Nasional
Airin Rachmi Diany: Kebijakan Agraria Harus Sejalan dengan Astacita Prabowo untuk Indonesia Emas 2045

DPP Partai Golkar menegaskan peran strategisnya dalam agenda pembangunan nasional melalui penyelenggaraan seminar dengan tema ‘Reforma Agraria dan Keadilan Distribusi Tanah Untuk Mewujudkan Astacita’ yang diselenggarakan di rumah besar DPP Partai Golkar pada Jumat (12/12/2025)..
Pada forum ini, Ketua DPP Partai Golkar Bidang Kebijakan Pertanahan dan Reforma Agraria, Airin Rachmi Diany, mengatakan bahwa isu agraria bukan hanya persoalan urusan teknis pertanahan, melainkan menyangkut inti dari keadilan sosial, kemandirian ekonomi, serta arah pembangunan Indonesia dalam dua dekade ke depan.
Dalam konteks politik nasional hari ini, reforma agraria menjadi salah satu pilar yang paling relevan ketika negara sedang berada pada fase transisi menuju target besar Indonesia Emas 2045.
Di tengah tantangan ketimpangan penguasaan tanah, konflik agraria, hingga kebutuhan memperkuat ketahanan pangan, Partai Golkar menilai bahwa setiap langkah kebijakan terkait lahan harus ditempatkan dalam kerangka besar Astacita Presiden Prabowo Subianto.
Dengan pendekatan itu, Airin menempatkan reforma agraria bukan sebagai diskursus akademik, tetapi sebagai gerakan praksis yang menghubungkan cita-cita politik, visi pembangunan, dan kerja organisasi partai.
“Tema seminar hari ini lahir dari semangat Partai Golkar yang ingin mewujudkan cita-cita pembangunan Bapak Presiden Prabowo melalui visi bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045. Partai Golkar dengan semangat karya kekaryaan memiliki tujuan yang spesifik yaitu kerja-kerja partai harus berujung pada kebaikan dan kebermanfaatan untuk semua,” ujar Airin membuka pidatonya.
Ia menjelaskan bahwa terdapat misi ekologis, ekonomi, dan geopolitik yang saling terhubung dalam agenda reforma agraria nasional. Oleh sebab itu, reforma agraria merupakan sebuah keniscayaan untuk mendukung kemandirian bangsa.
“Semangat reforma agraria dalam Astacita Prabowo terutama dalam poin memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara, serta mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi hijau, ekonomi kreatif, dan ekonomi biru,” jelasnya.
Menurut Airin, agenda pemerataan ekonomi tak dapat dipisahkan dari pembangunan desa dan penguatan struktur ekonomi dari bawah. Distribusi kepemilikan tanah yang lebih adil akan menjadi fondasi transformasi ekonomi, menciptakan mobilitas sosial, dan mengurangi kesenjangan antardaerah.
“Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan merupakan komitmen penting kepemimpinan nasional dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Airin juga memberikan apresiasi terhadap kolaborasi lintas unsur di internal Partai Golkar yang memungkinkan diskusi ini terselenggara dengan kualitas dan partisipasi yang luas.
“Diskusi ini terselenggara atas kerja bersama antara bidang kebijakan pertanahan dan reforma agraria yang digawangi Ketua Panitia Mustahudin dan seluruh kawan-kawan, dari Direktur Eksekutif DPP Partai Golkar Syahmud Basri Ngabalin, serta Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Pak Idrus Marham,” ungkap Airin.
Antusiasme peserta memperlihatkan tingginya perhatian publik terhadap isu agraria. Acara ini dihadiri sekitar 160 peserta dari unsur pengurus DPP, kader, organisasi sayap, dan organisasi yang didirikan serta mendirikan Partai Golkar.
Selain itu, 250 unsur masyarakat dan mahasiswa turut meramaikan forum, dan partisipasi daring dari 34 DPD I serta 540 DPD II kabupaten/kota menjadikan seminar ini sebagai salah satu diskusi kebijakan agraria terbesar yang pernah digelar Golkar dalam beberapa tahun terakhir.
Menutup pidatonya, Airin menyampaikan bahwa forum ini harus menjadi momentum politik bagi Partai Golkar untuk bergerak lebih konkret. Bukan hanya memetakan persoalan, tetapi merumuskan rekomendasi dan langkah kerja hingga level daerah.
“Semoga seminar ini bisa menjadi pemantik harapan dan menjadi solusi untuk seluruh kader Partai Golkar dan masyarakat Indonesia. Seperti kata pepatah, daripada mengutuk kegelapan, lebih baik segera menyalakan lilin,” tutup Airin. (bg/fid)
Banten4 hari agoKomisi V DPRD Banten Siap Awasi Ketat Pelaksanaan SPMB 2026
Bisnis4 hari agoIndofood Sponsori Film Animasi Garuda di Dadaku
Bisnis4 hari ago75 Persen Kelas Menengah Indonesia Tertekan secara Finansial
Bisnis4 hari agoFujifilm Indonesia Bawa Kebahagiaan ke Panti Asuhan Lewat Program ‘First Family Photo’
Nasional4 hari agoJelang Hari Kartini, Selvi Gibran Rakabuming Dorong Penguatan Peran Perempuan dan Kesetaraan Gender dengan Kolaborasi Lintas Sektoral
Bisnis4 hari agoIsoplus Run Series 2026 Targetkan 17.000 Pelari
Bisnis4 hari agoPINTU Perkuat Edukasi dan Literasi Crypto bagi Generasi Muda
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Ajak Industri Kreatif Perkuat Kolaborasi Strategis



















