Lifestyle
Auto-Brewery Syndrome Adalah Kondisi yang Picu Mabuk Tanpa Alkohol

Seorang wanita di Pennsylvania, AS, berulang kali ditolak menjalani operasi donor hati karena hasil tes urinenya menunjukkan positif alkohol. Padahal, ia mengaku sudah lama tidak mengonsumsi minuman tersebut. Setelah ditelusuri, kondisi yang dialaminya ternyata adalah dampak dari auto-brewery syndrome.
Auto-brewery syndrome merupakan kondisi yang amat langka. Selama sepuluh tahun terakhir, bahkan hanya ada beberapa kasus yang pernah tercatat, sebagaimana dikutip dari sebuah studi dalam International Journal of Clinical Medicine. Lantas, apa dampak auto-brewery syndrome terhadap penderitanya dan bisakah kondisi ini disembuhkan?
Auto-brewery syndrome adalah sindrom yang langka

Pada kondisi normal, tes alkohol melalui urine baru akan menunjukkan hasil positif bila Anda mengonsumsi minuman beralkohol dalam waktu 12-48 jam sebelumnya. Namun, hal yang berbeda terjadi pada orang-orang yang mengalami auto-brewery syndrome.
Auto-brewery syndrome adalah kondisi langka yang membuat tubuh dapat mengubah karbohidrat (termasuk makanan manis dan mengandung zat tepung) menjadi alkohol. Kondisi ini dikenal juga sebagai sindrom fermentasi usus atau ‘penyakit mabuk’.
Setiap orang memiliki mikroba usus yang membantu proses pencernaan. Akan tetapi, mikroba usus penderita auto-brewery syndrome juga mengubah karbohidrat menjadi alkohol. Ini sebabnya mereka bisa mabuk hanya dengan mengonsumsi karbohidrat.
Wanita tersebut diduga mengalami kondisi serupa. Bedanya, fermentasi alkohol tidak terjadi dalam saluran pencernaan, melainkan kandung kemih tempat tertampungnya urine.
Begitu diteliti, wanita berusia 61 tahun tersebut ternyata menderita penyakit diabetes yang tidak terkendali sehingga urinenya mengandung banyak gula. Selain itu, para peneliti juga menemukan ragi dari jenis Candida glabrata dalam kandung kemihnya.
Candida glabrata melakukan fermentasi terhadap gula dalam urine wanita tersebut dan menghasilkan alkohol. Kendati demikian, wanita tersebut tidak sampai menjadi mabuk karena alkohol dalam tubuhnya tidak menyebar ke dalam aliran darah.
Siapa yang berisiko mengalami sindrom ini?


Auto-brewery syndrome adalah kondisi yang disebabkan oleh tingginya mikroba dalam saluran pencernaan. Mikroba yang paling sering memicu kondisi ini adalah jamur ragi, terutama dari jenis:
- Candida albicans
- Candida glabrata
- Candida krusei
- Candida kefyr
- Torulopsis glabrata
- Saccharomyces cerevisiae
Auto-brewery syndrome bukanlah kondisi bawaan dari lahir, tapi seseorang bisa saja terlahir dengan kondisi langka ini. Umumnya, auto-brewery syndrome adalah komplikasi dari penyakit lain, infeksi pada tubuh, atau ketidakseimbangan senyawa tertentu.
Terdapat pula orang-orang yang mengalami auto-brewery syndrome akibat penyakit atau kondisi medis yang sudah ada. Sebagai contoh, penderita penyakit Crohn mungkin lebih berisiko karena mereka memiliki banyak ragi dalam saluran pencernaannya.
Selain itu, risiko auto-brewery syndrome juga lebih tinggi pada orang yang menderita penyakit pada hati, kurang gizi, memiliki sistem imun yang lemah, serta anak-anak yang menderita short bowel syndrome.
Cara mengatasi auto-brewery syndrome


Auto-brewery syndrome adalah kondisi yang dapat ditangani dengan konsumsi obat, perbaikan gaya hidup, dan mengatasi penyakit yang sudah ada. Penanganan biasanya diawali dengan membatasi porsi karbohidrat dalam pola makan sehari-hari.
Dokter mungkin akan memberikan obat-obatan antijamur berupa nystatin, fluconazole, atau tablet probiotik bila diperlukan. Obat-obatan akan menyeimbangkan jamur ataupun ragi pada usus sehingga tubuh dapat mencerna karbohidrat sebagaimana mestinya.
Selama mengonsumsi obat antijamur, Anda perlu mengikuti diet ketat yang membatasi konsumsi gula, karbohidrat, serta alkohol. Anda juga perlu menghindari sumber karbohidrat sederhana seperti:
- nasi putih, roti dan pasta putih, serta tepung terigu
- sirup jagung dan sirup jagung tinggi fruktosa
- crackers dan keripik kentang
- minuman manis dan jus buah
- gula tambahan mengandung glukosa, fruktosa, dekstrosa, dan maltosa
Jika Anda menderita penyakit atau kondisi yang bisa memicu sindrom ini, dokter juga akan menyarankan Anda untuk mengatasi penyakit tersebut lebih dulu agar kondisi mikroba dalam usus menjadi lebih seimbang.
Auto-brewery syndrome memang terbilang langka, tapi dampaknya bisa memengaruhi kesehatan, keselamatan, bahkan hubungan sosial Anda. Pasalnya, fungsi tubuh Anda akan tetap terkena dampak mabuk seperti halnya saat meminum alkohol.
Bila Anda merasa mengalami auto-brewery syndrome, catat semua gejala yang Anda alami, apa saja yang Anda konsumsi, serta kapan Anda mengalami mabuk. Segera periksakan diri Anda guna mendapatkan diagnosis pasti dan cara terbaik untuk mengatasinya.
Kabartangsel.com
Tangerang7 hari agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Sport6 hari agoVeda Ega Pratama Kena Hukuman Long Lap Penalty, Misi Berat Menanti di Moto3 Hungaria 2026
Nasional6 hari agoKementerian UMKM Terus Dorong Penguatan Kemitraan Global bagi Pelaku UMKM Indonesia
Sport6 hari agoHasil Kualifikasi, Veda Ega Pratama Start dari Posisi 9 di Moto3 Hungaria 2026
Nasional6 hari agoWamen UMKM Helvi Moraza Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia
Bisnis5 hari agoIKPP Tangerang 50 Tahun Berkarya, Perkuat Kontribusi Lingkungan dan Sosial melalui Rekam Jejak Penghargaan Berkelanjutan
Komunitas5 hari agoKONGRES 2026 Tandai Era Baru Kebangkitan Musik Reggae Lokal di Tangsel
Nasional5 hari agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden




























