Tangerang Selatan
Akibat BBM Naik, BPS Tangsel Prediksi Angka Kemiskinan Bakal Meningkat

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangsel memprediksi angka kemiskinan di Kota Tangsel meningkat. Peningkatan tersebut akibat dari kenaikan BBM sebesar Rp 2 ribu. Data BPS tahun 2013 angka kemiskinan di Kota Tangsel mencapai 25.400 jiwa atau 1,75 persen.
Kepala BPS Kota Tangsel, Darusman mengatakan ada beberapa efek yang timbul akibat kenaikan BBM. Seperti meroketnya harga kebutuhan pokok. Akan tetapi, kenaikan harga barang-barang tidak dibarengi peningkatan pendapatan masyarakat.
“Kondisi ini yang membuat kemiskinan bisa meningkat. Imbas kenaikan BBM mengakibatkan besar pasak daripada tiang,” katanya, Kamis (20/11).
Selain harga barang pokok naik, imbas BBM juga berdampak kepada naiknya harga transportasi. Ini juga salah satu yang membuat angka kemiskinan bisa bertambah. Sebab tidak semua warga menengah ke bawah yang pendapatannya ikut bertambah setelah naiknya BBM.
Berapa angka orang miskin bertambah, Darusman belum dapat memastikannya. Namun berkaca dari tahun sebelumnya paska BBM naik, bakal ada penambahan orang miskin.
Apalagi kenaikan BBM selalu dibarengi inflasi yang cukup tinggi. Ia mencontohkan inflasi mencapai 10,75 persen saat Presiden SBY pada 2008 menaikkan BBM dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000. Begitupun ketika SBY malah menurunkan BBM pada 2009 dari Rp 5.000 menjadi Rp 4.500, inflasi turun hanya 1,3 persen.
“Untuk tahun ini ketika Presiden Joko Widodo menaikkan BBM, angka inflasinya belum diketahui. Mungkin beberapa waktu lagi baru tahu berapa angka inflasi,” ujarnya.
Darusman menyarankan agar inflasi tidak tinggi Pemkot minimal harus bisa memastikan suplai barang-barang yang masuk ke Tangsel aman. Sebab bila ada masalah dengan suplai barang, efeknya adalah melonjaknya harga-harga kebutuhan.
Selain suplai barang, penyaluran bantuan pemerintah paska kenaikan BBM harus segera direalisasikan. Adanya kompensasi BBM naik ini minimal bisa membuat daya beli masyarakat miskin meningkat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Muhammad mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan barang kebutuhan pokok paska kenaikan BBM. Hingga kini pasokan barang masih normal dan tidak ada yang terlambat.
“Pengawasan terus kita lakukan. Bila ada yang bermasalah langsung kita antisipasi,” ujarnya. (rep/kt)
Banten4 hari agoDownload SPTJM SPMB Banten 2026
Banten4 hari agoPra SPMB 2026 Provinsi Banten
Banten4 hari agoJadwal Lengkap SPMB SMA, SMK, dan SKh Provinsi Banten 2026
Banten4 hari agoJuknis SPMB Banten 2026
Pemerintahan6 hari agoBenyamin Davnie Lantik 6 Pejabat Eselon II Tangsel, Open Bidding Terakhir Diganti Sistem Merit
Pemerintahan6 hari agoPilar Saga Ichsan Tekankan Satu Visi Tangani Stunting, Target Tangsel Turun ke 7 Persen di 2026
Nasional6 hari agoSurabaya ISOPLUS Marathon 2026 Digelar 4 Oktober
Pemerintahan4 hari agoDorong Pelayanan Prima, Benyamin Davnie Tegaskan Integritas ASN dan Tinjau Gedung Baru Disdukcapil–Bapenda Tangsel

















