Connect with us

Lifestyle

Pseudobulbar Affect : Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Definisi

Apa itu pseudobulbar affect (PBA)?

Pseudobulbar affect adalah kondisi gangguan saraf yang menyebabkan ledakan tertawa atau menangis tidak terkendali, dalam situasi yang tidak tepat. Kondisi ini juga dikenal dengan nama labil emosional, tawa dan tangis patologis, gangguan ekspresi emosi yang tidak disengaja, tawa atau tangisan kompulsif, atau inkontinensia emosional. 

Mereka yang mengalami PBA secara tidak sadar menangis, tertawa, atau marah. Ledakan emosi ini mungkin di luar proporsi yang seharusnya. Misalnya, sesuatu yang hanya sedikit menyedihkan, tapi ditanggapi dengan tangis berlebihan. 

Kondisi pseudobulbar affect (PBA) juga bisa memicu tawa pada saat kejadian menyedihkan terjadi. Bisa jadi pula, Anda terlalu cepat mengganti tawa dengan tangis. 

Advertisement

Dikutip dari Mayo Clinic, pseudobulbar affect biasanya muncul pada orang-orang dengan kondisi atau cedera saraf, yang mungkin memengaruhi bagian otak pengontrol emosi. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai gangguan suasana hati (mood swing).

Seberapa umumkah kondisi ini?

Pria dan wanita mungkin saja mengalami hal ini. Pseudobulbar affect (PBA) juga diketahui bisa muncul pada orang dengan masalah saraf lainnya, seperti penyakit Parkinson dan amyotrophic lateral sclerosis (ALS).  

Dengan diagnosis yang tepat, PBA dapat dikendalikan dengan pengobatan. 

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala pseudobulbar affect?

Gejala utama pseudobulbar affect (PBA) adalah mengalami ledakan tangisan atau tertawa yang tidak terkendali, berlebihan, atau tidak berhubungan dengan keadaan emosi Anda. Selain itu, Anda juga sering mengalami perubahan emosi, seperti dari tawa menjadi tangis, dalam waktu singkat. 

Advertisement

Suasana hati Anda akan tampak normal di antara episode, yang dapat terjadi kapan saja. Menangis tampaknya menjadi gejala PBA yang lebih umum daripada tertawa. 

Tingkat respons emosional yang disebabkan oleh PBA sering kali mencolok dengan tangis atau tawa hingga beberapa menit. 

Anda mungkin tertawa tak terkendali saat menanggapi situasi yang tidak terlalu lucu. Anda juga mungkin tertawa atau menangis dalam situasi yang tidak dianggap lucu atau menyedihkan. 

Gejala pseudobulbar affect yang umum adalah menangis. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai depresi. Namun, episode PBA cenderung berdurasi pendek, sedangkan depresi menyebabkan perasaan sedih yang terus-menerus.

Advertisement

Perbedaan pseudobulbar affect dengan depresi lainnya adalah PBA tidak menyebabkan gangguan tidur atau  kehilangan nafsu makanan. Namun, depresi adalah kondisi umum yang menyerang orang dengan PBA. 

Jika mengidap PBA, Anda mungkin merasa cemas atau malu ketika berada di depan umum. Anda mungkin mengkhawatirkan “episode kambuh” yang mungkin akan terjadi. Hal ini bisa membuat Anda menjadi depresi atau cemas. 

Jika Anda merawat seseorang dengan kondisi ini, Anda mungkin merasa bingung atau frustasi. Korban emosi dari kondisi ini dapat sangat memengaruhi pemulihan dan kualitas hidup. Penting untuk mencari perawatan dari dokter yang berkualitas.  

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda merasa mengidap PBA, segera bicarakan dengan dokter. Jika Anda memiliki kondisi neurologis atau saraf, Anda mungkin sudah dirawat oleh dokter yang mendiagnosis Anda dengan PBA.

Advertisement

Diduga, ada banyak kasus pseudobulbar affect yang tidak dilaporkan dan tidak terdiagnosis karena kurangnya kesadaran tentang kondisi tersebut.

Penyebab

Apa penyebab pseudobulbar affect?

Beberapa kondisi kesehatan tertentu bisa menjadi penyebab munculnya pseudobulbar affect (PBA).

Pseudobulbar affect (PBA) biasanya muncul pada orang-orang dengan kondisi atau cedera saraf, seperti:

Dikutip dari American Stroke Association, dalam kondisi pseudobulbar affect, ada pemutusan antara lobus frontal (bagian otak yang mengontrol emosi) dan otak kecil dengan batang otak (di mana refleks diterjemahkan). 

Advertisement

Efeknya tidak terkendali dan dapat terjadi tanpa pemicu emosional. Namun, butuh penelitian lebih lanjut soal penyebab pasti pseudobulbar affect. 

Diagnosis dan Pengobatan

Bagaimana cara mendiagnosis pseudobulbar affect?

Pseudobulbar affect biasanya didiagnosis melalui pemeriksaan neurologis/saraf. Untuk mengetahui apakah Anda memiliki PBA atau tidak Anda perlu memeriksakan kondisi ini ke dokter penyakit dalam (internis), spesialis saraf (neurologis), atau psikiater. 

PBA sering disalahartikan sebagai depresi, gangguan bipolar, gangguan kecemasan umum, skizofrenia, gangguan kepribadian, dan epilepsi. 

Bagaimana cara mengobati pseudobulbar affect (PBA)? 

Pengobatan pseudobulbar affect biasanya bertujuan untuk mengurangi keparahan dan frekuensi ledakan emosional. Pilihan pengobatan termasuk:

Advertisement

1. Antidepresan

Antidepresan, seperti antidepresan trisiklik atau tricyclic antidepressants (TCAs) dan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), dapat membantu mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan episode PBA Anda. 

Antidepresan dalam pengobatan PBA biasanya diresepkan pada dosis yang lebih rendah daripada yang digunakan untuk mengobati depresi. 

2. Dextromethorphan hydrobromide dan quinidine sulfate (Nuedexta)

Dikutip dari Healthline, U.S Food and Drug Administration (FDA)—atau setara dengan badan POM di Indonesia—mengumumkan bahwa Nuedexta obat pertama dan satu-satunya yang khusus menangani pseudobulbar affect. 

Nuedexta adalah obat yang terdiri atas dextromethorphan hydrobromide dan quinidine sulfate. Obat ini menargetkan bahan kimia dalam sistem saraf. Nuedexta dirancang untuk PBA pada orang yang memiliki multiple sclerosis dan kondisi lainnya.

Advertisement

Namun, Nuedexta saat ini belum dijual di Indonesia.

Dokter akan membantu Anda memilih terapi yang tepat untuk Anda dan memberikan obat dengan pertimbangkan efek sampingnya. Seorang terapi juga dapat membantu Anda menjalani kegiatan sehari-hari dalam kondisi PBA.

Pengobatan di rumah

Apa pengobatan rumahan dan perubahan gaya hidup apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi pseudobulbar affect?

PBA merupakan kondisi yang terjadi karena gangguan fungsi otak. Namun, perubahan kebiasaan dan gaya hidup dapat mengurangi efek dari pseudobulbar affect. 

Lakukan teknik relaksasi umum ketika Anda merasakan munculnya episode PBA, sehingga Anda dapat mengurangi atau menghindari episode tersebut. Teknik itu termasuk:

Advertisement
  • Tarik napas panjang
  • Meditasi 
  • Yoga
  • Terapi seni dan musik

Untuk mengurangi kecemasan akibat episode PBA, gunakan langkah-langkah yang dikutip dari Web MD di bawah ini:

  • Bicara pada orang di sekitar Anda tentang PBA yang Anda miliki serta pengaruhnya terhadap Anda dan keluarga. Ini dapat membantu mengurangi rasa terkejut atau bingung jika episode Anda terjadi. 
  • Catat setiap episode yang berlangsung, termasuk apa penyebabnya dan berapa lama itu berlangsung. Ini akan membantu ketika Anda menjalani pemeriksaan ke dokter. 
  • Bicara pada orang lain yang juga mengidap PBA. Mereka akan mengerti tentang perasaan yang Anda miliki dan mungkin akan memberikan tips untuk membantu Anda. 
  • Berganti posisi. Jika Anda merasa serangan tertawa atau menangis datang, ubah posisi duduk atau berdiri Anda. 
  • Bernapas perlahan dan dalam. Tetaplah melakukan ini saat episode berlangsung hingga Anda merasa bisa mengontrol keadaan. 
  • Istirahat. Ledakan emosi dapat membuat otot Anda tegang. Istirahatkan pundak dan kening Anda setelah episode terjadi. 

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Nasional37 menit ago

Wapres Gibran Rakabuming Terima 3 Tim Mahasiswa UB Termasuk Pembuat Rompi Anti Tantrum

Sport1 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4–6 September 2026

Sport2 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan 1 Lengkap

Pemerintahan11 jam ago

Pilar Saga Ichsan Tinjau Pembangunan Turap di Vila Pamulang, Grand Serpong dan Bukit Nusa Indah

Pemerintahan11 jam ago

Komisi Informasi Banten Nilai Inovasi Pemkot Tangsel Semakin Meningkat

Jabodetabek21 jam ago

IPW Desak Polri Bongkar Aktor Intelektual di Balik Kerusuhan Demo DPR

Kabupaten Tangerang22 jam ago

Persita Tangerang Datangkan Dion Wilhelmus Eddy Markx dari Persib Bandung untuk BRI Super League 2026/27

Sport22 jam ago

BRI Super League 2026/27 Siap Bergulir, I.League Tegaskan Target Tembus 10 Besar Asia

Sport23 jam ago

Ferry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?

Pemerintahan2 hari ago

DLH Kota Tangsel Gelar Uji Emisi Selama 3 Hari, Targetkan 1.500 Kendaraan

Pemerintahan2 hari ago

Benyamin Davnie: Hingga Akhir Agustus 2026, Cek Kesehatan Gratis di Tangsel Capai 53 Persen

Tangerang Selatan2 hari ago

Gilang Muhammad Iqbal Juara Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026, Bawa Karya “Ming Galih Gaya”

Pemerintahan2 hari ago

Pilar Saga Ichsan Dorong Desainer Lokal Tembus Tingkat Global

Sport3 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia U-20: Jadwal, Jam Kick Off, dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Sport3 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 AFC 2027

Sport3 hari ago

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Banten3 hari ago

Dewa United Datangkan Bek Muda Alfharezzi Buffon dari Garudayaksa

Nasional3 hari ago

Hasil Muktamar ke-35 NU: KH Miftachul Akhyar Rais Aam, Gus Kikin Ketua Umum PBNU 2026-2031

Hukum3 hari ago

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Mutasi 424 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda Berganti

Sport3 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026

Pemerintahan2 minggu ago

Parade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan

Pemerintahan2 minggu ago

Pemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu

Pemerintahan2 minggu ago

Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen

Pemerintahan2 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel

Banten6 hari ago

Hasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub

Pemerintahan3 minggu ago

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT

Pemerintahan2 minggu ago

Tb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel

Pemerintahan2 minggu ago

Benyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi

Pemerintahan3 minggu ago

Jelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi

Pemerintahan2 minggu ago

Tingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid

Nasional3 hari ago

Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional3 hari ago

Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU

Pemerintahan2 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Persatuan dan Kontribusi untuk Pembangunan

Nasional3 hari ago

5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Pemerintahan2 minggu ago

Tasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan

Nasional2 minggu ago

Kunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf

Pemerintahan2 minggu ago

TARA C-MORE, Daycare Ramah Anak di Pemkot Tangsel

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Kondisi Warga Kampung Waso dengan Sepeda Motor

Techno2 minggu ago

3 Cara Kerja eSIM XL untuk Koneksi Tanpa Kartu Fisik

Populer