Nasional — Lima tahun terakhir kontribusi sektor pariwisata masih sangat rendah di level 2,2% atau Rp 51,2 triliun dari total realisasi investasi di Indonesia. Dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tahun 2016, investasi sektor pariwisata dalam negeri mencapai Rp 2,2 triliun, sementara penanaman modal asing Rp 12,8 triliun, sehingga total investasi sektor pariwisata pada tahun 2016 mencapai Rp 15 triliun. BKPM menilai bahwa sektor pariwisata cukup prospektif karena dalam lima tahun terakhir rata-rata pertumbuhannya mencapai 18% per tahun.
Melihat hal ini, BKPM menggelar The Regional Investment Forum (RIF) di Palembang untuk pertama kalinya pada tahun 2016. Dinilai sukses menarik para investor ke Sumatera, RIF 2017 kembali digelar pada 23-24 Februari 2017. Bertempat di Nusa Dua, Bali, acara kali ini mengangkat “PROMOTING INVESTMENT IN TOURISM INDUSTRY AND SUPPORTING INFRASTRUCTURE” sebagai tema utama. Turut hadir dalam acara ini, Thomas Lembong sebagai Ketua BKPM dan perwakilan dari Kementerian Pariwisata Indonesia.
Sebagai salah satu investor terbesar di wilayah Sumatera, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas turut menghadiri RIF 2017 untuk menunjukkan dukungannya terhadap program-program pemerintah. Dibangunnya unit industri APP Sinar Mas, PT. OKI Pulp & Paper Mills, di Sumatera Selatan menjadi salah satu contoh dukungan APP Sinar Mas untuk meningkatkan pendapatan daerah Sumatera.
“Dengan kapasitas produksi sebesar 2.8 juta ton pulp dan 500 ribu ton kertas tisu, PT. OKI Pulp & Paper Mills memiliki porsi ekspor 80-95% untuk masing-masing kategori. Dengan investasi seperti ini, kami berpotensi menyumbang devisa sebesar USD 1,5 miliar per tahun,” ungkap Suhendra Wiriadinata selaku Direktur dari APP Sinar Mas. Dengan nilai ekspor tersebut, lanjut Suhendra, OKI Pulp and Paper akan meningkatkan ekspor Sumatera Selatan sebesar 32 persen dan pertumbuhan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah tersebut sebesar 11 persen.
Langkah ini mendapatkan sambutan baik bagi BKPM dan melalui RIF 2017 diharapkan banyak investor lain akan mengambil langkah yang sama. Dalam kesempatan ini APP Sinar Mas juga ikut memperkenalkan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang telah sukses membantu 60 desa untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan agroforestri hingga pendapatan masyarakat dapat terbukti naik hingga 50-70%. Tak berhenti sampai di situ, APP Sinar Mas menargetkan untuk membantu 500 desa di Indonesia dalam Sustainability Roadmap Vision 2020 yang mereka miliki.
“Program ini secara konsisten telah kami lakukan dari tahun ke tahun karena hal ini merupakan komitmen kami yang tak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga turut menjadi sumbangsih positif bagi pemerintah,” tutup Suhendra. (pr/fid)
Sport4 hari agoHasil Akhir Persija Jakarta vs Persib Bandung1-2 di BRI Super League 2025/2026 Pekan ke-32
Pemerintahan7 hari agoBenyamin Davnie Lanjutkan Program Bedah Rumah, Targetkan 329 Unit Diperbaiki Sepanjang 2026
Opini6 hari agoKetika Makanan Juga Relasi
Banten4 hari agoHasil Persita Tangerang vs Persijap Jepara 0-3 di BRI Super League 2025/2026 Pekan ke-32
Techno5 hari agoAplikasi HRD Terbaik di Indonesia untuk Tingkatkan Efisiensi Pekerjaan HR hingga 80 Persen
Sport4 hari agoKlasemen Persib Bandung Usai Kalahkan Persija Jakarta Kokoh di Puncak BRI Super League 2025/2026
Sport4 hari agoHasil Persija vs Persib Babak Pertama 1-2: Brace Adam Alis Bawa Maung Bandung Unggul
Banten4 hari agoPersita vs Persijap: Pendekar Cisadane Incar Rekor Poin, Carlos Pena Waspadai Laskar Kalinyamat













