Pemerintahan
Bersama BNN Tangsel, Benyamin Davnie Tekankan Pentingnya Kolaborasi Hadapi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus berkomitmen dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap serta pemberantasan narkotika. Salah satunya dengan berkolaborasi bersama Badan Narkotika Nasional Kota Tangerang Selatan dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba.
Hal itu disampaikan Wali Kota Benyamin Davnie saat menghadiri Konsolidasi Kebijakan Kota Tanggap Ancaman Narkoba pada sektor kelembagaan BNN Kota Tangerang Selatan yang diselenggarakan di Swiss-Belhotel pada Selasa (25/10).
Untuk itu, kata Benyamin, Pemerintah perlu mengarahkan serta membangun kepentingan agar tidak terjadinya penyalahgunaan narkoba.
Terutama dalam pencegahan obat-obatan terlarang terhadap anak-anak. Dia menekankan bahwa Kota Layak Anak dijalankan agar tidak terjadinya penjualan maupun peredaran narkoba di kalangan anak-anak.
“Dan yang pasti melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah terus dilakukan,” ujar Benyamin
“Kita harus bersikeras lagi, karena anak-anak sekolah ini masih labil soal narkoba,” tambahnya.
Selain itu, kata Benyamin bahwa pentingnya peran keluarga dalam membentuk anak-anak agar terhindar dari ancaman narkoba. Dan perhatian keluarga perlu ditingkatkan dan harus menjadi gerakan bersama.
“Bahwa kita ingin mengadakan kegiatan-kegiatan menyelamatkan anak bangsa dari ancaman bahaya narkoba,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Banten, Brigjen Pol Hendri Marpaung mengatakan bahwa narkotika merupakan ancaman bagi kehidupan. Bukan hanya persoalan di Indonesia bahkan seluruh dunia mengalami persoalan yang sama.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh BNN, yang bekerja sama dengan Kepolisian, Dukcapil, Kementerian Kesehatan, dan Universitas, yang diperoleh tahun 2019 dijelaskan soal jumlah yang terpapar.
“Data tersebut menunjukan bahwa 3,5 sampai 4 juta orang yang terpapar narkotika,” ujarnya.
Menurutnya, Kota Tangerang Selatan sudah tanggap atas peredaran hal tersebut. Tetapi harus tetap siaga karena Tangsel dan Tangerang masuk pada zona merah yang artinya rawan peredaran dan penyalahgunaan.
“Seiringan dengan ini kita akan meningkatkan bagaimana untuk menanggapi peredaran dan penyalahgunaan untuk menyelamatkan anak bangsa dari keterpurukan narkoba, sebab hal ini sangat membahayakan bagi kehidupan manusia,” pungkasnya. (red/fid)
Sport2 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta
Sport2 minggu agoHasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta
Sport2 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda
Nasional1 minggu agoGrand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik
Sport2 minggu agoKlasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober
Sport1 minggu agoDramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2
Sport1 minggu agoHasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

































