Apakah Pasien DBD Perlu Transfusi Darah Ketika Trombosit Turun?

By on Jumat, 27 Maret 2020

Apakah pasien demam berdarah atau DBD perlu mendapatkan perawatan transfusi darah? Tergantung dari kondisinya. Sedikit gambaran, demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue (DENV), virus ini dapat disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty, yang banyak ditemukan di daerah tropis.

Setelah virus ini masuk ke dalam tubuh manusia, virus dapat berkembang biak. Ini menyebabkan kerusakan yang selanjutnya menjadi keluhan-keluhan pada pasien DBD.

Salah satu keluhan atau gejala yang ditemukan adalah jumlah trombosit (disebut juga platelet) yang rendah. Namun, apakah pasien DBD yang mengalami penurunan trombosit harus transfusi darah? Ketahui penjelasannya berikut.

Hubungan antara demam berdarah dan trombosit turun

obat demam berdarah dbd

Umumnya pasien DBD mengalami penurunan jumlah trombosit. Kondisi trombosit yang rendah disebut trombositpenia. Ada beberapa teori yang menjelaskan mengapa DENV dapat menyebabkan turunnya trombosit.

Satu dari teori itu menyebutkan bahwa DENV dapat merusak sel-sel (sel progenitor hematopoetik dan sel stromal) penting di sumsum tulang belakang yang tugasnya membentuk trombosit. Rusaknya sel-sel yang memproduksi trombosit ini menyebabkan turunnya jumlah trombosit dalam tubuh.

Teori lainnya menjelaskan bahwa sel trombosit yang sudah ada di peredaran darah dapat dirusak oleh DENV sehingga pecah dan hancur. Sel-sel trombosit yang hancur ini berakibat pada kurangnya jumlah trombosit dalam tubuh.

Trombosit atau platelet adalah sebuah sel penting yang berperan dalam menghentikan pendarahan. Jika seseorang terluka dan berdarah, trombosit akan datang dan membuat sebuah plug atau sumbatan yang akan membantu menutup luka itu sehingga pendarahan dapat berhenti.

Pada orang dengan DBD, kadar trombosit sangat rendah dan pendarahan sangat mudah terjadi. Ini sebabnya orang dengan demam berdarah biasanya akan diminta untuk istirahat total. Aktivitas berat mudah menyebabkan pendarahan pada orang dengan kadar trombosit yang rendah.

Pendarahan pada orang yang terinfeksi DENV termasuk pendarahan kecil pada kulit, lebam-lebam sampai pendarahan yang lebih serius seperti pendarahan pada saluran pencernaan yang menyebabkan muntah darah atau BAB berdarah. Lantas, apakah pasien DBD perlu mendapatkan transfusi darah? Ia perlu melalui pemeriksaan laboratorium dulu untuk mendapatkan prosedur tersebut.

Kondisi pasien DBD yang memerlukan transfusi darah

Penularan hepatitis B melalui transfusi darah

Penularan hepatitis B melalui transfusi darah

Hal berbahaya yang bisa terjadi pada pasien demam berdarah adalah adanya kebocoran plasma. Plasma merupakan sebuah cairan yang membentuk darah secara keseluruhan, bersama dengan hemoglobin.

Reaksi tubuh terhadap infeksi DENV menyebabkan plasma bocor dari pembuluh darah dan masuk ke jaringan sekitar pembuluh darah.

Dalam hasil laboratorium, ini ditunjukan dengan meningkatnya kadar hematokrit (konsentrasi hemoglobin, kadar ini meningkat karena jumlah plasma berkurang). Orang ini akan terlihat seakan kekurangan cairan, tetapi sebenarnya cairan itu masih ada di dalam tubuhnya. 

Implikasi dari keadaan ini adalah dokter harus berhati-hati saat hendak memberikan terapi cairan (infus) kepada pasien DBD. Pemberian cairan infus yang berlebih dapat menyebabkan overload atau kelebihan cairan yang dapat berakibat fatal.

Produk-produk darah (konsentrat platelet, darah utuh, sel darah merah, dll) memiliki kadar yang lebih pekat, sehingga jika diberikan secara sembarangan lebih mudah menyebabkan kelebihan cairan.

Oleh karena itu, dokter biasanya sangat berhati-hati akan memberikan transfusi pada orang dengan DBD dan tidak semua orang dengan DBD langsung ditransfusi. Belum lagi ini transfusi dapat menyebabkan reaksi alergi, ini akan menjadi masalah lain yang dapat memperburuk keadaan pasien.

Transfusi konsentrat platelet/trombosit hanya diberikan kepada mereka dengan pendarahan aktif yang tidak kunjung berhenti. Pada keadaan seperti ini biasanya pasien akan diberikan transfusi platelet atau faktor pembekuan (cryoprecipitate).

Karena pasien dengan pendarahan hebat, trombosit akan terus digunakan oleh tubuh untuk mencoba menghentikan pendarahan. Guna transfusi pada kasus ini adalah membantu tubuh agar tidak kehabisan cadangan trombosit untuk menghentikan pendarahan yang terjadi.

Biasanya transfusi akan dihentikan saat pendarahan sudah berhenti. Setelah ini terjadi, pasien tetap harus istirahat terlebih dahulu dan menghindari aktivitas berat.

Jika infeksi DBD belum selesai dan pasien terus beraktivitas, pendarahan dapat terus terjadi. Pasien juga harus waspada akan terjadinya reaksi transfusi, yang bisa saja terjadi setelah transfusi selesai.

Hal yang perlu dilakukan pasien DBD setelah transfusi darah

Setelah transfusi darah, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pasien DBD. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, transfusi platelet dihentikan saat sudah tidak ada pendarahan lagi. Untuk pantangan, sebaiknya orang dengan DBD memakan makanan yang mudah dicerna seperti bubur dan sup. 

Makanan yang sulit dicerna dapat meningkatkan beban saluran pencernaan dan kemudian dapat meningkatkan pendarahan. Pasien demam berdarah yang masih bisa minum sendiri dengan baik seringnya tidak perlu diberikan terapi cairan melalui infus. Minum air putih adalah cara baik untuk menjaga agar cairan dalam tubuh cukup. 

Seperti yang dibahas sebelumnya, minum jus jambu atau rebusan produk jambu adalah cara yang mudah untuk mendapatkan khasiat jambu terhadap trombosit tanpa membebani saluran pencernaan secara berlebihan.

Konsumsi jambu biji bisa meningkatkan trombosit darah

manfaat jambu biji
manfaat jambu biji Guava Fruit

Jus buah juga sangat berguna untuk mempercepat pulihnya tubuh setelah DBD, karena penuh dengan fruktosa dan vitamin-vitamin yang dapat mempercepat tubuh kembali berenergi dan segar.

Banyak studi yang sudah dilakukan mengenai efek suplemen makanan tertentu terhadap peningkatan trombosit. Jambu sering sekali disebut-sebut sebagai salah satu makanan yang dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit.

Psidium guajava (jambu) diketahui memiliki zat bioaktif bernama trombinol, ini dibuktikan oleh beberapa penelitian dapat meningkatkan kadar trombosit dalam tubuh. Beberapa juga menyebutkan bahwa konsumsi ekstrak daun jambu (psidii folium) dapat meningkatkan kadar trombosit dalam tubuh.

Banyak hal lain yang sering dipercaya dapat meningkatkan trombosit dalam tubuh, beberapa diantaranya meliputi bayam, kurma delima, daging merah, dll. Namun, bukti penelitian untuk makanan tersebut masih terbatas. Anda

Kabartangsel.com

Source