Connect with us

Lifestyle

Cara Memilih Obat Pencahar yang Aman dan Efektif

Gangguan pada sistem pencernaan berupa konstipasi atau biasa disebut sembelit memang sangat mengganggu. Nah, untuk mengatasinya biasanya kita memilih obat pencahar yang relatif aman dengan efek samping yang tidak begitu berbahaya. Namun, jangan asal pilih obat pencahar ya, begini cara memilihnya sesuai dengan kondisi Anda. 

Cara memilih obat pencahar yang aman

Salah satu cara mengatasi sembelit adalah mengonsumsi obat pencahar atau laksatif. Obat laksatif memang biasa digunakan untuk melancarkan BAB. Namun, tidak ada salahnya untuk mengetahui bagaimana memilih obat yang sesuai dengan kondisi Anda.

Apabila Anda ingin mengobati konstipasi dengan laksatif, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan. Jenis obat ini tersedia dalam berbagai macam, mulai dari tablet, kapsul, pil, hingga cairan. Setiap jenisnya memiliki keuntungan dan efek samping sesuai dengan situasi Anda saat itu.

Advertisement

1. Laksatif bulk

Obat pencahar ini aman untuk lansia dan dapat digunakan jangka panjang. Cara kerja obat ini adalah dengan meningkatkan jumlah air dalam tinja sehingga membuat tinja lebih besar dan lebih lembut.

Tinja yang lebih besar dapat memicu usus untuk berkontraksi. Obat ini sering juga disebut sebagai suplemen serat. Obat yang termasuk laksatif bulk adalah psyllium, polycarbophil, methylcellulose 

Efek samping yang mungkin ditimbulkan adalah perut tidak nyaman, kembung dan sering buang gas (kentut). Untuk mengurangi efek samping, Anda harus memulai penggunaan obat ini dari dosis yang rendah. Pastikan untuk minum air putih yang banyak ketika meminum obat yang satu ini.

2. Laksatif lubrikan

Jenis obat ini memang dirancang agar kotoran Anda lebih licin. Salah satu bahan lubrikan laksatif, yaitu minyak mineral, melincinkan lapisan pada dinding usus dan menghentikan feses menjadi kering.

Advertisement

Walaupun obat pencahar lubrikan termasuk aman dan efektif, cara yang satu ini biasanya digunakan sebagai pengobatan jangka waktu pendek. Hal tersebut dikarenakan minyak mineral bisa menyerap vitamin yang larut dalam lemak pada usus. Oleh karena itu, tidak dianjurkan untuk pemakaian jangka panjang. 

3. Pelunak feses (Laksatif Emollient)

Dikenal dengan pelunak feses, obat pencahar ini mengandung surfaktan yang bisa melunakkan feses. Walaupun begitu, butuh waktu setidaknya seminggu untuk tahu apakah obat ini bekerja dengan efektif atau tidak. 

Nah, cara ini biasanya sesuai dengan kondisi yang baru saja melahirkan, pulih dari operasi, atau orang yang menderita wasir. Contoh pelunak feses adalah docusate

4. Laksatif osmotik

Apabila gejala konstipasi yang Anda rasakan berupa kram perut dan sering buang angin, laksatif osmotik menjadi pilihan yang tepat. Kandungan hidrasi pada obat pencahar ini bisa menarik cairan ke usus dari jaringan sekitarnya.

Advertisement

Lebih banyak air di dalam usus, lebih baik. Feses menjadi lunak dan lancar melewati jaringan pencernaan. Oleh karena itu, obat ini termasuk obat pencahar yang aman dan efektif untuk Anda.

5. Laksatif agonis

Laksatif agonis biasanya mengubah tekstur feses dengan menambah cairan dan meningkatkan aliran perdarahan saluran pencernaan. Nah, obat pencahar ini ampuh untuk mereka yang menderita sembelit idiopatik kronis.

Oleh karena itu, pasien yang berumur dibawah 6 tahun sangat tidak dianjurkan mengonsumsi obat ini. Walaupun efektif untuk usus Anda, efek sampingnya bisa berupa diare dan dehidrasi parah untuk sebagian anak-anak.

6. Laksatif stimulan

Jika sembelit Anda sudah sangat parah dan membutuhkan pengobatan yang instan, laksatif stimulan adalah jawabannya. Obat pencahar ini memang aman dan ampuh untuk mengatasi sembelit.

Advertisement

Cara kerjanya dengan menstimulasi lapisan usus untuk berkontraksi untuk membantu pergerakan feses di usus, sehingga feses pun bisa lebih lancar. Selain itu, obat ini juga menambah kelembaban kotoran. Akan tetapi, disarankan untuk tidak menggunakan laksatif ini secara rutin. Efek sampingnya bisa berupa:

  • Ketergantungan pada obat pencahar
  • Melemahkan cara kerja alami tubuh untuk buang air besar
  • Diare
  • Kram

Nah, sudah tahu kan bagaimana cara memilih obat pencahar yang aman dan ampuh? Apabila Anda masih mengalami konstipasi setelah minum obat, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar mengetahui apa yang harus dilakukan sesuai dengan kondisi Anda.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement

Populer