BATAN dan Pemkot Tangsel Tingkatkan Kerjasama Pemanfaatan Teknologi Nuklir

By: Kamis, 11 Februari 2016

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sepakat akan meningkatkan hubungan kerjasama kedua belah pihak dalam memanfaatkan teknologi nuklir untuk kesejahteraan, hal ini ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama antara kedua belah pihak  di Gedung 71 Kawasan Nuklir Serpong, Setu, Rabu, (10/02).  Penandatanganan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Kepala BATAN dengan Walikota Tangerang Selatan beberapa waktu lalu.

Dalam sambutannya, Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto merasa bersyukur dapat melakukan penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dengan BATAN. Secara teritorial kawasan nuklir Serpong terletak di wilayah Tangsel. “Pada dasarnya sebagian kaki BATAN ada di Tangsel. Kalau saat ini pegawai BATAN sebanyak 2823 orang dan sekitar 1000 orang bekerja di Serpong berarti sepertinganya termasuk warga Tangsel,” kata Djarot.

Kawasan Puspiptek sering dijadikan tujuan kunjungan bagi para mahasiswa atau kelompok masyarakat tertentu, salah satu daya tariknya adalah reaktor GA. Siwabessy dengan daya 30 MW yang dimiliki oleh BATAN. “Puspiptek yang di dalamnya terdapat berbagai lembaga penelitian dapat dijadikan sebagai icon kota Tangsel yang mempunyai daya tarik tersendiri,” tambahnya.

Untuk meningkatkan dan menambah fasilitas nuklir yang ada saat ini, BATAN akan membangun dua fasilitas baru yaitu Reaktor Daya Eksperimental (RDE) dan Iradiator. RDE berkapasitas 10MWt nantinya berfungsi sebagai reaktor riset dan sekaligus dapat menghasilkan listrik sebesar 3Mwe. Sedangkan iradiator nantinya akan difungsikan sebagai fasilitas pengawetan baik makanan maupun alat kedokteran.

Walikota Tangerang Selatan (Tangsel ) Airin Rachmi Diany dan Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto

“Iradiator merupakan fasilitas nuklir dengan memanfaatkan radiasi sinar gamma yang sangat berguna untuk pengawetan baik makanan dan alat-alat kesehatan. Kedua fasilitas ini nantinya akan dibangun di dalam kawasan puspiptek, tidak jauh dari fasilitas nuklir yang telah ada,” tambah Djarot.

Sementara itu, Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany sangat berharap kerjasama antara BATAN dengan pemkot Tangsel bukan hanya seremonial dan penandatanganan kerja sama saja. “Penandatanganan MOU ini merupakan titik awal yang harus ditindaklanjuti secara bersama-sama baik oleh Pemerintah Kota Tangsel maupun keluarga besar BATAN, yang tujuan akhirnya adalah untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat,” kata Airin.

Bagi Pemerintah Kota Tangsel yang memiliki luas wilayah 147,19 KM2 dan berbenduduk sekitar 1,3 juta jiwa, kawasan Puspiptek yang didalamnya terdapat beberapa lembaga penelitian mempunyai arti yang sangat penting. “Keberadaan BATAN di kawasan Puspiptek menjadi sangat dirasakan oleh masyarakat kota tangsel khususnya dan Indonesia pada umumnya,” tambah Airin.

Kerja sama antara BATAN dengan pemerintah kota Tangsel diharapkan tidak hanya pada bidang kesehatan dan pertanian, namun juga di bidang pendidikan. “Perlu dilakukan sosialisasi yang bersifat edukasi kepada anak-anak kota Tangsel tentang nuklir dengan tetap mengedepankan aturan atau prosedur yang berlaku di BATAN,” tambahnya.

Selain melakukan penandatanganan kerja sama, Airin beserta jajarannya mengunjungi fasilitas nuklir yaitu Reaktor Serba Guna GA. Siwabessy dan Pusat Teknologi Limbah Radioaktif. (batan)