Connect with us

Lifestyle

Peran Vitamin D Terhadap Angka Kematian COVID-19

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Sejauh ini masih banyak hal yang belum diketahui peneliti terkait COVID-19. Namun, temuan baru mengungkapkan bahwa kadar vitamin D di dalam tubuh ternyata berperan cukup penting terhadap angka kematian COVID-19. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Peran vitamin D terhadap angka kematian COVID-19

kurang vitamin D pici skizofrenia

Wabah COVID-19 kini telah menyebabkan jutaan kasus di seluruh dunia dan ratusan orang meninggal dunia. Jumlah kasus kematian yang kian hari terus meningkat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Mulai dari riwayat penyakit kronis yang diderita pasien hingga keterbatasan fasilitas di rumah sakit. 

Advertisement

Baru-baru ini penelitian yang dimuat di medRxiv mengungkapkan salah satu penyumbang angka kematian pada COVID-19 yaitu kekurangan vitamin D. 

Penelitian yang dipimpin oleh tim dari Northwestern University ini menganalisis data statistik dari rumah sakit dan klinik di beberapa negara mulai dari Tiongkok, Perancis, Jerman, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat. 

Beberapa negara di atas merupakan negara dengan tingkat kematian COVID-19 tertinggi, seperti Italia, Spanyol, dan Inggris. Hampir sebagian pasien dari negara tersebut ternyata mempunyai kadar vitamin D yang rendah dibandingkan negara-negara yang tidak terkena dampak begitu parah.

Update Jumlah Sebaran COVID-19

Advertisement

Negara: Indonesia

Penelitian ini dilakukan karena tim peneliti ingin mengetahui perbedaan tingkat kematian COVID-19 yang tidak dapat dijelaskan dari satu negara ke negara lainnya. Maka itu, mereka mencoba memeriksa kadar vitamin D sejumlah pasien dari negara yang terkena dampak parah. 

Hal ini dikarenakan salah satu faktor risiko dari kematian COVID-19 adalah badai sitokin. Badai sitokin merupakan kondisi peradangan hebat yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif. 

Penelitian tersebut ternyata menemukan adanya hubungan yang cukup kuat antara kadar vitamin D dengan badai sitokin terhadap angka kematian COVID-19.

Advertisement

Pasalnya, badai sitokin dapat memberikan dampak yang cukup parah terhadap paru dan menimbulkan gangguan pernapasan akut yang bisa berujung pada kematian.

Walaupun demikian, bukan berarti masyarakat diminta untuk ‘menimbun’ suplemen vitamin D dalam jumlah banyak. Temuan ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut dengan membandingkan negara lainnya yang memiliki kondisi yang berbeda. 

Kekurangan vitamin D dapat memicu badai sitokin

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa kekurangan vitamin D berpengaruh terhadap angka kematian COVID-19 karena dapat memicu badai sitokin. Mengapa demikian?

Kecukupan vitamin D dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh bawaan dan mencegah mereka menjadi terlalu aktif. Itu berarti bahwa kadar vitamin D yang sehat kemungkinan besar dapat melindungi pasien COVID-19 dari komplikasi yang parah, termasuk kematian. 

Advertisement

Vitamin D mungkin tidak dapat mencegah orang lain dari penularan infeksi virus, tetapi dapat mengurangi risiko terjadinya komplikasi dan kematian pada pasien.

Para peneliti juga berpendapat bahwa hubungan ini juga membantu menjelaskan mengapa anak kecil memiliki risiko kematian COVID-19 yang rendah.

Hal tersebut dikarenakan anak masih mengandalkan sistem kekebalan tubuh bawaan mereka, sehingga kemungkinan besar dapat mengurangi risiko terjadinya reaksi yang berlebihan. 

faktor penentu hilang COVID-19faktor penentu hilang COVID-19

Walaupun vitamin D berperan penting dalam pandemi COVID-19, masyarakat tetap diminta untuk tidak mengonsumsi vitamin D secara berlebihan. Konsumsi suplemen vitamin secara berlebihan tentu akan menimbulkan efek samping. 

Advertisement

Maka dari itu, peneliti masih memerlukan studi lebih lanjut untuk melihat bagaimana vitamin D secara efektif dapat digunakan untuk melindungi dari komplikasi COVID-19.

Intinya, kekurangan vitamin D cukup berbahaya, tetapi dapat ditangani lewat penggunaan suplemen yang wajar. Temuan ini mungkin dapat menjadi siasat baru untuk membantu melindungi kelompok yang rentan terhadap COVID-19, seperti pasien lansia. 

Sementara itu, dilansir dari Andrew Weil Center for Integrative Medicine, mencukupi vitamin D memang perlu untuk menghadapi COVID-19, terutama mengurangi risiko kematian.

Namun, ketika tubuh mengalami peradangan seperti yang terjadi pada pasien yang terinfeksi COVID-19 dan mengalami kondisi parah, vitamin D justru perlu dihentikan sementara. 

Advertisement

Hal tersebut mengingat vitamin D dapat mengaktifkan jalur peradangan dan molekul inflamasi, IL-1B. Hal ini ternyata menjadi ciri dan bisa berpengaruh terhadap munculnya gejala COVID-19.

Maka dari itu, vitamin D mungkin perlu dihentikan sementara waktu saat gejalanya muncul dan dapat dilanjutkan sesuai dengan kondisi pasien.

Siapa yang paling berisiko kekurangan vitamin D?

masalah tidur lansia

masalah tidur lansia

Faktor komplikasi COVID-19 yang bisa berujung pada kematian mungkin dapat disebabkan oleh kurangnya kadar vitamin D dalam tubuh. Maka dari itu, penting untuk mencukupi kebutuhan vitamin D harian Anda lewat makanan dan suplemen. 

Kebutuhan harian vitamin D bergantung pada usia seseorang, seperti:

Advertisement
  • bayi di bawah usia 12 bulan: 400 IU (satuan internasional)
  • anak berusia 1-13 tahun: 600 IU
  • remaja 14-18 tahun: 600 IU
  • dewasa 19-70 tahun: 600 IU
  • lansia 71 tahun ke atas: 800 IU
  • wanita hamil dan menyusui: 600 IU

Bagi orang yang berisiko tinggi terhadap kekurangan vitamin D, seperti lansia, biasanya membutuhkan lebih banyak asupan harian. Berikut ini beberapa kelompok yang paling berisiko mengalami kekurangan vitamin D, seperti:

  • bayi yang sedang disusui ASI tanpa suplemen vitamin D tambahan
  • lansia karena fungsi ginjal menurun untuk mengubah vitamin D menjadi bentuk aktif
  • orang dengan kulit gelap 
  • penderita osteoporosis
  • orang yang menderita penyakit ginjal, hati kronis, dan obesitas

Mengenal Badai Sitokin, Kondisi Fatal yang Mengintai Pasien COVID-19

Beberapa jenis di atas merupakan salah satu kelompok yang berisiko mengalami kekurangan vitamin D. Oleh karena itu, memenuhi asupan harian vitamin D sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing ternyata cukup penting, terutama untuk mengurangi risiko kematian COVID-19.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Pemerintahan12 jam ago

DLH Kota Tangsel Gelar Uji Emisi Selama 3 Hari, Targetkan 1.500 Kendaraan

Pemerintahan20 jam ago

Benyamin Davnie: Hingga Akhir Agustus 2026, Cek Kesehatan Gratis di Tangsel Capai 53 Persen

Tangerang Selatan22 jam ago

Gilang Muhammad Iqbal Juara Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026, Bawa Karya “Ming Galih Gaya”

Pemerintahan22 jam ago

Pilar Saga Ichsan Dorong Desainer Lokal Tembus Tingkat Global

Sport2 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia U-20: Jadwal, Jam Kick Off, dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Sport2 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 AFC 2027

Sport2 hari ago

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Banten2 hari ago

Dewa United Datangkan Bek Muda Alfharezzi Buffon dari Garudayaksa

Nasional2 hari ago

Hasil Muktamar ke-35 NU: KH Miftachul Akhyar Rais Aam, Gus Kikin Ketua Umum PBNU 2026-2031

Hukum2 hari ago

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Mutasi 424 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda Berganti

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026

Nasional2 hari ago

KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031

Nasional2 hari ago

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari

Nasional2 hari ago

Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU

Nasional2 hari ago

Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Pemerintahan2 hari ago

Dari Masjid untuk Masa Depan Digital, Diskominfo Tangsel Luncurkan GPS Digital Academy Innovation Center

Nasional2 hari ago

5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional2 hari ago

KH Miftachul Akhyar Rais Aam PBNU Periode 2026-2031

Sport4 hari ago

Persija Jakarta vs Brisbane Roar 4-0: Macan Kemayoran Tampil Menggila

Sport4 hari ago

Hasil Persija Jakarta vs Brisbane Roar 4-0

Pemerintahan2 minggu ago

Parade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan

Pemerintahan2 minggu ago

Pemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu

Sport3 minggu ago

Jadwal Dewata Challenge Series 2026: Bali United, Persib Bandung, dan Sabah FC

Pemerintahan2 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel

Pemerintahan2 minggu ago

Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen

Banten5 hari ago

Hasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub

Pemerintahan3 minggu ago

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan

Serba-Serbi3 minggu ago

Apa Itu DESIL?

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT

Pemerintahan2 minggu ago

Tb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel

Pemerintahan3 minggu ago

Kemarau Panjang, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Pemerintahan3 minggu ago

Jelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi

Pemerintahan2 minggu ago

Benyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi

Pemerintahan2 minggu ago

Tingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid

Nasional2 hari ago

Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU

Nasional2 hari ago

Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Pemerintahan2 minggu ago

Tasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan

Nasional2 minggu ago

Kunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf

Pemerintahan2 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Persatuan dan Kontribusi untuk Pembangunan

Pemerintahan2 minggu ago

TARA C-MORE, Daycare Ramah Anak di Pemkot Tangsel

Populer