Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Masri Mansoer mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) UIN Jakarta agar mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Seluruh nilai dari kelima sila dalam Pancasila sangat tepat dengan kinerja ASN.
Hal itu dikatakan Masri saat menjadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar di Lapangan Student Center, Sabtu (1/6/2019). Upacara diikuti oleh para ASN UIN Jakarta, baik karyawan maupun dosen.
Dalam Pancasila, menurut Masri, sila pertama hingga kelima memiliki nilai-nilai yang sesuai dengan kehidupan seorang ASN. Ketuhanan Yang Maha Esa misalnya, mengandung nila bahwa prinsip kerja harus sebagai ibadah, yaitu menunjukkan sikap selalu bersyukur atas setiap pekerjaan yang telah diamanahkan kepada ASN. ASN juga wajib menjalankan kinerja dengan ikhlas, bekerja sepenuh hati, jujur dan disiplin. Bahkan bekerja juga tidak hanya mengukur imbalan yang diterima dengan materi atau uang semata.
“Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa juga harus memiliki rasa takut dan diawasi Allah, sehingga kita akan selalu berhati-hati dalam bertindak, menjauhi kejahatan, kecurangan, dan praktik-praktik yang merugikan UIN Jakarta sebagai tempat kita bekerja,” katanya.
Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menurut Masri, di antaranya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, dan keadaban. Kemudian menolong dan berbagi ilmu dengan teman sesame kerja serta bersikap adil, tidak membeda-bedakan dalam memilih dan memosisikan sumber daya manusia sebagai rekan sekerja, bawahan dan pelanggan.
Sementara pada nilai Persatuan Indonesia, Masri di antaranya menekankan pentingnya membangun semangat kerja sama, saling menghargai, dan saling mendukung antarsesama ASN, serta tidak membeda-bedakan orang berdasarkan latar belakang dalam tim, tetapi dapat bekerja sama sesuai tugas pokok dan fungsi masing-maising.
“Nilai sila ini juga menekankan bahwa dalam bekerja ASN harus mendahulukan kepentingan organisasi UIN Jakarta daripada kepentingan pribadi dan golongan,” tandas Guru Besar Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin tersebut.
Nilai sila keempat dari butir Pancasila, yakni Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyarawatan Perwakilan, ASN di antaranya harus membiasakan diri bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah serta mengambil keputusan. Kemudian bersikap terbuka untuk menerima kritik, mengakui kekurangan diri dan menghargai kelebihan teman.
Sedangkan pada nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, urai Masri, seorang pemimpin harus berani memberikan pujian kepada karyawan yang berprestasi dan sanksi bagi sebaliknya.
“Nilai lainnya adalah peduli terhadap seluruh anggota tim, mulai dari level terendah sampai tertinggi,” jelasnya.
Dalam upcara yang juga diikuti para guru besar tersebut, teks Pembukaan UUD 1945 dibacakan Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Suparto serta pembaca doa Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Ahmad Tholabi Karlie. Sedangkan pengibar bendera dilakukan oleh Pramuka dan pemimpin upacara oleh Resimen Mahasiswa. (ns)
Views: 13
Banten1 minggu agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional4 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Sport4 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional4 hari ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional4 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU













