Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo memastikan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla akan membuktikan program Nawacita kelima yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia yang diwujudkan dengan tercukupinya pangan, sandang dan papan bagi seluruh masyarakat.
Tjahjo meminta agar pemerintah kota, pengembang, perbankan dan stakeholders untuk mengatasi permasalahan perumahan yang terbesar di perkotaan. “Berdasarkan data BPS, kebutuhan rumah baru setiap tahun sebanyak 800.000 unit dan kemampuan pengembang baru 400.000 unit sehingga kekurangan (backlog) rumah setiap tahun sebanyak 400.000 unit,” kata Mendagri di opening caremonial Indonesia Futre City dan REI Mega City 2017 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (14/9).
Melihat kondisi tersebut, Dia mengatakan pemerintah mencanangkan program “Sejuta Rumah” untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) antara lain nelayan, petani, pekerja/buruh, PNS, TNI, POLRI dll. Tapi Tjahjo mengatakan, program tersebut masih terhambat karena terkendala masalah perizinan, lahan dan pembiayaan.
“Pemerintah terus berupaya memberikan kemudahan melalui berbagai regulasi, antara lain : PP No. 64 Tahun 2016 tentang Pembangunan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Inpres Keringan BPHTB, Permendagri Nomor 55 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Perijinan dan Non Perijinan Pembangunan Perumahan Bagi MBR di Daerah,” tegasnya.
Ditambahkan Mendagri, pemerintah telah menerbitkan payung hukum PP Nomo 64 tahun 2016 tentang Pembangunan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Ini menurutnya, tindak lanjut Paket Kebijakan Ekonomi XIII serta wujud kepedulian Pemerintah terhadap masyarakat.
“Dan sudah ditetapkan dan diundangkan Permendagri Nomor 55 Tahun 2017 pada tanggal 20 Juli 2017, tentang pelaksanaan perizinan dan non perizinan pembangunan perumahan bagi MBR di daerah untuk percepatan pembangunan perumahan bagi MBR serta tindak lanjut terbitnya PP Nomor 64 tahun 2016
tentang Pembangunan Perumahan MBR. Secara substansi Permendagri,” ungkapnya.
Bahkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Setwapres, KemenPUPR, dan Kementerian ATR/BPN pada tanggal 16 Agustus 2017 di Kantor Wakil Presiden, antara lain disepakati bahwa dalam rangka percepatan implementasi pembangunan perumahan bagi MBR di daerah, Menteri PUPR akan segera menerbitkan Surat Edaran pengganti rancangan PermenPUPR sebagai juklak dari PP Nomor 64 Tahun 2016 tentang Pembangunan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah.
“Menteri ATR/BPN akan menerbitkan Surat Edaran internal untuk instansi vertikal di daerah guna mendukung pelaksanaan PP Nomor 64 Tahun 2016 tentang Pembangunan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah,” jelasnya.
Ditambahkan, soal Sertifikat Laik Fungsi (SLF), yaitu sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk menyatakan kelaikan fungsi suatu bangunan gedung baik secara administratif maupun teknis sebelum pemanfaatannya, dinilai memberatkan pengembang.
“Hal ini antara lain dikarenakan berpotensi menambah biaya yang akan berdampak kepada harga properti dan pemerintah daerah dinilai belum memiliki kapasitas penerbitan SLF karena belum semuanya membentuk DPMPTSP yang berwenang menerbitkan SLF,” ujarnya. (*/fid)
Hukum3 hari agoPresiden Prabowo dan Seskab Teddy Disebut Jadi Target Penyadapan, Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Ditangkap
Sport5 hari agoHasil Dewa United vs Persija 2-1, Shin Tae-yong Sebut Kekalahan Jadi Alarm untuk Macan Kemayoran
Sport5 hari agoJadwal BRI Super League 2026/2027 Hari Ini, Minggu 1 November: PSIM vs Borneo FC, Persib vs Isenmulang FC, dan Garudayaksa FC vs PSS Sleman
Sport5 hari agoPersita Pesta Lima Gol di Kediri, Carlos Pena Puji Karakter Dan Mental Pemain
Sport4 hari agoHasil Persib vs Isenmulang Kalteng FC 4-0, Luka Menalo Cetak Brace dan Pangeran Biru Raih Kemenangan Terbesar Musim Ini
Nasional3 hari agoQUTB GLOBAL Apresiasi Doa Lintas Agama di Konser Andrea Bocelli
Hukum3 hari agoSejumlah Jenderal Polisi Dikabarkan Ditangkap, Mabes Polri Angkat Bicara
Nasional3 hari agoKonferensi Pers Polri soal Isu Penyadapan Presiden dan Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal Polisi













