Pondok Aren
Adi Kesuma, Warga Pondok Aren Ini Tubuhnya Penuh Benjolan

Angin segar menghampiri Adi Kesuma (58), warga Pondok Jaya RT 03/04, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) penderita kanker syaraf yang sekujur tubuhnya dipenuhi benjolan. Dua dokter asal Korea Selatan (Korsel) bersedia menyembuhkan penyakit yang sudah 46 tahun dia rasakan.
Sudah sejak pagi, Adi datang bersama Meta Lauren (23), putri pertamanya yang juga memiliki penyakit sama dengannya. Sambil menunggu, Adi menceritakan kalau penyakitnya ini sudah dideritanya sejak dia duduk dibangku sekolah dasar.
“Dari umur 12 tahun saya sudah begini. Mulanya sedikit, lama-lama banyak seperti sekarang ini,” ujar pria baya yang mengenakan celana dan tangan panjang untuk menutupi seluruh tubuhnya yang ditumbuhi benjolan.
Awalnya Adi tak mengetahui bagaimana dan kenapa bisa tumbuh ribuan benjolan di tubuhnya. Yang dia tahu, penyakit ini adalah turunan genetik dari ayahnya yang juga menderita penyakit yang sama. “Bapak saya juga begini, lalu turun ke saya. Sekarang penyakit itu sudah turun ke anak pertama saya (Meta),” katanya.
Adi berkali-kali memohon kepada dokter yang melintas di hadapannya untuk terlebih dulu menyembuhkan anaknya. “Dia selalu nangis kalau sendiri, saya tidak tega. Bagaimana dia mencari kerja nanti, biar dia dulu yang ditangani,” katanya lirih.
Permintaan sama juga diutarakannya di depan dua dokter asal Korsel yang rencananya akan menanganinya. Setelah sabar menunggu hampir 3 jam, akhirnya nama Adi dan sang putri dipanggil sebagai pasien pertama.
Empat dokter spesialis bedah plastik asal Korsel, yakni Dr Jang Sung Soo dan Dr Park Jong Ju dari INHA International Medical Hospital sudah menunggunya didalam ruangan scrinning atau observasi di lantai 5 RSU Kota Tangsel, Pamulang, Jumat (30/8). Saat melihat wajah Adi penuh dengan benjolan, terutama berukuran besar di bagian hitung, pipi, dan kepala, tanpa merasa jijik. Keduanya langsung memegang benjolan sembari menganalisis hal apa yang harus dilakukan.
“Kita harus mulai dari benjolan terbesar, tidak perlu semua. Tangani yang terparah dulu,” jelas dr Park dalam bahasa Korea bercampur inggris yang kurang faseh.
Kemudian, dr Park mengusulkan untuk mengoperasi bagian terparah dari wajah dan kepala Adi yang sudah ditumbuhi benjolan sebesar jempol orang dewasa. “Kita harus pulihkan dulu yang terparah. Kami punya alatnya di Korsel,” katanya yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan membuat Adi sangat lega.
Bagaimana tidak kegirangan, Adi mengaku belum pernah ada dokter yang secara tegas mengatakan penyakitnya bisa disembuhkan. Padahal selama puluhan tahun tersebut, Adi mengaku sudah bolak balik berbagai rumah sakit.
Seperti RSUD Kabupaten Tangerang, RS Fatmawati, RSCM, saa saja hasilnya. “Dokter selalu bilang angkat tangan, belum pernah ada penanganan,” kata pria berambut gondrong dan berkaca mata itu.
Makanya, kabar dari dokter impor bermata sipit itu, membuka harapan kembali kepadanya atas kesembuhan dia dan putrinya. “Mudah-mudahan, itu harapan saya,” katanya.
(satelit/kt)
Tangsel4 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan4 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan4 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Tangerang Selatan4 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoBenyamin Davnie: Pemkot Tangsel Dukung LANTIP Perkuat Program Kesehatan dan Pemberdayaan Lansia
Serba-Serbi2 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku



























