Menurut pihak kepolisian, pria yang bernama Syahrul tersebut mengalami gangguan jiwa. Berdasarkan pengakuannya, dia melakukan pemantauan dan memotret kegiatan sekolah karena almarhum istrinya pernah bekerja di tempat tersebut. Ia meyakini almarhum istrinya beberapa kali datang ke SD Kanisius. Syahrul mengalami gangguan jiwa sekitar tahun 2016, setelah istri Syahrul meninggal dunia akibat kecelakaan di wilayah Tugu Semarang Barat.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI
=============================================
Kategori : KLARIFIKASI
=============================================
Beredar unggah foto disertai narasi sebagai berikut :
“Di hari yang sama dengan penusukan Wiranto ada kejadian rencana pengeboman SD Katholik Kanisius Tlogosari Semarang. Pelaku sudah beberapa hari menyatroni sekolahan Katholik tersebut. Sempat ribut dengan orang tua murid, terus di laporkan Polisi. Polisi kirim intel dan akhirnya di tangkap, alasanya adalah dia tidak suka dengan sekolah Khatolik yang ada di Tlogosari.”
Sumber : https://perma.cc/N84Y-YUF5 (Arsip) – Sudah dibagikan 141 kali saat tangkapan layar diambil.
=============================================
PENJELASAN
Menurut Kapolsek Pedurungan Semarang, Kompol Mulyadi, pria tersebut bernama Syahrul yang tinggal di Dempel, Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan.
“Ya benar. Pukul 07.00 WIB tadi kami menerima laporan ada orang mencurigakan yang mengintai SD Kanisius. Dicurigai oleh orangtua siswa yang mengantar anaknya sekolah karena yang bersangkutan selalu mengambil video menggunakan ponsel,” tuturnya.
Seorang penjual makanan di depan sekolah ini menuturkan, penangkapan itu memang terjadi sekira pukul 07.00. Pria diperkirakan berusia 40 tahun yang datang sejak pukul 06.30 itu lantas dicokok.
“Orangnya tadi berdiri di sebelah parkiran. Melihat-lihat orangtua yang sedang mengantarkan anaknya ke sekolah,” kata pedagang yang meminta namanya disimpan tersebut.
Dia menjelaskan, pria tersebut datang mengendarai sepeda motor. Tak hanya pagi ini, menurutnya pria tersebut sudah beberapa hari mengintai sekolah tersebut.
“Dia kalau datang selalu pakai motor. Pagi tadi pakai baju hitam-hitam,” paparnya.
Pedagang ini tak tahu pasti motif pria itu mengintai SD Kanisius.
Keributan pernah terjadi beberapa hari lalu karena si pria mengambil gambar seorang ibu yang tengah mengantarkan anaknya ke sekolah memakai ponsel. Kemudian pria tersebut menunjukkan layar ponselnya seolah senang sudah merekam wanita tersebut. Ketika wanita itu menegurnya, pria tersebut marah dan mencari-cari ibu tersebut.
“Jadi bapak itu merekam dengan handphonenya, kemudian ditegur oleh ibu-ibu itu. Bapak itu tidak terima, langsung mencari terus sampai tadi pagi,” lanjutnya.
Dia menduga pria tersebut mengalami gangguan jiwa.
“Saya tahu tadi pagi, beli di warung saya. Tampaknya orang stres,” tutur dia.
Adapun Kompol Mulyadi menjelaskan, seusai mendapat laporan dari warga, pukul 07.30 WIB aparat Polsek Pedurungan mendatangi sekolah. Mereka melihat Syahrul sedang adu mulut dengan warga sekitar.
“Setelah kami amankan, Syahrul kami cecar beberapa pertanyaan. Berdasarkan pengakuannya, dia melakukan pemantauan dan memotret kegiatan sekolah karena almarhum istrinya pernah bekerja di tempat tersebut. Ia meyakini almarhum istrinya beberapa kali datang ke SD Kanisius,” beber Kompol Mulyadi.
Saat terjadi penangkapan, Syahrul mengendarai sepeda motor Supra berpelat nomor H5633JH. Barang-barang yang dibawa adalah SIM C, ATM Mandiri, STNK, dan beberapa lembar uang.
“Untuk menindaklanjuti, petugas Unit Intelkam Polsek Pedurungan mendatangi rumah ketua RT tempat Syahrul tinggal. Berdasarkan pengakuan ibu Kisno ketua RT, Syahrul benar tinggal di kampung tersebut. Sekitar tahun 2016, istri Syahrul meninggal dunia akibat kecelakaan di wilayah Tugu Semarang Barat. Sejak kejadian tersebut, Syahrul mengalami gangguan jiwa,” terangnya.
Mengutip ketua RT, ia menambahkan Syahrul kerap kali mengajak tetangga berkelahi walau tidak ada permasalahan apapun.
Petugas juga menemui ibu kandung Syahrul, Nur Lis. Pengakuan yang sama juga diutarakan Nur saat dimintai keterangan mengenai kondisi anaknya tersebut.
“Ibunya mengaku sudah beberapa kali mengajak Syahrul untuk berobat ke rumah sakit jiwa. Hingga saat ini belum sempat karena yang bersangkutan selalu menolak. Kami juga sempat menggeledah kamar Syahrul dan tidak menemukan benda-benda yang mencurigakan. Kami tidak melakukan penahanan, tapi tetap akan kami pantau supaya tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” tandas Kompol Mulyadi.

REFERENSI :
https://jateng.tribunnews.com/2019/10/10/breaking-news-pria-mencurigakan-ditangkap-di-depan-sd-kanisius-semarang-ini-temuan-polisi?page=all
https://www.youtube.com/watch?v=kilo59C4WrI
Sport7 hari agoVeda Ega Pratama Crash di Moto3 GP Amerika 2026
Sport7 hari agoGagal Finish, Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 GP Amerika 2026
Nasional7 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tekankan Pentingnya Kerukunan Umat
Sport7 hari agoHasil Moto3 Amerika 2026 Guido Pini Juara, Veda Ega Pratama Gagal Finis
Bisnis5 hari agoLG Electronics Indonesia Rilis Mesin Cuci AI Kapasitas Besar, WashTower dan Top Loading Hingga 25 Kg
Pemerintahan5 hari agoApel dan Halalbihalal, Benyamin Davnie Tekankan Kebersihan Lingkungan hingga Efisiensi Anggaran di Tangsel
Bisnis6 hari agoASICS Rilis Sepatu Canggih SONICSMASH™ FF
Bisnis5 hari agoHerbalife Family Foundation Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp585 Juta untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Sumatra











