Nasional — Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengemukakan, bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menugaskan kepada Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan, Menteri Perindutrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk menghitung ulang harga gas, baik untuk industri maupun untuk keperluan lainnya.
“Presiden menugaskan agar finalisasi harga gas ini bisa diselesaikan selambat lambatnya pada akhir November tahun ini dan harganya dari 9,5 dolar AS/mmbtu ditekan harus di bawah 6 dolar AS/mmbtu, harus di bawah 6 dolar AS/mmbtu,” tegas Pramono kepada wartawan usai Rapat Terbatas tentang harga gas untuk industri, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (4/10) sore.
Tentunya, lanjut Seskab, nantinya harga gas untuk kebutuhan dalam negeri maupun kebutuhan untuk ekspor harus dibuat sama, sehingga dengan demikian pengaturannya akan lebih mudah.
Ditambahkan Seskab Pramono Anung, Presiden juga menugaskan Menteri Perindutrian Airlangga Hartaro agar ke depan tidak lagi bergantung pada luar, maka Menteri Perindustrian ditugaskan untuk pengembangan industri turunan dari petrochemichal maupun dari industri gas yang ada.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, harga gas bumi di Indonesia sangat tinggi, sangat tinggi dibandingkan dengan negara-negara yang lain, terutama di ASEAN. Harga gas di Indonesia tertinggi mencapai 9,5 dolar AS/mmbtu. Itu pun masih ada juga yang harganya 11 dan 12 dolar AS/mmbtu. Sementara harga di Vietnam hanya 7 dolar AS, Malaysia 4 dolar AS, dan Singapura 4 dolar AS.
Padahal, lanjut Presiden, negara kita mempunyai potensi cadangan migas, cadangan gas bumi yang cukup banyak, sangat banyak. Dan sebaliknya negara-negara tersebut baik Vietnam, Malaysia, Singapura ini dapat dikategorikan mengimpor gas bumi.
Presiden meminta dilakukan langkah-langkah yang konkret agar harga gas kita lebih kompetitif.
“Saya kemarin hitung-hitungan, hitung-hitungan, ketemunya saya kira antara 5 6 dolar AS/mmbtu nanti. Kalau enggak angkanya itu enggak usah dihitung saja. Syukur di bawah itu,” tegas Presiden. (sk/fid)
Banten2 minggu agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Sport1 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional1 minggu ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional1 minggu agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional1 minggu agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional1 minggu agoProfil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari
Sport6 hari agoFerry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?
Sport2 minggu agoJersey Home & Away Musim 2026/27 Persita Tangerang, Angkat Filosofi “Zirah Pendekar Cisadane”













