapdragon X50, sebagai modem 5G dan dapat digunakan di kendaraan swakemudi.
Huawei mengklaim chip buatan mereka adalah yang pertama yang dapat digunakan di arsitektur berbeda di berbagai negara.
Huawei menggunakan chipset buatan sendiri untuk ponsel kelas high-end mereka, namun, tidak berminat mengembangkan divisi tersebut menjadi perusahaan terpisah dan bersaing dengan Qualcomm dan Intel. (Ant)
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Bisnis4 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis4 minggu agoEvolusi Mie Sedaap: Dari Brand Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas dan Pengalaman Generasi Muda
Tangsel3 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Bisnis4 minggu agoJKP Instrumen Penting Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja






















