Lifestyle
Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Mungkin Anda merasa bingung ketika tiba-tiba timbul perubahan pada pola makan anak, seperti menolak makanan yang disukainya hingga penurunan berat badan yang drastis. Bisa jadi Anda curiga bahwa anak Anda mengalami gangguan makan. Apa sebenarnya yang dimaksud gangguan makan pada anak dan apa yang harus dilakukan orangtua saat hal ini terjadi?
Apa itu gangguan makan pada anak?
Gangguan makan pada anak berarti adanya masalah atau perubahan kebiasaan yang drastis pada pola makannya. Penyebab gangguan makan pada anak bisa terjadi karena faktor biologis, behavioral, dan sosial.
Pada umumnya ada tiga jenis gangguan makan yang dapat terjadi pada seseorang, yaitu anorexia, bulimia, dan binge eating disorder.
Anorexia, yaitu kondisi di mana seseorang menolak makan karena rasa takut yang berlebihan menjadi gemuk. Bulimia terjadi ketika seseorang makan terlalu banyak dan kemudian memuntahkannya atau menggunakan obat pencahar untuk mencegah penambahan berat badan. Sementara itu, binge eating disorder yaitu kondisi di mana seseorang bisa makan dengan cepat atau tidak bisa mengendalikan makannya.
Apa yang harus dilakukan bila curiga terjadi gangguan makan pada anak?
Bila orangtua curiga anak mengalami gangguan makan, lakukan langkah-langkah berikut ini untuk mengatasinya.
1. Kenali tanda-tanda gangguan makan
Hal yang paling penting untuk mengetahui apakah anak mengalami gangguan makan atau tidak adalah mengenali dengan baik tanda-tanda gangguan makan tersebut. Bila anak Anda memaksakan diri untuk memuntahkan kembali makanan yang dimakan atau benar-benar menolak untuk makan, sudah jelas hal tersebut sebagai tanda awal adanya gangguan makan pada anak.
Tidak jarang, anak menyembunyikan bahwa ada masalah pada pola makan dalam dirinya. Saat ditanya pun, anak kerap menyanggah dan bersikap selayaknya anak normal. Bila hal itu terjadi, jangan dibiarkan. Cermati perilaku dan pola makan anak Anda dalam beberapa hari.
Perhatikan apakah anak Anda gelisah saan makan, apakah ia membatasi makan, apakah ia tiba-tiba menjadi sangat memilih dalam makan, apakah ia menjadi tampak tertutup terutama soal makan, atau apakah ia menolak makan bersama keluarga meskipun teman-temannya ikut serta? Bila Anda masih ragu, tidak ada salahnya menanyakan tanda-tanda gangguan makan yang dialami anak pada ahlinya.
2. Jangan salahkan diri Anda atau anak
Meski salah satu penyebab gangguan makan adalah faktor genetik, tetapi jangan berpikir bahwa hal ini terjadi karena Anda. Faktor genetik yang diturunkan kepada anak bukanlah sesuatu yang bisa Anda kontrol. Daripada memikirkan hal tersebut, fokuslah pada perawatan yang tepat untuk anak Anda.
Anda perlu mengingat bahwa gangguan makan ini adalah suatu penyakit. Anak tidak pernah memilih untuk mengalami gangguan ini. Jadi, Anda tidak bisa begitu saja menyalahkan anak atas gangguan makan ini. Lebih baik berikan bantuan dan dukungan kepada anak dalam melawan penyakitnya.
3. Ubah pandangan tentang makan, ukuran tubuh, dan kesehatan
Pada orang normal, beberapahal seperti mengontrol makan, mengontrol ukuran tubuh, dan melakukan olahraga menjadi hal yang penting untuk menjaga kesehatan. Namun, bagi yang mengalami gangguan makan, hal ini tidaklah sama.
Jangan pernah batasi anak Anda makan dengan alasan apapun, kecuali karena alergi. Jangan coba untuk mengontrol ukuran tubuh anak meski ia memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari rata-rata. Katakan pula pada anak yang memiliki gangguan makan bahwa olahraga justru berisiko terhadap kesehatannya.
4. Cari tahu tentang perawatan untuk gangguan makan
Saat mengetahui anak Anda mengalami gangguan makan, Anda perlu mengetahui perawatan apa saja yang bisa dilakukan. Ketahui perawatan yang tepat untuk masing-masing jenis gangguan makan. Cari tahu pula perawatan untuk gangguan makan yang terbaru dan berdasarkan pada sains dan medis.
Bila Anda memiliki asuransi, hubungi operator asuransi Anda dan pastikan bahwa Anda dapat menikmati manfaat dari asuransi tersebut.
5. Konsultasikan dengan dokter anak
Hal lain yang juga sangat penting bila anak mengalami gangguan makan yaitu berkonsultasi dengan dokter anak. Dokter anak dapat mendeteksi apakah benar ada gangguan makan dan mencegahnya menjadi lebih buruk.
6. Cari dukungan lingkungan
Merawat anak dengan gangguan makan pasti menjadi pengalaman yang sulit dan kondisi ini bisa menimbulkan stres pada diri Anda. Sementara Anda sebagai orangtua perlu terus memberikan dukungan kepada anak agar bisa membantunya melewati masalah ini.
Untuk itu, carilah dukungan untuk menguatkan diri Anda dalam mengatasi masalah ini. Bertemu dengan orangtua yang memiliki masalah yang sama bisa menjadi salah satu caranya. Anda bisa menemukannya di berbagai forum online, seperti Facebook atau website komunitas tertentu.
Kabartangsel.com
Bisnis6 hari agoWarnaGo Resmi Hadir di Tangerang, Usung Konsep One-Stop Solution Cat Premium
Banten6 hari agoPeringati Milad ke-6 dan HPN 2026, JMSI Banten Gelar Aksi Sosial dan Lingkungan
Jabodetabek5 hari agoIDWX Hadirkan Jam Tangan Tag Heuer Original untuk Pecinta Jam Mewah di Jakarta
Bisnis5 hari agoAle-Ale Rasa Buah Nanas: Juicy Nanasnya, Segarnya Juara
Pemerintahan5 hari agoBenyamin Davnie Pastikan Tumpukan Sampah di Tangsel Sudah Teratasi
Jabodetabek5 hari agoBedah Akuntabilitas BUMN Pasca Danantara, Akademisi UIN Jakarta Fathudin Kalimas Raih Doktor di UI
Pemerintahan5 hari agoPemkot Tangsel Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi Lewat Program Keluarga Berintegritas
Pemerintahan5 hari agoPilar Saga Ichsan Hadiri Puncak HPN 2026 di Banten: Perkuat Peran Pers Hadapi Tantangan Era Digital dan AI




















