Bisnis
Bittime dan Palapa Umumkan Strategi Burn 80 Persen Suplai Token Palapa ($PLPA) dalam 2 Tahun
Bittime, salah satu platform perdagangan aset kripto terdepan dan berlisensi di Indonesia, mengumumkan rencana strategis untuk melakukan burn hingga 80% dari total pasokan token platform Palapa ($PLPA) dalam jangka waktu dua tahun.
Langkah ini diproyeksikan dapat mendorong nilai jangka panjang token $PLPA, memperkuat ekosistem Palapa dan Bittime, serta memberikan manfaat maksimal bagi komunitas dan pemegang token.
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan ekosistem $PLPA, mekanisme token burn ini akan dilakukan secara bertahap dan dengan jumlah yang telah ditentukan setiap bulannya, selama 2 (dua) tahun.
CEO Palapa, Jimmy Siswanto menyatakan bahwa pihaknya percaya langkah inisiatif ini akan mendorong tingkat adopsi $PLPA, sekaligus memperkuat posisinya sebagai aset kripto yang unggul di Indonesia, maupun pasar global.
“Rencana melakukan burn 80% pasokan $PLPA ini merupakan langkah besar dalam memperkuat ekosistem Palapa sebagai aset kripto lokal. Pengurangan pasokan diharap dapat menciptakan mekanisme ekonomi yang lebih sehat, di mana diproyeksikan permintaan terhadap $PLPA dapat meningkat secara linier,” jelas Jimmy.
Sejalan dengan hal tersebut, CEO Bittime, Ryan Lymn menjelaskan bahwa Bittime dan Palapa berkomitmen untuk melaksanakan proses burn ini dengan konsiderasi serta transparansi penuh guna menjamin keamanan dan kepercayaan para investor.
“Setiap tahap dalam proses burning akan diumumkan secara resmi melalui kanal komunikasi Bittime dan Palapa, agar publik dapat mengakses segala bentuk informasi secara berkala. Termasuk informasi terkait banyaknya jumlah pasokan token yang dikurangi setiap bulannya,” tegas Ryan.
Bittime bersama Palapa terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung inovasi di industri kripto dan menciptakan peluang finansial yang lebih luas bagi para pengguna, serta pemegang token Palapa.
Langkah strategis ini diambil dalam tujuan menjadikan $PLPA sebagai token yang tidak hanya bernilai secara ekonomi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam industri blockchain di Indonesia.
Perkembang teknologi dan regulasi terkait aset kripto yang semakin jelas, memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk dapat menjelajahi dunia keuangan digital dengan lebih percaya diri.
Namun perlu dipahami bahwa investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal itu termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna.
Bisnis3 hari agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan3 hari agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan4 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan4 hari agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Cek Fakta4 hari agoAwas Hoaks! Pemkot Tangsel Siap Melegalkan Miras demi Meningkatkan PAD
Sport4 hari agoPersib Bandung dan Borneo FC Samarinda Wakili Indonesia di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/27
Sport4 hari agoMoto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama Finish ke-8, Hakim Danish Amankan Podium ke-3
Sport4 hari agoKapten Persita Tangerang Minta Maaf Gagal Penuhi Target BRI Super League 2025/26





















