Connect with us

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus melakukan terobosan untuk menyelesaikan permasalahan sampah. Salah satu bentuk upaya yang Pemkot lakukan yaitu, memutuskan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) untuk Cipeucang.

Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany menjelaskan jika penyelesaian sampah masih menjadi pekerjaan rumah untuk Pemerintah Kota Tangsel. Sejak tahun lalu sudah ditentukan jika untuk menyelesaikan masalah ini, pemerintah akan membangun PLTSa di Cipeucang.

Airin memaparkan jika sebenarnya, apapun teknologi yang digunakan tidak masalah.

Advertisement

”Yang terpenting teknologinya benar-benar bisa menyelesaikan permasalahan yang ada. Sehingga harus dikerjakan dengan serius,” kata Airin usai pertemuan di Gedung Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko.

Dia menjelaskan untuk mewujudkan pembangunan PLTSa ini baru bisa dirampungkan pada September 2021, karena ada beberapa proses tahapan yang harus dikerjakan.

”Misalnya, penyusunan FBC dan persiapan bidding dan lainnya, itu membutuhkan waktu yang cukup panjang,” ujar Airin.

Sementara Dirjen Pengelolaan Pembiayaan Risiko Luky Al Firman menjelaskan Pemerintah Pusat menghargai komitmen Pemerintah Kota Tangsel mengenai sampah. Sehingga dirinya akan terus memberikan dukungan terhadap Pemerintah Kota Tangsel dalam melakukan pengelolaan sampah yang baik dan benar.

Advertisement

”Nanti ketika berhasil, Tangsel akan menjadi model atau pilot project yang bisa dicontoh oleh kota dan kabupaten lainnya. Sehingga harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh,” ujar Luky.

Dia menambahkan, saat ini permohonan dari Pemerintah Kota Tangsel terkait PLTSa ini akan disampaikan kepada pihak Asian Development Bank. Yang mana, saat ini Pemerintah Pusat sudah menunjuk ADB dan SMI sebagai pendamping proses pembangunan PLTSa ini.

”Sesuai jadwal, dari ADB bahwa pemenang lelang atau investor baru diketahui paling cepat pada bulan September 2021,” ujar Luky. (rls/fid)

Advertisement

Populer